
...Setelah semua ini terungkap bagaimana aku menghadapinya?...
...~Aeril...
-
-
-
Matahari terbit menyinari dunia, dunia yang penuh kebahagiaan atau kesedihan tergantung setiap orang.
Beda lagi dengan Vier, hari ini ia sangat bahagia. Bagaimana tidak, karena ia sudah bisa melangkah tahap demi tahap untuk taklukkan Aeril.
Sehabis bangun tidur Vier langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"KaVi, kamu pake baju kak Son lagi ya disuruh kak Son. Jangan lupa turun untuk sarapan" ucap Aeril mengetuk pintu kamar mandi.
"Thanks" ucap Vier langsung mengambil baju nya. Aeril langsung bergegas ke luar kamar menuju meja makan.
Tak lama Vier sudah selesai dan bergegas turun untuk sarapan bersama Aeril dan Son.
Saat sudah sampai di meja makan, Son mempersilakan duduk lalu mereka bertiga makan dengan hikmat.
Setelah selesai makan, Son memanggil Vier untuk ke ruang kerja nya karena ingin membicarakan satu hal yang penting.
"Ada apa kak?" Tanya Vier saat berada di ruang kerja Son.
"Kamu tinggal di sini aja ya" ujar Son.
"Maksudnya?" Tanya Vier lagi.
"Kamu tinggal di sini sama kakak dan Aeril" ucap Son menjelaskan. Vier yang mendengar itu terkejut.
"Gak lah kak, Vier gak mau ngerepotin kakak" ucap Vier keberatan.
"Masalah ini gak ngeberatin kakak kok malahan kakak seneng nambah orang lagi di rumah ini. Kamu tau kan kakak cuma tinggal berdua aja sama Aeril, pelayan pun gak tinggal di sini. Kakak kasihan sama Aeril sendirian kalo kakak belum pulang. Jadi kamu mau ya" ujar Son penuh harap.
"Tapi kak Vier gak enak" ucap Vier.
"Vier ini itu keinginan kakak jadi gak ngeberatin kamu kan" ucap Son. Vier hanya mengangguk.
"Good boy, jadi kamu sekarang ke apartemen kamu sama Aeril ngambil barang-barang kamu. Kakak juga udah bilang ke Aeril dan dia setuju" jelas Son.
"Makasih kak, tapi Vier masih gak enak" ucap Vier.
"Atau gak gini aja sebagai bayarannya kamu antar jemput Aeril di univ nya, gimana?" Ujar Son. Vier mengangguk menyetujui.
"Good, nanti kamu pakai aja mobil yang kamu suka di garasi. Kelas kamu jam berapa Vier?" Tanya Son.
"Pagi ini kak" ucap Vier.
"Ya udah, sekarang kamu ke univ dulu baru pulang nya ke apartemen kamu. Untuk Aeril, karena dia ada kelas siang ajak dia ke apartemen kamu aja biar kamu jemput nya gak kejauhan" ucap Son.
"Ya udah kak, Vier bilang Aeril dulu dan makasih sekali lagi kak" ucap Vier tersenyum.
"No problem" ucap Son balas tersenyum juga.
Setelah dari ruang kerja Son, Vier langsung ke kamar Aeril untuk memberitahu hal tadi.
"Ril" ucap Vier dari depan pintu kamar Aeril.
"Iya ada apa?" Tanya Aeril setelah membuka pintu kamarnya.
"Kata kak Son kamu siap-siap sekarang berangkat nya dari apartemen aku biar gak kejauhan" jelas Vier.
"Ya udah aku siap-siap dulu" ucap Aeril lalu menutup pintu kamarnya.
Vier lalu berjalan ke kamarnya sambil menunggu Aeril. Tak lama Aeril mengetuk pintu kamarnya dan mereka berdua bergegas tetapi sebelum itu.
"Be careful" ucap Son saat melihat Aeril dan Vier ingin berangkat. Mereka berdua hanya mengangguk. Melihat itu Son tersenyum dan bergegas duluan menuju kantornya. Di susul oleh Aeril dan Vier.
