AERILYN (END)

AERILYN (END)
67. Aku Kenapa?


__ADS_3

...Saat seorang wanita tidak ingin memberitahu kita mengapa ia menangis, jangan di paksa. Biarkanlah ia yang memberitahumu secara perlahan....


...~Vier...


-


-


-


Saat Vier memasuki apartemen nya ia tak menemukan Aeril di manapun. Langsung saja ia coba cek di kamarnya ternyata terdapat Aeril sedang tidur.


Vier mendekati Aeril dan duduk di samping kasurnya sambil membangunkan Aeril.


"Ril, bangun bentar lagi kamu ada kelas" ucap Vier lembut. Tak ada tanggapan dari Aeril tetapi Vier melihat mata Aeril bengkak seperti habis menangis. Vier pun terkejut langsung saja ia bangunkan Aeril.


"Rill, kamu kenapa nangis" ucap Vier khawatir sambil mengguncang tubuh Aeril. Aeril yang merasa di bangunkan pun segera membuka matanya dan terdapat Vier dengan ekspresi khawatir. Tak sadar ia memeluk pinggang Vier dan menaruh kepalanya di pangkuan Vier.


Vier yang melihat itu pun tertegun tak tau harus berbuat apa. Ia eluslah rambut Aeril dengan lembut dan berucap.


"Kamu kenapa?" Tanya Vier lembut.


"Karena kamu" jawab Aeril dengan suara serak.


"Aku, aku kenapa?" Tanya balik Vier. Aeril menggelengkan kepalanya di pinggang Vier tak mau menjawab. Vier semakin bingung di buatnya.


"Kamu gak mau kasih tau aku" ucap Vier. Aeril mengangguk.


"Ya udah kalo gak mau kasih tau, sekarang kamu bangun ya nanti kamu telat" ucap Vier. Aeril pun bangun perlahan masih setengah sadar. Vier memberikan air putih untuk di minum oleh Aeril.


"Kamu tunggu sebentar" ucap Aeril lalu berjalan ke arah kamar mandi. Vier yang melihat belakang punggung Aeril merasa heran mengapa Aeril menangis karenanya.


Tak lama Aeril sudah berpakaian rapih tetapi matanya masih terlihat bengkak. Vier yang melihat itu pun langsung memberinya kacamata berwarna biru senada dengan baju Aeril untuk di pakainya.


Aeril yang melihat itu tertegun tetapi langsung tersenyum ke arah Vier dan mengucapkan terima kasih. Vier hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Ini aku udah bawain kamu makan siang nanti kamu makan di mobil aja ya" ucap Vier. Mereka berdua bergegas langsung ke mobil menuju universitas.


Sesampainya di sana Aeril ingin membuka pintu mobil tetapi tangannya di tahan oleh Vier.


"Nanti kalo kamu udah pulang jangan lupa telpon aku" ujar Vier. Aeril hanya mengangguk dan segera ia membuka pintu mobil dan bergegas ke kelasnya.


Vier langsung bergegas meninggalkan gedung musik menuju ke gedung bisnis karena ia masih ada kelas.


Sore hari menjelang saat matahari memantulkan sinar jingga ke sebagian bumi saat itu juga Aeril telah menyelesaikan kelasnya.


Saat ini Aeril duduk di depan kelasnya dan ingin menelfon Vier tetapi segera di kejutkan oleh suara seseorang memanggilnya.


"Ril" panggil Vier sambil mendekat ke arah Aeril duduk.


"Ayok" ajak Vier. Aeril segera mengikuti Vier


"Kita ke apartemen aku dulu ya mau beresin barang" ucap Vier. Aeril hanya mengangguk menanggapinya.

__ADS_1


Setelah sampai di apartemennya, Vier segera membereskan barang bawaan nya di bantu dengan Aeril.


Saat di sela-sela membereskan barang ada yang membunyikan bel. Segera Aeril membukakan pintunya dan terdapat Han, Ken dan Sam sambil tersenyum ke arah Aeril. Aeril langsung mempersilahkan mereka bertiga masuk.


