
...Tak terasa waktu telah berlalu begitu cepat tetapi perasaan ku tidak akan pernah berubah hanya kepadamu...
...~Ar...
-
-
-
Sudah 18 tahun pernikahan Vier dan Aeril, mereka di karunia anak kembar yaitu Azelleo Aero Vasco dan Azallea Aera Vasco.
Saat ini mereka sekeluarga tengah berada di ruang tamu. Vier yang saat ini tengah libur karena weekend menyempatkan diri untuk berkumpul dengan keluarganya. Ia tidak menyangka jika ia dan Aeril akan di karunia anak kembar; laki-laki dan perempuan.
Aeril tengah menonton tv sembari mengelusi rambut anak laki-lakinya yang sedang tiduran dengan berbantalan pahanya. Anak laki-lakinya sangat jarang manja kepadanya tetapi jika sudah di luar ia menjadi dingin seperti suaminya dulu. Sedangkan anak perempuannya sangat manja dengan Papa nya.
"Gimana sekolah kamu Leo?" Tanya Aeril sembari menunduk menatap anak laki-lakinya yang sedang memejamkan matanya menikmati elusan lembut di kepalanya oleh sang Mama.
"Biasa" ucapnya singkat.
"Hidup dia mah selalu ngebosenin Ma" ucap anak perempuan nya; Lea yang saat ini tengah berada di pelukan sang Papa yang hanya melihat ketiga orang yang ia sayangi itu dengan tersenyum lembut.
"Shut up" desis Leo saat mendengar ucapan sang adik.
"Wlekk bodo amat" ejeknya membuat Leo geram ia ingin bangkit tetapi di tahan oleh Aeril.
"Gak boleh berantem sayang" ucap Aeril lembut.
"Tapi dia Ma nyebelin" adunya membuat Aeril tersenyum kecil.
"Kamu juga Lea gak boleh kayagitu sama kakak kamu"
"Hehee just kidding Ma" ucapnya. Aeril hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak-anaknya itu. Jika di lihat dari luar mereka berdua selalu memperdebatkan hal-hal kecil tetapi jauh di lubuk hati mereka, mereka sangat menyayangi satu sama lainnya. Jadi hal seperti ini sudah biasa bagi Aeril dan Vier.
"Katanya Gerald mau tinggal di sini ya sayang?" Tanya Vier yang sedari tadi diam.
"Eh iya aku lupa ngasih tau kamu" Leo yang sedari tadi mendengarkan pun seketika bangkit dan meninggalkan mereka dengan tanda tanya.
"Kenapa kakak kamu Lea?" Tanya Aeril heran.
"Mungkin pundung karena gak di kabarin sama kak Gerald" ucap Lea santai.
"Tumbenan Gerald gak ngabarin Leo dulu"
"Mungkin lupa Ma"
"Oh iya aku ke kamar dulu ya Ma Pa" sambungnya setelah mendapatkan anggukan dari orang tua nya.
Kini hanya tinggal Aeril dan Vier yang berada di ruang tengah. Vier menarik tubuh Aeril dan langsung berada di pelukannya. Aeril yang tiba-tiba berada di pelukannya pun terkejut menatap Vier yang sedang menatapnya dengan seringainya.
"Why?" Tanya Aeril.
"Nothing, only I miss you babe" bisiknya di telinga Aeril membuat Aeril blushing dan langsung menenggelamkan wajahnya di dada Vier. Vier terkekeh melihat reaksi Aeril yang tak pernah berubah dari masa muda mereka.
__ADS_1
"Can I kiss you?" Tanya Vier.
"You can" ucap Aeril malu-malu.
Vier langsung mendekatkan wajahnya kepada Aeril yang langsung menutup matanya. Bibir Vier bertemu dengan bibir ranum Aeril dan ********** lembut. Aeril membalas lumayan itu tak kalah lembut nya. Ciuman manis mereka berlangsung lama sampai Aeril kehabisan oksigen dan langsung Vier melepaskan lumatannya dari bibir Aeril.
Aeril terengah-engah dengan bibir merah yang bengkak membuat Vier tergoda melihatnya. Vier mengangkat tubuh Aeril dan menaruhnya di pangkuannya dan langsung saja ia sambar bibir yang masih meraup oksigen itu dengan rakus. Ia ***** bibir atas dan bawah bergantian dengan terburu-buru membuat Aeril susah mengimbangi ciumannya. Aeril tau Vier sedang menahan gejolak hasratnya dalam ciuman ini. Ia melenguh saat Vier menggigit bibir Aeril dan langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut Aeril. Vier merebahkan tubuh Aeril di sofa yang mereka duduki itu dan mengukung tubuh Aeril di bawahnya. Tangan Vier masuk ke dalam baju Aeril dan mengelus perut rata Aeril dengan sensual membuat Aeril mendesah. Mendengar ******* itu membuat Vier kalap ia melepaskan ciumannya dan langsung menghisap dan menggigiti leher Aeril memberi tanda di sana.
