AERILYN (END)

AERILYN (END)
32. Novel


__ADS_3

..."Kadang-kadang cerita di dalam novel juga terinspirasi dari kehidupan sehari-hari diri sendiri"...


...~Ar...


-


-


-


Kringgggg....kringg....


Jam pulang sekolah pun berbunyi. Aeril yang kala itu sedang berbincang-bincang bersama mereka ingin pulang.


"Kak pulang yok" ajak Aeril.


"Ya udah yok, tapi kakak bawa motor lho Ril" ucap Alex.


"Ya udah gak papa" ucap Aeril.


"Gak boleh, nanti kamu pusing gimana kalo kena angin" ucap Alex khawatir.


"Gak kok kak"


"Kamu sama Vier aja yah dia bawa mobil" ucap Alex.


Aeril sedang berpikir iya atau tidak. Tetapi pikirannya dibuat buyar oleh suara Vier.


"Ya udah, yok Ril" ucap Vier sambil menggenggam tangannya.


Aeril terpaku karena perlakuan yang tiba-tiba. Sedangkan untuk Alex, Max dan Regan hanya terkekeh melihat perlakuan Vier.


Saat di perjalanan..


"Kak?" Panggil Aeril.


"Hmm"


"Ke toko buku yok" ajak Aeril.


"Nanti aja ya, kamu masih sakit" ucap Vier.


"Ayolah kak, aku udah gak papa kok" ucap Aeril sambil menunjukkan puppy eyes nya. Vier yang melihat itu pun tak tahan dan mengiyakan nya.


"Sipp, thanks kak" ucap Aeril girang. Vier hanya terkekeh melihat perlakuan Aeril.


Sesampainya di toko buku..


"Ayokk kak" ucap Aeril sambil menggandeng tangan Vier menuju toko buku. Vier hanya tertegun sesaat lalu melanjutkannya.


"Kamu mau beli apa Ril?" Tanya Vier.


"Aku mau beli novel kak" ucap Aeril sambil memilih milih novel yang bagus.


Setelah lama memilih, Aeril menunjukkan novel nya ke Vier.


"Udah?" Tanya Vier. Aeril menganggukkan kepalanya.


"Emangnya cerita novel nya kayamana?" Tanya Vier penasaran.


"Cieee penasarann" ledek Aeril.


"Gak kok cuma pengen tau aja" ucap Vier santai.


"Sama aja itu mah"


"Beda lah"

__ADS_1


"Sama"


"Beda"


"Sama"


"Ya dehh sama" ucap Aeril menghela nafas. Lalu mulai menceritakan novel nya.


"Nih yah kak, novel yang aku beli itu tentang sang gadis yang dulu nya dikhianatin sama sahabat dan pacarnya. Sahabat nya itu pacaran sama pacar sang gadis itu. Nah sang gadis itu lalu pindahlah sekolah nya terus ketemu sama cowo yang humoris. Lama-lama sang gadis pacaran sama cowo itu. Nah 3 bulan kemudian sahabat ralat mantan sahabat sang gadis itu balik lagi ke kehidupan sang gadis. Terus itu mantan sahabat nya itu ngedeketin cowo sang gadis yang sudah pacaran itu. Sang gadis nya gak tau kalo pacar nya itu pacaran sama mantan sahabat nya itu kak. Terus itu di saat sang gadis terpuruk ada satu cowo nih yah kak" ucap Aeril sambil melirik ke arah Vier. Vier penasaran dibuat nya.


"Nah si cowo itu mencoba buat si sang gadis jangan terpuruk lagi. Jadi si cowo itu deketin si sang gadis ini yah kak, tapi sang gadis itu masih pacaran sama pacar nya" ucap Aeril.


"Terus kelanjutan nya gimana?" Tanya Vier penasaran.


"Kelanjutan nya aku belum baca mangkanya aku beli nih novel" ucap Aeril cengengesan. Tangan Vier mengacak-acak rambut Aeril sambil berantakan.


