AERILYN (END)

AERILYN (END)
23. Falling


__ADS_3

...Saat kau melihat dia. Ada sesuatu yang berdetak dengan kencang di dada mu. Itu lah tanda nya kau menyukainya....


...~Ar...


-


-


-


Aeril dan Riel masih duduk di atas batuan karang dengan melihat pemandangan pantai dari situ.


"Ril kamu tau gak?" Tanya Riel.


"Gak" ucap Aeril santai.


"Ish aku tuh belum selesai ngomong" ucap Riel kesal.


"Ya kamu lagian nanya ya aku jawab lah" ucap Aeril.


"Ya dah cewe selalu menang" ucap Riel dan Aeril terkekeh.


"Emangnya kamu mau ngomong apa?" Tanya Aeril.


"Aku pengen kamu janji satu hal ke aku" ucap Riel.


"Apaan?" Tanya Aeril penasaran.


"Kamu jangan pernah tinggalin aku" ucap Riel memegang tangan Aeril.


Aeril hanya mengangguk sebagai jawaban nya dan berucap.


"Aku janji, tapi kalo kamu duluan yang ninggalin aku dan aku pastikan akan ngelanggar janji itu" ucap Aeril tegas.


"Aku gak bakal ninggalin kamu Ril" ucap Riel menarik tubuh Aeril ke dalam dekapannya.


 Skipp...


Di sore hari nya, Aeril, Alex, Max, Riel, Vier dan Regan masih bermain di pantai menunggu sunset.


"Ril kita foto dulu yok sama kak Alex" ucap Max kepada Aeril.


"Ayok Max" ucap Aeril.


"Kak foto yok" ucap Max kepada Alex dan Alex menghampiri Aeril dan Max.

__ADS_1


Cekrek



(anggep aja seperi ini)


"Bagus nih" ucap Alex diangguki Max dan Aeril.


Mereka semua menunggu sunset di pinggir pantai bersama pengunjung yang lain.


Sampai sunset pun tiba menyinari air pantai berwarna jingga.



Setelah melihat sunset, mereka semua beranjak dari tempat nya dan pulang ke rumah.


Selama di perjalanan Aeril terlihat lelah. Riel yang melihat itu pun menyandarkan kepala Aeril di pundak nya.


Regan yang sedang menyetir dan Alex di samping nya tak luput dari melihat pemandangan Riel dan Aeril.


Max dan Vier pun tampak jelas melihat pemandangan itu pun.


Max melihat ada pancaran aneh di mata Vier saat melihat Aeril dan Riel. Tetapi ia tak bertanya untuk sekarang, tidak tahu esok.


Sedangkan Alex, ia hanya melihat pemandangan jalan sepanjang yang ia lewati.


Max pun hanya diam dan bermain hp untuk mengusir kebosanan nya. Sedangkan Vier, ia juga memainkan hp nya.


Selama di perjalanan keadaan mobil yang mereka kendarai pun sunyi seperti tidak ada kehidupan di dalam nya.


Regan yang tidak biasa keadaan sepi pun memutar musik di dalam mobil itu.


Lagu Falling - Trevor Daniel


Saat semua nya terhanyut ke dalam lah tersebut. Vier merasakan apa yang di rasakan oleh lagu tersebut.


Max yang berada di samping nya pun tak luput dari penglihatan nya.


Kenapa ekspresi Kak Vier kayagitu yah pas ngedenger lagu Falling. Batin Max


Max tidak ingin bertanya sekarang, karena ia melihat sorot mata Vier yang penuh dengan kedinginan.


Skipp..


Perjalanan pulang yang sangat melelahkan. Mereka telah sampai di rumah Duo A (Aeril dan Alex).

__ADS_1


Aeril yang tertidur di dalam mobil pun ikut terbangun karena sudah sampai.


"Kalian nginep aja di sini" ucap Alex.


"Ya udah deh Lex, capek gue juga abis nyetir" ucap Regan dengan muka lelah nya.


"Ya udah masuk aja ke kamar, masih ada kamar yang kosong kok" ucap Alex.


Mereka berenam masuk ke dalam kamar nya. Aeril dan Alex segera masuk ke dalam kamar nya sendiri.


(Sebenernya rumah yang di tempati Aeril dan Alex ini bukan rumah tetapi mirip dengan Mansion yah guys. Jadi mereka tidur di kamar sendiri-sendiri)


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung


 

__ADS_1


__ADS_2