"Ma Pa maaf ganggu, aku pergi dulu ya bye Ma Pa" ucap Lea langsung ngacir keluar rumah tanpa menghiraukan balasan orang tua nya. Aeril langsung mendorong tubuh Vier yang berada di atasnya dan lari menuju kamarnya menahan malu karena ketahuan oleh anaknya. Vier yang tau Aeril malu pun menyusulnya dan ingin melanjutkan kegiatan tadi ke tahap selanjutnya.
Sedangkan Leo yang saat ini berada di balkon kamarnya sedang menunggu panggilan yang tidak kunjung sang empunya nomor angkat. Ia kesal ingin membanting handphonenya tetapi langsung terhubung saat orang itu menjawab panggilannya.
"Halo" suara bass seseorang dari telepon membuat Leo yang sedang menahan kesal langsung menjawabnya dengan ketus.
"Kok Lo gak bilang mau tinggal di sini, Lo lupa atau sengaja gak ngasih tau gue"
"Hehehe sorry gue lupa ngabarin Lo, jangan marah marah dong Ro"
"Bodo gue ngambek sama lo" Ucap Leo merenggut tak suka. Tak lama panggilan suara pun berubah ke panggilan video. Leo menerima panggilan tersebut dengan wajah badmood menatap orang di layar handphone nya malas.
"Dih ngambek" Gerald; sepupu Leo. Anak dari Jakson dan Arin. Wajahnya menurun dari sang ayah dan sedikit dari ibu nya. Jackson menikah dengan seseorang dari Korea tak lama setelah Aeril dan Vier menikah. Mereka dahulu di karunia sang anak yang saat ini sedang video call dengan Leo.
"Bodo" ucap Leo membuat Gerald terkekeh.
"Maafin gue dong, nanti gue bawain oleh-oleh dari sini. Mau gak?"
"Sampe Lo gak bawa gak gue maafin"
"Kapan Lo datengnya?"
"Lusa gue udah di sana, jemput gue ya"
"Ya gue jemput" ucap Leo malas.
"Nah gitu dong, good boy"
"Hmm"
"Ya udah, see you later boy"
"Be careful Hyung" ucap Leo membuat Gerald terkejut. Pasalnya Leo jarang sekali memanggil dia dengan sebutan itu. Leo yang melihat Gerald terkejut pun langsung mematikan panggilan telepon nya. Ia kelepasan memanggil Gerald dengan sebutan Hyung itu. Karena jika ia memanggil sebutan itu akan di goda habis-habisan oleh Gerald walaupun umur mereka sama hanya beda bulan saja tetap saja Leo memanggil Gerald dengan namanya. Lain cerita jika ia sedang manja seperti tadi.
Leo yang kata teman-temannya di sekolah orang yang dingin dan susah di dekati tetapi nyatanya ia berubah manja hanya kepada Gerald sepupu nya itu. Entah kenapa ia pun tak tahu, pasalnya Gerald itu peka terhadap dirinya maupun adiknya. Gerald juga senang memanjakan dirinya jadi Leo berubah menjadi manja karena dirinya juga, tidak salah kan dirinya. Leo juga seperti memiliki seorang kakak walaupun ia kakak bagi adiknya tetapi dengan Gerald berbeda.
...××××××...
Di lain sisi tempat di mana Lea dan Alesya atau biasa di panggil Lesya; anak dari Max dan Freya sedang berkeliling mall dengan membawa barang belanjaan di tangannya. Mereka berdua ingin mencari tempat makan karena tenaga mereka habis terkuras berkeliling mall hanya mencari baju yang cocok untuk mereka sendiri, ribet memang tetapi begitulah jika Lea dan Lesya bertemu.
Dan di sinilah sekarang mereka sedang menunggu makanan yang telah mereka pesan duluan.
"Eh Lea bukannya itu Om Riel ya?" Tanya Lesya sembari menunjuk ke arah seberang kursi mereka.
"Iya Sya, yok samperin" ajak Lea beranjak dari duduknya tanpa menghiraukan jawaban Lesya.
__ADS_1
Lea menghampiri Riel yang sedang duduk di seberang cafe tempat mereka berada.
"Hai Om Riel" sapa Lea dengan tersenyum manis. Riel yang sedang bermain handphone pun mendongakkan kepalanya dan melihat ada keponakannya di hadapannya.
"Eh Lea sama siapa kamu ke sini?" Tanya Riel.
"Sama Lesya Om, Om sendiri ngapain di sini?"
"Lagi nunggu klien Om"
"Oh ya udah kalo gitu aku ke sana dulu ya"
"Oke sayang" ucap Riel lalu Lea pergi meninggalkan Riel dengan tatapan yang sulit di artikan.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
...TBC...
...Haii balik lagi sama cerita aku, ini extra chapter untuk season ke 2 AERILYN...
...Tungguin yaa......
...Maaf udah lama banget up nya,...
...Jangan sampe ketinggalan ya, kemungkinan season ke 2 ini beda dari season pertama, so kalian harus baca okeyy......
...See you......
__ADS_1