AERILYN (END)

AERILYN (END)
28. Masalah II


__ADS_3

..."Salah gak gue cemburu?"...


...~Aeril...


-


-


-


Skipp istirahat


Aeril dan Max bersiap-siap untuk ke kantin. Tapi sebelum itu Aeril menghampiri Riel yang sedang bercanda dengan Anez.


"Riel, kamu mau ikut ke kantin gak?" Tanya Aeril kepada Riel.


"Entar deh, duluan aja Ril" ucap Riel tanpa menoleh ke Aeril.


"Ya udah deh" ucap Aeril lesu.


Max langsung menarik Aeril meninggalkan Riel dan Anez.


"Lo gak papa?" Tanya Max.


"Gak papa" ucap Aeril terus berjalan.


Kenapa Lo jadi kayagini Ril, please jangan sampe Lo trauma lagi. Batin Max.


Di kantin,


Aeril langsung duduk di sebelah Alex dan memakan makanannya. Tak lama Max datang dan mendapat isyarat dari Alex seakan bertanya.


"Kenapa Aeril?" Bisik Alex kepada Max.


"Tadi kan Aeril ngajak Riel ke kantin tapi Riel nolak. Tapi nih yah kak si Riel itu gak noleh atau apa malah bercandaan sama si dia itu" ucap Max geram.


"Si Riel itu, liat aja sampe Aeril kenapa kenapa abis dia sama gue" ancam Alex.


Max bergidik ngeri mendengar ancaman Alex.


Alex lalu menoleh ke arah Aeril yang masih memakan makanannya.


"Pelan-pelan makannya, kamu abisin aja punya kakak" ucap Alex lembut.


"Eh sorry kak, aku gak sengaja makan makanan kakak" ucap Aeril berhenti makan.


"Udah gak papa kamu makan aja lagi" ucap Alex.


Aeril terus makan sampai makanan yang ia makan habis. Ia mencari minum tetapi punya Alex telah habis. Aeril menoleh ke minuman Regan yang juga habis. Tersisa minuman milik Vier.


Aeril menyambar minuman yang di pegang oleh Vier dan langsung meminum nya.


Suasana meja tersebut menjadi hening. Mereka semua menoleh ke arah Vier untuk menunggu reaksi nya.


Tetapi situasi yang mereka harapkan tak terjadi, malah Vier tersenyum tipis ke arah Aeril yang meminum habis minumannya.

__ADS_1


Regan menyikut Alex yang duduk di sebelah nya. Tapi Alex mengangkat bahu nya tak tahu.


Max yang melihat itu juga terkejut dan segera menegur Aeril.


"Ril" tegur Max.


"Kenapa?" Tanya Aeril.


"Itu.." Max menunjuk minuman yang di minum oleh Aeril.


"Eehh, sorry kak V, aku ganti yah minuman nya" ucap Aeril merasa bersalah.


"Gak papa" ucap Vier tersenyum tipis.


"Thanks kak, lain kali aku ganti kok serius" ucap Aeril. Vier hanya menganggukkan kepala nya.


Alex, Max, dan Regan saling tatap menatap di antara mereka bertiga seakan meminta jawaban.


Tetapi mereka bertiga tidak ada yang tahu. Lalu mereka menatap ke arah Vier meminta penjelasan. Sama saja Vier hanya mengacuhkan mereka bertiga.


Mereka bertiga masih dalam keadaan linglung sampai suara memecahkan keheningan mereka.


"Boleh gabung gak gue" ucap nya.


Mereka bertiga menoleh ke arah nya, terdapat Riel bersama Anez yang menghampiri meja mereka.


"Duduk sih kaya apa aja" ucap Regan yang tidak tahu situasi nya.


Riel dan Anez segera bergabung di meja mereka.


"Samain aja" ucap Anez.


Riel lalu memesan makanannya. Tak lama Riel menyodorkan sepiring nasi goreng di depan Anez.


