
...Suatu perasaan yang terpendam lama-lama akan muncul juga di permukaan. Seperti ikan di dasar kolam, jika di beri makan maka ia akan muncul ke permukaan....
...~Ar...
-
-
-
Keesokan harinya
Aeril seperti biasa di jemput oleh Riel untuk berangkat bersama. Sesampainya nya di sekolah, mereka berdua jalan beriringan menuju ke kelas.
"Pagi Ril" sapa Max tersenyum.
"Pagi Max" ucap Aeril.
Setelah mengantar Aeril ke kursi nya. Riel segera duduk di kursi nya sendiri.
Pelajaran pun berlangsung sampai jam istirahat berbunyi. Semua siswa/i berhamburan keluar kelas.
Aeril, Riel, dan Max pun pergi berjalan menuju kantin. Seperti biasa, di sana sudah ada Alex dkk.
"Mau makan apa Ril?" Tanya Riel.
"Seperti biasa aja" ucap Aeril.
Tak butuh waktu lama Riel memesan makanan. Ia datang sambil membawa nampan yang berisi makanan.
"Ini sayang" ucap Riel menyodorkan makanannya di depan Aeril.
"Makasih" ucap Aeril tersenyum.
Mereka semua makan dengan hikmat sampai Regan memulai pembicaraan.
"Guyss, kita ke pantai yok" ucap Regan.
"Hmm, boleh juga tuh" ucap Max.
"Kapan?" Tanya Riel.
"Hari Minggu aja gimana" ucap Regan.
"Ya udah yok lahhh" ucap Max.
"Kamu ikut kan Ril?" Tanya Riel kepada Aeril.
"Kakak ikut gak kak?" Tanya Aeril kepada Alex.
"Ikut" ucap Alex.
"Aku ikut kalo kakak ikut" ucap Aeril diangguki oleh Riel.
"Kita naik 1 mobil aja gimana?" Tanya Regan.
"Ya udah pake mobil gue aja" ucap Alex.
"Ya udah berarti kita pagi kumpul di rumah Alex yah" ucap Regan.
Hari Minggu kemudian
Aeril dan Alex bersiap-siap untuk pergi ke pantai. Max, Riel, Vier dan Regan telah sampai di rumah Alex.
"Jadi siapa yang nyetir?" Tanya Regan.
__ADS_1
"Lo aja" ucap Alex diangguki mereka semua.
"Yahh kalian mah" keluh Regan.
Mereka semua masuk ke dalam mobil Alphard. Di kursi depan ada Regan yang menyetir dan di sebelah nya ada Alex.
Di kursi tengah terdapat Riel dan Aeril. Dan di kursi belakang terdapat Max dan Vier.
1 setengah jam perjalanan
Mobil yang di kendarai oleh Regan pun telah sampai di pantai. Mereka semua turun dari mobil dan segera berlari menuju ke pantai.
Aeril, Riel, Max dan Regan berlari ke tepi pantai. Alex dan Vier hanya berjalan santai menuju gazebo yang terdapat di tepi pantai.
Aeril dan Riel bermain air di pantai dan menyipratkan nya. Sedangkan Riel dan Regan, mereka berdua bermain bola voli yang sudah terpasang di tepi pantai.
Alex dan Vier hanya diam melihat pemandangan pandai dan aktifitas mereka semua.
Aeril dan Riel mereka berdua agak menjauh bermain nya dan duduk di atas batu karang.
"Ril kamu tau gak" ucap Riel.
"Gak" ucap Aeril santai.
"Ish kamu ini aku belum selesai ngomong" ucap Riel cemberut.
"Heheee, emangnya apa?" tawa Aeril dan bertanya.
"Aeril Belicia Gracemoon, aku janji akan selalu ada di samping kamu. Walaupun dalam keadaan suka dan duka. Dan aku akan selalu menjadi pelindung kamu kalau ada orang yang menyakitimu. Aku harap hubungan kita selalu langgeng walau ada rintangan apapun dan kita bisa menghadapi nya bersama" ucap Riel penuh penghayatan.
Aeril tidak bisa berkata apa-apa lagi usai mendengar ucapan Riel. Ia ingin berbicara tetapi bingung ingin bicara apa.
"I'm promise" ucap Riel menunjukkan jari kelingking nya.
"Promise" ucap Aeril menautkan jari kelingking nya di jari kelingking Riel.
Di sisi lain,
Alex dan Vier sedang memperhatikan mereka yang sedang bermain tanpa sepatah kata pun.
Tiba-tiba Alex berdiri dan berucap.
"Gue ke toilet dulu" ucap Alex kepada Vier dan langsung beranjak meninggalkan gazebo tersebut.
Regan menghampiri Vier dan berkata.
"Gue tau, Lo pasti lagi suka sama cewe" ucap Regan duduk di samping Vier.
"Sok tau" ucap Vier.
"Gue tau Lo Vier, kita udah sahabatan dari lama. Dan gue tau cewe yang Lo suka" ucap Regan.
"Siapa?" Tanya Vier.
"Aeril kan" tebak Regan.
Vier tidak menjawab malah memalingkan wajahnya ke arah pantai.
"Tebakan gue gak pernah salah. Gue tau Lo selalu ngeliatin Aeril di saat mereka semua gak merhatiin Lo dan cuma gue yang merhatiin Lo Vier" ucap Regan.
"Gak usah sok tau" ucap Vier dingin.
"Hahaa, Lo gak usah bohongin perasaan Lo sendiri Vier. Gue tau pasti Lo sakit kan ngeliat Riel sama Aeril pacaran" ucap Regan.
"Gak tuh" kekeh Vier.
__ADS_1
"Gue kasih tau Lo yah, yang nama nya perasaan itu gak bisa di bohongin. Lo selalu mandang Aeril dengan mata penuh cinta Vier. Dan selama ini gue gak pernah liat Lo senyum walaupun tipis. Dan saat Lo ngeliat Aeril Lo selalu tersenyum Vier tanpa Lo sadari." Ucap Regan.
"Salah gak sih gue suka sama Aeril" ucap Vier dan Regan tersenyum.
"Yang namanya suka itu gak mandang siapa aja Vier. Jadi Lo tau kan kalo Lo suka sama Aeril" ucap Regan dan diangguki oleh Vier.
"Misalkan kalo Riel putus sama Aeril. Lo gimana?" Ucap Regan.
"Gue.."
Ohh jadi Vier suka sama Aeril. Hehee ternyata Seorang Vier bisa jatuh cinta juga sama Aeril, tapi sayang nya Aeril udah punya Riel. Batin seseorang.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung..
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Cast Regan Savero Edward