AERILYN (END)

AERILYN (END)
33. The Beginning of The Events


__ADS_3

..."Ketika suatu peristiwa yang tidak dapat kita prediksi terjadi begitu cepat akankah perasaan menyesal menghampirinya"...


...~Ar...


-


-


-


Keesokan harinya..


Aeril datang ke sekolah pagi-pagi dengan di temani Alex dan Max. Sesampainya di depan kelas Aeril, Alex langsung menuju ke kelasnya.


Aeril dan Max berjalan ke tempat duduk mereka berdua. Setelah itu Aeril mengambil aerphone yang terdapat di saku baju nya sambil membaca novel yang kemarin ia beli dengan Vier.


Saat asik-asik nya membaca, Aeril melihat kedatangan Riel dengan Anez bersama.


Saat pandangan mata Riel dan Aeril bertemu, Riel segera memalingkan pandangannya ke arah Anez yang sedang di sebelahnya.


Aeril yang kala itu merasa sesak di dadanya tak tahan lagi dan ia segera beranjak ke luar kelas.


Max yang melihat itu langsung segera menyusul Aeril. Aeril berlari sambil menangis sampai ia tak sadar berlari ke arah taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi orang.


Aeril langsung terisak saat mengingat Riel saat itu. Max yang telah sampai pun melihat Aeril begitu terpuruk dan segera mendekap ke pelukannya.


"Maxx..hikss..gue salah apa hikss..sama Riel..hiks" ucap Aeril di sela tangisannya.


"Lo gak salah apa-apa Ril, udah lo tenang dulu yah" ucap Max.


"Ta pi.. hikss, kenapa dia kayagitu sama gue hikss"


"Sstt Aeril, lo tenangin diri lo dulu okee"


"Tapi.."


"Gak ada tapi-tapian" ucap Max tegas.


Aeril berusaha untuk berhenti dari tangisannya tetapi masih ada sesegukkannya.


Max melepaskan pelukannya dan segera duduk di bangku taman tersebut sambil merengkuh Aeril.


"Lo dah nanya Anez itu siapa?" Tanya Max. Aeril hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa belum nanya?"


"Chat gue yang pas itu belum di bales sama Riel Max dari kemarin"


"Huft.. okee okee, lo mau nanya gak nanti sama dia?"

__ADS_1


"Gue.."


"Lo gak yakin?"


"Iya"


"Mau gue tanyain sama Riel?"


"Gak usah Max biar gue aja nanti"


"Ya udah, tapi nanti kalo lo gak sanggup biar gue aja yang nanyain"


"Oke"


"Lo cuci muka dulu sana abis itu kita liat festival nya" ucap Max. Diangguki oleh Aeril.


Skipp..


"Maxx ke sana yok" ucap Aeril sambil menunjuk ke stand foto berbagai karakter.


"Gak lah Ril yang lain aja yah" ucap Max sambil melihat ke arah yang di tunjuk Aeril tadi.


"Ayolah Maxxx" ucap Aeril sambil mengeluarkan puppy eyes nya. Max yang melihat itu akhirnya pasrah dah menganggukkan kepala nya.


"Emang Max paling baik deh, yokk" ucap Aeril menuju ke stand foto.


Saat sampai di sana banyak kostum karakter yang lucu-lucu. Aeril memilih kostum karakter sapi.


"Baiklah, silakan lewat sini" ucap petugas stand nya.


Aeril dan Max menuju ke tempat spot foto nya yang sudah ada sambil memakai kostum nya.


"Ril yakin?" Tanya Max. Diangguki oleh Aeril yang antusias.


Max hanya pasrah dan segera memakai kostum tersebut.



(Kira-kira seperti ini kostum dan gaya mereka)


"Ini dek foto nya" ucap petugasnya.


"Makasih mba, Max bayar sana" ucap Aeril. Max hanya pasrah dan segera membayarnya.


"Makasih mba" ucap Max kepada petugas nya.


Setelah itu mereka berdua berjalan lagi ke berbagai macam stand yang ada di sana.


Skipp pulang sekolah..

__ADS_1


"Ayok Ril" ajak Alex.


"Yok" ucap Aeril.


"Ke kafe dulu yok Ril" ajak Alex.


"Ya udah kak" ucap Aeril.


Mobil mereka terparkir di depan kafe A'R. Aeril dan Alex segera turun dan memasuki kafe tersebut.


Pandangan mata Aeril menangkap pasangan yang sedang bermesraan di ujung meja kafe tersebut.


Mata Aeril seketika memanas melihat pemandangan tersebut. Ia segera berlari keluar dari kafe itu.


Alex yang tidak tau mengapa Aeril berlari pun tak sengaja melihat pasangan yang tadi di lihat oleh Aeril.


Alex langsung segera menghampiri pasangan tersebut dan meninju sang lelaki nya.


"Kenapa Lo tega giniin adek gua bangsattt" ucap Alex meninju kasar sang lelaki hingga lelaki tersebut tersungkur di lantai.


Bughh..


"Lo tau kan dia cewe satu-satu nya di keluarga gue yang keluarga gue jaga, dan Lo seenaknya matahin hati adek gue. Bangsattt lah lo" ucap Alex terus meninju sang lelaki tersebut.


Bughh..


Sang wanita tadi hanya teriak berusaha melerai mereka berdua. Pengunjung kafe pun enggan memisahkan mereka berdua karena melihat kemarahan Alex yang memuncak.


Sang lelaki ingin membalasnya tapi tenaga Alex lebih besar dari sang lelaki tersebut.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


Bersambung...


__ADS_2