
...Perkelahian bisa dihindari dimana tidak menggunakan kekerasan tetapi bisa menggunakan kepala dingin...
...~Ar...
-
-
-
"Aeril diaa...." Ucap Rini terpotong karena terdengar suara bel masuk berbunyi.
"Dah nanti aja takutnya guru langsung masuk ke kelas" ucap Rini memberhentikan pembicaraan yang sudah membuat mereka sangat penasaran.
"Ishh bel ini dah tau gue penasaran eeh malah dibuat makin penasaran" umpat Dion kesal. Robi hanya terkekeh karena ia juga dibuat penasaran.
Sebelumnya..
Saat bel berbunyi semua siswa di kelas pada kembali ketempat duduk nya masing-masing.
Mereka semua menunggu guru yang mengajar untuk memasuki kelas mereka.
Ceklek..
Suara pintu kelas terdengar dan semua murid mengalihkan perhatiannya ke pintu tersebut.
Terlihatlah Riel dan Anez berjalan berdampingan. Tetapi ada yang aneh dengan wajah Riel karena terlihat seperti wajah yang babak belur seperti dipukuli.
"Kenapa itu muka Riel kok kaya babak belur gitu?" Tanya Dion.
"Gak tau gue juga heran" ucap Robi.
Rini yang melihat itu tau sesuatu tetapi ia tidak mau sampai terdengar ke telinga Max. Ia melihat ke arah Max ternyata ia masih memasang earphone di telinganya sambil menelengkupkan kepalanya di meja.
Riel dan Anez berjalan menuju kursi nya yang memang mereka berdua duduk sebangku.
Ketika Riel menarik kursi nya, terdengar bunyi berderit dari kursi yang membuat bising suasana kelas yang hening.
Suara itu mengalihkan perhatian Max yang sedari tadi tidak memperhatikan kelas dan memakai aerphone nya.
__ADS_1
Segera Max menoleh kearah bunyi kursi tadi dan mendapatkan Riel yang sedang tersenyum kearah Anez yang disebelah nya.
Melihat hal itu kemarahan Max sampai pada puncak nya setelah selama seminggu ini ia tahan.
Max bangun dari kursi nya mengejutkan semua orang dan langsung menghampiri Riel.
Tanpa basa-basi Max langsung meninju Riel yang tidak memperhatikan ia datang.
Riel terkejut mendapat tinjuan seperti itu segera ia jatuh dan mendorong meja di mana meja dan kursi itu yang akan ia duduki.
Max tak tinggal diam, ia menarik kerah baju Riel dan langsung meninju nya terus menerus sampai Riel meludahkan seteguk darah nya keluar.
Semua murid yang melihat ini pun bergidik ngeri lalu segera anak laki-laki pada ingin memisahkan Max dengan Riel.
"Udah Max berenti Lo gak liat Riel udah babak belur gara-gara Lo" ucap Robi selaku ketua kelas.
"Iya Max Lo gak bisa ngomong baik-baik kalo ada masalah jangan gunain kekerasan" ucap Dion.
"Ngomong baik-baik Lo bilang, bajingan ini Lo pengen gue ngomong baik-baik gak bisa" ucap Max penuh tekanan.
"Emangnya masalah Lo sama Riel kenapa?" Tanya Robi.
"Berhentiii ada apa ini!!" teriak guru tersebut yang baru masuk ke dalam kelas tetapi melihat muridnya berkelahi.
Suara guru itu tidak di hiraukan oleh mereka semua karena mereka semua sibuk memisahkan Max dengan Riel.
Guru itu pun geram dan berjalan menghampiri mereka dan melihat apa yang diributkan. Ketika ia melihatnya sungguh terkejut dengan apa yang di lakukan murid nya ini.
"Astagaa Max Riell berhenti kalian!!" ucap guru tersebut dan memisahkan mereka berdua.
Max yang melihat ada guru pun berhenti tetapi tetap menatap Riel dengan tajam dan ia juga tidak beranjak dari tempatnya.
"Kamu Max segera ke ruang kepala sekolah, dan kamu Robi bawa Riel ke UKS" ucap guru itu tegas.
Max pun segera ke ruang kepala sekolah di temani guru tersebut takut Max kabur atau menuju ke tempat lain. Sedangkan Riel di bawa beberapa murid ke dalam UKS.
Suasana di kelas itu pun menjadi tegang karena melihat perkelahian Max tadi, apalagi Anez yang sudah pucat di buat nya.
-
__ADS_1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung..
...Jangan lupa yah untuk terus vote, like dan komennya...
...~Salam Ar...
__ADS_1