AERILYN (END)

AERILYN (END)
34. ICU


__ADS_3

..."Kecewa dengan keadaan yang membuat ku seperti ini"...


...~Aeril...


-


-


-


Pandangan mata Aeril menangkap pasangan yang sedang bermesraan di ujung meja kafe tersebut.


Mata Aeril seketika memanas melihat pemandangan tersebut. Ia segera berlari keluar dari kafe itu.


Alex yang tidak tau mengapa Aeril berlari pun tak sengaja melihat pasangan yang tadi di lihat oleh Aeril.


Alex langsung segera menghampiri pasangan tersebut dan meninju sang lelaki nya.


"Kenapa Lo tega giniin adek gua bangsattt" ucap Alex meninju kasar sang lelaki hingga lelaki tersebut tersungkur di lantai.


Bughh..


"Lo tau kan dia cewe satu-satu nya di keluarga gue yang keluarga gue jaga, dan Lo seenaknya matahin hati adek gue. Bangsattt lah lo" ucap Alex terus meninju sang lelaki tersebut.


Bughh..


Sang wanita tadi hanya teriak berusaha melerai mereka berdua. Pengunjung kafe pun enggan memisahkan mereka berdua karena melihat kemarahan Alex yang memuncak.


Sang lelaki ingin membalasnya tapi tenaga Alex lebih besar dari sang lelaki tersebut.


Sebelumnya..


Aeril masuk duluan ke dalam kafe tersebut dan tidak sengaja melihat ke ujung meja dan terdapat Riel dan Anez sedang berciuman di dalam kafe itu.


Mata Aeril memanas melihat mereka berdua, segera Aeril lari meninggalkan kafe tersebut.


Aeril berlari hingga ia tak melihat ada mobil yang melaju kencang di jalan itu.


Brukkk


Tubuh Aeril melayang hingga menabrak jalan aspal. Pengendara mobil yang menabrak Aeril keluar melihat tubuh Aeril yang mengeluarkan banyak darah.


Banyak pengendara jalan berhenti karena kecelakaan tersebut sehingga jalanan itu macet.

__ADS_1


Alex yang sedang menghajar Riel mendengar keributan di luar kafe berhenti sejenak mendengar pengunjung kafe yang berbicara tentang kejadian naas tersebut.


"Itu ada apa?" Tanya pengunjung 1.


"Barusan ada kecelakaan" ucap pengunjung 2.


"Kok bisa?" Tanyanya lagi.


"Tadi yang gue liat anak cewe lari sambil nangis gitu dia gak ngeliat ada mobil kenceng yang lagi laju. Dan cewe itu mental sampe kena jalan aspal. Ihh kasian gue sama cewe itu kayanya sih masih SMA" ucap pengunjung 2.


Deg


Jantung Alex berdetak sangat cepat. Ia berlari menghampiri kerumunan kecelakaan itu.


Saat mendekat Alex melihat tubuh Aeril terkapar di jalanan dengan tubuh banyak mengeluarkan darah.


Alex terkejut melihat Aeril dengan kondisi seperti ini. Ia menggendong Aeril ala bridal style dan membawa Aeril ke mobil nya.


Alex menangis dalam diam melihat kondisi Aeril seperti ini. Ia segera mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh sampai rumah sakit.


Di sisi lain,


Vier yang sedang menyetir pun melihat jalanan macet hingga ia tak sengaja melihat Alex menggendong Aeril yang mengeluarkan banyak darah.


Alex membawa Aeril ke rumah sakit keluarga nya.


"Dokterrr, Susterrr, tolongin adekk gue. Cepet woiii" teriak Alex setelah sampai di lobi rumah sakit.


Dokter dan suster tergesa-gesa setelah mendengar teriakan anak pemilih rumah sakit ini.


"Sampe adek saya gak selamat, kalian saya pecat" ancam Alex setelah Dokter dan suster tersebut muncul membawa brangkar.


Aeril di bawa ke ruang ICU. Alex segera menelpon orang tua nya.


"Mah, hikss.. mahh Aeril mahh.. hikss" ucap Alex di telpon itu.


"Kenapa Lex Aeril?" Tanya Axella di seberang telpon khawatir.


"Hiks.. Aeril kecelakaan mah. Dia dirawat di rumah sakit kita..hikss.." ucap Alex tah tahan lagi ia mengeluarkan air mata nya.


"Apaaa... Oke oke mama kesana sekarang" ucap Axella segera mematikan telpon nya.


Setelah mematikan telpon, ia segera meninju tembok rumah sakit hingga tangan nya mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Bangsatt Lo Riell, awas aja adek gue kenapa kenapa abis Lo di tangan gue"ancam Alex dengan sendirinya.


Tak lama Vier datang segera menemui Alex yang terlihat sedang menangis di depan ruang ICU.


"Lex" ucap Vier.


Alex melihat ke arah Vier tetapi ia diam saja. Vier yang melihat itu menghampiri Alex dan bertanya.


"Aeril kenapa?" Tanya Vier.


Alex memanas mendengarnya.


"Gara-gara adek bangsat Lo itu Aeril kaya gini. Lo tau Riel ciuman sama Anez di depan mata Aeril yang dimana Aeril pacar nya" ucap Alex dingin melihat Vier.


Vier terkejut mendengar ucapan Alex, tak sadar tangan ia mengepal kuat saat Adik nya Riel menyakiti orang yang ia suka.


"Lo denger ini Vier, walaupun Riel adek Lo gue gak akan mandang Lo sebagai sahabat gue, karena Riel adek gue kayagini" ucap Alex dingin. Vier hanya bisa diam karena ia juga marah dengan Riel.


Terjadi keheningan diantara mereka berdua, sampai terdengar sebuah suara mengalihkan mereka.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2