"Thanks" ucap Anez tersenyum.


"Ya" ucap Riel tersenyum.


Mereka berdua makan tanpa menghiraukan pandangan di sekelilingnya.


Alex yang melihat nya geram seakan ingin menghabisi nya sekarang juga. Tetapi Max berusaha untuk menahan nya.


Regan yang melihat ke arah Alex yang berusaha menahan amarah nya pun ingin bertanya. Tetapi melihat tatapan Alex ia tak jadi bertanya.


Aeril yang lagi memainkan handphone nya tak dapat lagi menahan nya lalu ia pergi.


Melihat Aeril meninggalkan kantin. Alex dan Max segera menyusul nya. Regan menoleh ke arah Vier tetapi Vier malah ikut meninggalkan kantin mengejar mereka.


Aeril terus saja berjalan ke arah rooftop sekolah untuk menenangkan pikirannya.


Ia duduk di sofa yang telah ada lalu memejamkan mata nya. Merasa ada seseorang yang duduk di sebelah nya tetapi tidak ia hiraukan.


"Lo kenapa?" Tanya seseorang itu.


Aeril tidak menjawab cukup lama lalu ia berucap.

__ADS_1


"Salah gak gue cemburu" ucap Aeril tanpa membuka mata nya.


"Gak ada salah nya kok, itu tanda nya Lo sayang sama dia" ucap nya.


"Kalo dia beneran sayang sama gue tapi kenapa dia gituin gue. Gue gak mau hal sama terulang kedua kali nya. Cewe itu ngancurin hidup gue. Gue trauma sampe gue pindah dari sekolah. Tapi sekarang dia ada di sini. Gak cukup apa dia ngambil milik gue terus. Gue salah apa kak?" ucap Aeril terisak.


"Gue gak tau salah gue apa, coba Lo kasih tau gue. Gue berusaha ngelupain masa lalu tapi cewe itu datang lagi ke hidup gue. Gue harus apa kak? Tuhan gak adil, selalu ngambil orang yang gue sayang" tambah Aeril menangis.


"Sstt Lo gak boleh ngomong kayagitu Ril. Ada saat nya yang milik Lo itu tetapi bukan terbaik buat Lo. Lo gak salah Ril. Tetapi dia yang bersalah sama Lo. Jangan nyalahin diri sendiri buat orang kaya dia" ucap nya.


"Tapi dia adek Lo kak, kenapa Lo bilang kayagini ke gua. Seakan akan dia bukan adek Lo" ucap Aeril menatap Vier.


"Memang dia adek gue, tapi buat apa seorang adek yang gak bisa jaga cewe yang sama seperti ibu nya sendiri nangis" ucap Vier.


"Guee..guee" Ucap Aeril menangis lagi.


Vier segera mendekap tubuh Aeril ke arah nya dan menenangkan nya.


Aeril mencengkram erat baju sekolah Vier hingga kusut. Dan ia juga membasahi baju Vier dengan air mata nya.


"Lo gak boleh nangis Ril, inget Lo harus kuat apa pun yang terjadi. Jangan sampe cuma hal kayagini buat Lo terpuruk. Gue gak suka Lo kayagitu" ucap Vier.


Aeril terus menangis di dekapan Vier sampai ia tertidur dengan mata bengkak sehabis menangis.


Vier segera membaringkan tubuh Aeril ke arah sofa yang ia duduki itu dan mengelus kepala Aeril yang masih sesenggukan sehabis menangis.


"Gue tau Lo sayang sama Riel Ril, tapi gue gak mau Lo nangis cuma hal kayagini" ucap Vier memandang Aeril yang tertidur pulas.


"Gue pengen ngasih tau Lo siapa cewe itu tapi gue gak tau itu yang terbaik atau terburuk buat Lo. Sorry Ril" tambah Vier lalu mengecup kening Aeril dan duduk di seberang sofa menjaga Aeril.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2