"Aihh kak berantakan kan jadinya" ucap Aeril cemberut.


"Imut lho" ucap Vier.


"Ishh" Aeril lalu meninggalkan Vier yang sedang terkekeh menuju kasih.


Saat Vier mendengar cerita Aeril tadi, ia merasa seperti cerita Aeril dengan Riel dan mantan sahabat nya datang lagi. Cowo yang berusaha membuat Aeril senang itu Vier.


Masa bisa pas gitu. Tapi kok kaya iya yah. Batin Vier sambil menggelengkan kepalanya lalu menyusul Aeril.


Aeril sedang mengantri di kasir pun melihat Vier datang ke arah nya tetapi ia hiraukan. Vier yang melihat itu pun terkekeh.


"Jangan gitu dong Ril" bisik Vier tepat di kuping Aeril.


Aeril yang kala itu merasa merinding mendengarnya. Lalu ia meletakkan novel nya di depan kasih.


"Ini aja mba?" Tanya sang kasirnya.


"Iya" ucap Aeril.


Saat hendak mengambil uang nya. Vier langsung menyerahkan kartu ATM nya ke sang kasir.


"Pake ini aja mba" ucap Vier. Aeril lalu menoleh.


"Gak kak pake uang aku aja" ucap Aeril lalu menyerahkan ATM nya.


"Aku aja" ucap Vier.


"Gak kak aku aja"


"Aku aja"


"Gak kak"


"Aeril.."


Sang kasih pun bingung memilih yang mana. Lalu Vier meletakkan kartu nya di atas meja kasir.


"Nih mba kartu saya aja" ucap Vier.


Aeril cemberut dengan tingkah Vier lalu ia kembali ke mobil duluan. Vier hanya melihat kepergian Aeril.


"Ini mas kartu nya terima kasih" ucap sang kasih lalu menyerahkan kartu dan novel nya.


Vier lalu mengejar Aeril ke luar. Ia melihat tidak ada di luar toko buku. Lalu ia masuk ke dalam mobil dan menemukan Aeril yang sedang cemberut.


"Huftt, untung aja kirain kamu dimana" ucap Vier lalu memakai sabuk pengaman.


Tak ada tanggapan pun Vier menghela nafas nya. Lalu ia menjalankan mobil nya ke rumah Aeril.


Aeril masih mendiamkan Vier di perjalanan. Vier yang tak tahan pun memanggil nama Aeril.

__ADS_1


"Ril.."


"..."


"Aerill"


"..."


"Dah lah Ril jangan kayagini, kakak minta maaf deh" ucap Vier berusaha membujuk Aeril.


"..."


"Aeril"


"..."


Vier yang tahan pun mendekatkan wajah nya ke kuping Aeril dan membisikan sesuatu.


Aeril yang kala itu melamun pun mendengar bisikan Vier pun memerah muka nya.


"Maafin yah" ucap Vier. Aeril menoleh lalu menganggukkan kepala nya tetapi tidak menyembunyikan rona merah di pipi nya. Vier hanya tersenyum melihat nya.


Sesampainya di rumah Aeril..


"Makasih yah kak udah nganterin aku" ucap Aeril.


"Iya, nih novel nya" ucap Vier lalu menyodorkan novel nya.


"Makasih kak, mau mampir dulu?" Tanya Aeril.


"Gak usah kakak langsung aja, kamu jangan lupa istirahat" ucap Vier.


"Siapp boss" ucap Aeril hormat ke Vier dan tersenyum. Vier yang kala itu melihatnya tak tahan lalu.


Cup


Vier mencium kening Aeril. Aeril yang mendapat perlakuan itu pun tertegun untuk sementara waktu.


Lalu ia langsung keluar mobil meninggalkan Vier yang tercengang.


"Gilaaa Lo Vierr kenapa Lo nyium Aeril cobaa.. bodohhh... Nanti kalo Aeril nya ngejauh kayamana.. Vierr bodohhh" monolog Vier lalu menjalankan mobil nya dengan ekspresi kesal.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2