"Vier ini tidak bilang kalau mau pindah" ucap Ken sambil melihat-lihat ke sekeliling apartemen.


"Hehee, I'm forget. So, Can you guys help us?" Tanya Vier.


"No problem, let's go" ucap mereka bertiga. Vier yang mendengar itu pun tersenyum senang. Aeril yang mendengar itu tersenyum tipis lalu ia berjalan ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka.


Saat sudah selesai beres-beres nya mereka semua tergeletak di lantai dengan penuh keringat.


"Minum dulu" ujar Aeril sambil memberikan minum kepada mereka semua.


"Thanks Rill, pengertian sekali tidak seperti tuan rumah" ucap Ken sarkasme. Vier yang mendengar itu mendelik tajam ke arah Ken.


Setelah mereka menaruh barang-barang ke dalam mobil. Mereka bertiga mengajak Vier dan Aeril makan malam bersama.


"Kalian berdua ikut kita dinner ya" ucap Han. Aeril dan Vier saling memandang. Vier menjawab.


"Izin kak Son dulu Han takut kena marah kalau gak izin" ucap Vier lalu meminjam handphone Aeril untuk menghubungi Son, ia lupa men-charge handphone nya.


Saat panggilannya terjawab oleh Son.


"Kak, Vier sama Aeril dinner sama Han, Ken dan Sam boleh?" Tanya Vier.


"Boleh tapi sehabis itu langsung pulang udah malem" ucap Son memberi izin.


"Thanks kak" ucap Vier senang lalu langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Boleh tapi langsung pulang abis itu" ujar Vier.


"Sip let's go" ucap Han memasuki mobil Ken dan Sam. Sedangkan Aeril dan Vier mengendarai mobil mereka.


Mereka memilih tempat makan di Asian Family Restaurant Dongmoon. Langsung saja mereka parkiran mobil di tempat parkiran.


Mereka semua turun dan langsung bergegas ke dalam karena sudah tak sabar lapar yang melanda ingin makan.


"Waiters, I ordered Indonesian Fried Rice, Chicken Karaage, potato wedges and drink lemon tea" pesan Han kepada waiters restaurant.


"We order the same as him" ucap Ken menunjuk ke arah Sam juga.


"I order two Chicken Cutlet with Rice, Beef & Black Bean Sauce Noodles, Chicken Karaage, Strawberry juice and lemon tea" pesan Vier.


"Wait a minute" ucap waiters tersebut lalu bergegas untuk memberikan pesanan.


Tak lama makanan pun siap di hidangkan. Mereka semua makan dengan hikmat diselingi canda tawa karena ulah Han.


Vier meletakkan Chicken Cutlet with Rice, Beef & Black Bean Sauce Noodles, Chicken Karaage, dan Strawberry juice di depan Aeril untuk membiarkan ia memakannya.


Han, Ken dan Sam pun melongo melihatnya. Mau tak mau Han berucap.


"Kamu suruh Aeril makan semua itu Vier" ucap Han tak percaya. Vier mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Tidak salah?" Tanya Han lagi. Vier menggelengkan kepalanya. Han pun menghembuskan nafas kasar bingung mau bilang apa lagi.


"Makan yang banyak kalau gak habis bilang aku" ucap Vier kepada Aeril.


Mereka semua melanjutkan memakan makanan tadi yang sempat tertunda.


Aeril sudah menghabiskan Chicken Cutlet with Rice dan dilanjuti memakan Beef & Black Bean Sauce Noodles, tetapi saat sudah memakan setengahnya Aeril tak sanggup lagi memakannya ia pun menengok ke arah Vier. Vier yang mengerti itu pun mengambil piringnya dan memakannya.


Han, Ken dan Sam yang melihat itu pun mau tak mau tersenyum jahil. Vier yang merasakan itu pun melihat ke arah mereka bertiga dan mendelik tajam.


"Are you envious?" Ejek Vier kearah mereka. Mereka bertiga yang mendengar itu pun mendelik kesal.


Sehabis memakan semua makanan yang mereka pesan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Bersambung...


...Jangan lupa untuk vote, like dan komen!!!...


__ADS_2