Sesampainya di apartemen Vier, mereka berdua masuk ke dalamnya.
"Kamu tunggu sini aja gak papa Ril?" Tanya Vier.
"No problem" ucap Aeril sambil melihat-lihat perabot apartemen Vier.
__ADS_1
"Kalo gitu aku berangkat dulu ya, nanti setelah kelas aku selesai aku jemput kamu. Kamu jangan kemana-mana" ucap Vier. Aeril hanya mengangguk dan Vier yang melihat itu tersenyum dan bergegas ke universitasnya.
Aeril berjalan-jalan sambil melihat-lihat di apartemen Vier itu. Perabotan rumah yang tidak terlalu banyak cukup simple.
Lalu ia memasuki kamar Vier, karena apartemen ini hanya memiliki satu kamar tidur.
Tak ada yang menarik di kamarnya hanya untuk seorang pria kamarnya tertata dengan rapih.
Aeril yang bosan pun melihat ada laptop di meja belajar Vier pun segera menghidupkannya.
Saat melihat-lihat file di laptop nya, ada satu file yang menarik minatnya. Segera ia buka dan terkejut saat melihat isi nya.
"KaVi.."
Teruntuk satu orang yang paling spesial dalam hidupku yaitu kamu Aerilyn..
...Satu penyesalanku adalah terlambat memilikimu...
...Seharusnya aku tidak menjadi orang yang pengecut...
...Tetapi semuanya sudah terlambat...
...Dia sudah pergi meninggalkan negara ini...
...Aku tak tahu harus bagaimana.....
...Di saat aku ingin berusaha mengakui perasaanku...
...Di saat itu pula ia sudah pergi,...
...Pergi meninggalkan kenangan yang mungkin menurutnya buruk...
...Cukup sampai di sini sajakah perasaanku.....
...Cukup sampai di sini sajakah perjuanganku sebelum aku akan memulai berjuang.....
...Tidak,...
...Aku tahu bagaimana perasaanku padamu...
...Perasaan yang harus memilikimu seutuhnya...
...Perasaan yang tidak ingin membuatmu terluka lagi...
...Aku tahu,...
...Ternyata ada setitik cahaya yang membantuku untuk memperjuangkan mu lagi...
...Dari setitik cahaya itu akhirnya aku bangkit,...
...Bangkit untuk mencari keberadaan mu,...
...Keberadaan mu yang teramat sulit untuk di cari...
...Walaupun sulit aku akan terus mencari...
...Aku tidak mau menyesal lagi.....
...Aku tidak mau kau pergi lagi.....
...Aku tidak, dan tidak mau.....
...Tuhan,...
...Jika engkau mengizinkan aku untuk memperjuangkan dia...
...Berilah aku petunjuk keberadaan nya...
...Aku berharap,...
...Aku berharap bisa memilikinya di sisiku...
...Aku mohon.....
...~Vier...
Setelah Aeril membaca isi file itu mau tak mau ia terharu dan meneteskan air mata nya yang tak tau kapan sudah deras.
__ADS_1
Ia tak tahu jika selama ini Vier di negara ini untuk mencarinya, ia tak tahu kalau Vier menyukainya. Ia tak tahu dan tak pernah tau jika bukan karena isi file ini yang memberi tahunya.
Ia tak mau membuat Vier terlalu berharap dengannya. Ia tak mau kecewa lagi dengan seseorang. Ia tak mau dikhianati lagi. Ia tak mau, tetapi ia harus apa?
Aeril langsung mematikan laptop tersebut dan tak lupa mengeluarkan file tadi. Ia sekarang tak tahu harus menghadapi Vier bagaimana.
Apakah ia harus bersikap seolah-olah ia tak tahu apa-apa atau ia harus bersikap seolah ia juga menyukainya.
Tetapi ia tidak bisa untuk memulai kisah cinta lagi dengan seseorang. Tetapi ia juga tak mau menyakiti hati Vier yang tulus mencintainya. Ia harus apa?
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung..
...Jangan lupa untuk selalu vote, like dan komen!!!...
__ADS_1
...SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI...
...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN...