
...Perpisahan bukanlah akhir dari sebuah momen tetapi untuk memulai sebuah momen yang baru...
...~Ar...
-
-
-
Hari perpisahan untuk kelas 12 telah tiba. Yang saat itu Alex, Vier dan Regan sedang bersiap-siap untuk menghadiri pesta perpisahan.
Saat mereka datang ke tempat pesta, banyak pekikan suara perempuan yang terdengar sampai ke telinga karena melihat penampilan mereka bertiga.
Tetapi mereka bertiga hiraukan dan terus berjalan sampai di dalam ruangan pesta. Tak lama pesta perpisahan pun dimulai.
"Selamat siang dan selamat sejahtera bagi kita semua. Pertama-tama saya selaku pembawa acara ingin mengucapkan terima kasih kepada siswa/i kelas 12 karena telah berjuang untuk ujian-ujian yang telah kalian semua lakukan ..." Ucap MC panjang lebar.
"Baiklah kita mulai saja acara nya" ucap MC sambil bersemangat.
Acara pesta perpisahan pun sangat meriah tetapi tidak bagi Alex dan Vier.
Mereka memikirkan gadis yang selama ini terus mereka pikirkan siapa lagi kalau bukan Aeril.
Lo dimana Ril gue kangen sama Lo, andaikan waktu bisa diulang gue bakalan jaga Lo dan mencintai Lo, tapi apa udah terlambat. Tetapi gue akan berusaha buat nemuin Lo dan berjuang untuk mendapatkan cinta Lo. Tunggu gue Ril. Batin Vier.
Kamu dimana Ril, kakak kangen sama kamu. Kakak bakalan cari kamu sampe ketemu hingga ujung dunia pun akan kakak cari. Tunggu kakak Ril. Batin Alex.
"Gue tau kalian pasti mikirin Aeril, tapi untuk kali ini aja gak bisa tah kalian seneng-seneng untuk melepas perpisahan kita" ucap Regan sambil melihat ke arah Alex dan Vier. Mereka berdua hanya melirik sekilas tanpa menghiraukan ucapan Regan. Regan yang melihat itu pun hanya menghela napas kasar.
"Huft.. oke fine gue diem aja" ucap Regan pasrah.
Setelah pesta perpisahan berakhir, Alex, Vier maupun Regan pulang ke rumah nya masing-masing.
"Assalamualaikum" sapa Vier setelah memasuki rumah nya.
"Waalaikumsalam, udah pulang kamu sayang" ucap Elena menghampiri putra nya itu.
"Udah Ma, oh iya Papa dimana Ma?" Tanya Vier sambil mencium punggung tangan Elena.
__ADS_1
"Ada tuh di ruang keluarga, emangnya mau ngapain tumbenan nyariin Papa nya" ucap Elena. Vier hanya tersenyum saja menanggapi ucapan sang Mama.
"Ya udah Vier ke tempat Papa dulu yah, ayok Mama juga ikut ada yang mau Vier omongin" ucap Vier berjalan menuju ruang keluarga.
Terlihat di sana Rafael sedang mengerjakan tugas kantornya dengan banyak dokumen yang menumpuk di atas meja.
"Pa" sapa Vier.
"Eehh iya, ada apa tumbenan mau ngomong sama Papa" ledek Rafael.
"Vier mau ngomong sesuatu sama kalian" ucap Vier serius.
Rafael dan Elena yang mendengar itu pun heran karena baru kali ini Vier ingin membicarakan sesuatu dengan serius.
"Ngomong aja sayang" ucap Elena.
"Vier mau kuliah di luar negeri" ucap Vier.
"Apa!! Kenapa gak di sini aja" ucap Elena terkejut mendengar ucapan Vier.
"Vier mau cari suasana baru aja" ucap Vier.
"Kapan kamu mau berangkatnya?" Tanya Elena.
"Besok Vier berangkat" ucap Vier.
"Huft.. ya udah. Kamu di sana inget hati-hati, jaga pola makan nya, harus makan teratur. Mama gak mau nanti kamu sakit dan gak ada yang rawat kamu nantinya dan selalu kabarin Mama atau gak Papa yah sayang" ucap Elena perhatian. Vier yang mendengar itu pun terharu dan langsung memeluk Elena penuh kasih sayang.
"Makasih Ma, tapi Mama jangan khawatir Vier akan dengerin ucapan Mama kok" ucap Vier.
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung...
...Maaf ya baru bisa up sekarang...
...Nanti aku bakalan up lagi...
...Soalnya aku lagi buat untuk cerita selanjutnya itu kayamana...
...~Salam Ar...
__ADS_1