
...Saat bahagia bertemu orang yang di sukai nya, tetapi di hancurkan oleh kegugupan yang melanda...
...~Ar...
-
-
-
"Aeril..." ucap teman orang itu.
"KaVi" ucap Aeril terkejut.
Langsung saja Vier memeluk Aeril erat. Aeril yang tiba-tiba di peluk pun terkejut.
Han yang melihat itu pun terkejut kenapa tiba-tiba Vier bisa memeluk adik dari Son.
Han pun melihat ke arah Son dan terdapat Son lagi tersenyum hangat melihat Vier dan Aeril. Han lagi-lagi dibuat heran.
"Maaf, maafin KaVi baru nemuin kamu Ril" ucap Vier dengan suara parau. Aeril yang mendengar itu pun langsung membalas pelukan Vier.
"Gak papa kok kak, udah lupain aja" ucap Aeril menenangkan Vier.
"Tapi.."
"Udah gak papa"
Vier masih memeluk Aeril sampai Son yang memisahkan mereka berdua.
"Udah acara pelukannya nanti lagi" ucap Son.
"Sorry kak" ucap Vier. Son hanya tersenyum maklum.
"Wait wait bisa ada yang jelasin tidak bagaimana kalian bisa saling kenal" ucap Han heran butuh penjelasan.
"Gini bocah, Vier ini kakak kelas nya Aeril dulu dan temennya kakak Aeril. Nah ini kakak pengen kenalin kamu sama Aeril adik kakak" jelas Son.
"Ohhhh gitu, tapi kok tiba-tiba Vier bisa meluk Aeril ini gimana ceritanya" tanya Han masih heran. Son hanya memandang ke arah Vier dan Vier memalingkan wajahnya ke tempat lain. Han yang melihat itu pun sudah bisa menebak.
Hehehe, ternyata Vier ada orang yang di sukai nya juga. Aku kerjain lah hehee. Batin Han.
"Hello, my name is Han" salam Han kepada Aeril sambil mengulurkan tangannya.
"Aeril" ucap Aeril menjabat tangannya Han dan ingin melepaskan nya tetapi di tahan oleh Han. Aeril yang melihat itu mengkerut kan alisnya.
__ADS_1
Vier yang melihat itu pun menatap tajam ke arah Han dan memutuskan jabatan tangan keduanya. Han yang melihat itu terkekeh dalam hati.
"Are you jealous?" Ejek Han. Vier hanya mendengus kesal.
"Udah kan perkenalannya, bocah kakak titipin Aeril sama kamu. Jangan sampai lecet atau ada luka, jagain terus jangan buat jail atau nangis. Awas lho" ancam Son kepada Han.
"Aku udah dewasa lho kak masa masih panggil bocah kan malu kalo ada yang dengar" ucap Han lesu.
"Bocah" ejek Vier. Han mendelik tajam ke arah Vier.
"Tuh kan kak Vier ngatain aku" ucap Han mengadu.
"Kamu ini kalo gak mau di katain bocah jangan terusan ngadu. Udah pokok nya jagain Aeril" ucap Son lalu berlalu tetapi sebelum itu Son menarik Vier menjauh dari keduanya.
"Don't let Aeril break his heart" ucap Son.
"Tidak akan" ucap Vier tegas.
"Good, jaga baik-baik Aeril jangan buat dia kecewa" ucap Son lalu pergi meninggalkan Vier.
Han mencoba memulai pembicaraan dengan Aeril tapi tidak tau harus memulainya dari mana. Tak sempat Vier langsung datang menghampiri mereka.
"Yok anterin Aeril dulu ke jurusan nya" ucap Vier kepada Han.
"Emangnya kamu tau jurusannya apa?" Tanya Han.
"Benar Ril?" Tanya Han. Aeril hanya mengangguk.
"Kamu kok tau Vier" tanya Han heran.
"Tebak" ucap Vier santai. Han mendelik kesal ke arahnya.
Mereka bertiga berjalan bersama menuju jurusan Aeril. Aeril berjalan di tengah dan di apit oleh Vier dan Han bagaikan bodyguard nya.
Saat sudah sampai di kelas jurusannya mereka pun berhenti.
"Sudah sampai, oh ya Ril nanti kamu mau ke kantin bareng tidak?" Tanya Han. Aeril hanya mengangguk tanda jawabannya.
"Baiklah nanti kita berdua jemput kamu, jangan kemana-mana sebelum kita berdua datang" ucap Han was-was takut kena marah Son.
"Oke" ucap Aeril singkat lalu masuk ke dalam kelasnya tetapi sebelum itu di hentikan oleh pergelangan tangannya yang di pegang oleh Vier.
"Why?" Tanya Aeril menatap Vier. Vier bingung ingin menjawab apa karena tiba-tiba ia refleks memegang tangan Aeril.
"Hati-hati dan tunggu aku" ucap Vier lalu berjalan cepat sambil menarik Han. Aeril yang mendengar itu pun termenung sesaat lalu masuk ke dalam kelasnya.
__ADS_1
Han yang di tarik Vier pun tertawa saat mendengar ucapan tadi.
"Hahahahahaa, bisa bisa nya kamu bicara seperti itu ke Aeril" ejek Han.
"You're nervous?" Tanya Han. Vier hanya mengangguk.
"Hahahaha, baru pertama kali aku lihat kamu nervous" ucap Han sambil tertawa.
"Eh iya kamu suka ya sama Aeril" goda Han. Vier yang di tanya pun hanya diam saja tidak menanggapi.
"Tidak ada jawaban berarti tidak suka, bolehlah aku bisa dapatin Aeril" ucap Han menimang-nimang.
"No, Aeril is mine " ucap Vier penuh penekanan. Han terkekeh mendengarnya.
"I'm just kidding"ucap Han terkekeh.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Bersambung...
...Jangan lupa selalu like dan komennya ya ...