AERILYN (END)

AERILYN (END)
43. Terpuruk


__ADS_3

...Saat dimana orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita, di saat itu juga hal terpuruk datang menghampiri....


...~Alex...


-


-


-


Alex melajukan mobil nya sampai ke bar. Lalu ia masuk ke dalam yang sudah tercium bau alkohol yang menyengat. Di sana juga terdapat orang-orang yang sedang bercumbu mesra.


Ia berjalan ke arah bartender yang ada disitu lalu memesan minuman.


"Mau memesan apa tuan?" Ucap bartender.


"Vodka" ucap Alex. Lalu bartender itu pun memberikan sebotol Vodka yang kadar alkohol nya tinggi.


Alex meminum itu sambil memikirkan Aeril yang dibawa pergi oleh Son.


Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang memakai pakaian yang sangat terbuka belahan dada nya. Mendekati Alex.


"Hai tampan" ucap wanita itu menggoda. Alex diam saja tidak menghiraukan nya.


"Kenapa diam saja apa kamu malu, kalau gitu ayok kita main di dalam" ucap wanita tersebut menyentuh wajah Alex. Seketika Alex menepis tangannya jijik.


"Jangan menyentuh tangan kotor mu kepadaku. Enyahlah" ucap Alex dingin. Seketika wanita itu pun meninggalkan Alex dan mencari lelaki yang lain untuk di goda.


Alex terus meminum hingga isi botol nya tersisa setengah. Ia sudah mabuk berat saat ini. Ia terus mengigau memanggil nama Aeril terus menerus.


Di sisi lain,

__ADS_1


Regan memasuki bar dan menuju ke tempat bartender berada. Lalu ia duduk di hadapan bartender itu dan memesan minuman.


Setelah minuman datang, ia langsung meneguk minumannya santai sambil mendengarkan musik yang begitu keras di bar tersebut.


Tiba-tiba terdengar suara orang yang meracau yang duduk di sebelahnya sedari tadi.


"Kak.. Alex mohon kak jangan bawa Aeril pergi" ucap seseorang tersebut.


Regan kaget setelah mendengar ucapan orang tersebut karena orang tersebut kepala nya tengkurap di meja bar jadi ia tidak menyadari nya.


"Alexx" kata Regan kaget. Lalu ia membangunkan Alex yang di sampingnya.


"Woii Lexx bangun, kenapa Lo bisa ada di sini" ucap Regan sembari membangunkan Alex. Tetapi Alex tetap tak bergeming dan meracau tak jelas memanggil nama Aeril terus menerus.


"Astagaa kenapa Lo jadi kayagini sih Lex" ucap Regan ingin memapah tubuh Alex. Tetapi di tepis oleh Alex yang sudah mabuk berat.


"Jangan, jangan bawa Aeril pergi" ucap Alex tak sadar. Regan mengusap wajahnya kasar. Lalu ia melihat botol yang Alex minum ternyata Vodka yang kadar alkohol nya tinggi.


"Bisa-bisanya Lo minum Vodka padahal Lo gak pernah minum-minuman beralkohol" ucap Regan menggelengkan kepala nya. Lalu ia memapah tubuh Alex yang sudah kehilangan kesadaran.


Regan membawa Alex ke dalam mobil nya, dan segera menuju ke rumah Alex. Sedangkan mobil Alex ia menelpon bodyguard nya untuk mengantarkan ke rumah Alex.


Tak lama Regan sampai di rumah Alex dan memapah tubuh Alex masuk ke rumah nya.


Regan memencet bel terus menerus karena hari sudah malam kemungkinan pemilik rumah sudah tidur.


Ceklek


Pintu rumah pun terbuka dan menampakkan wajah Axella yang terkejut dengan kondisi Alex.


"Astagaa Alex, kenapa dia Regan?" Tanya Axella khawatir.

__ADS_1


"Nanti Regan jelasin yah Tan, sekarang Regan bawa Alex dulu ke kamarnya. Soalnya berat ini Tan hehee" ucap Regan langsung masuk ke rumah Alex dan langsung menuju ke kamar Alex yang di lantai 2.


Axella yang melihat itu hanya menggelengkan kepala nya dan menuju dapur untuk membawakan minuman untuk Regan.


Setelah Regan telah sampai di kamar nya Alex langsung saja ia taruh tubuh Alex di ranjang nya. Alex masih meracau tak jelas.


"Kasian gue sebenernya sama Lo Lex, tapi gue cuma bisa semangatin Lo" ucap Regan lalu keluar dari kamar Alex menuju ruang tamu.


"Kenapa dengan Alex Regan?" Tanya Axella khawatir.


"Regan juga gak tau Tante, tadi itu Regan ke bar dan kaget ngeliat Alex udah gak sadar kayagitu" ucap Regan menjelaskan.


"Ya ampunn Alex, gara-gara Aeril dia jadi begini" ucap Axella sedih.


"Udah Tante gak usah khawatir mungkin nanti Alex bakal kaya dulu lagi" ucap Regan.


"Semoga" ucap Axella.


"Ya udah Tante Regan pulang dulu udah malem, Assalamualaikum" ucap Regan menyalimi Axella tetapi sebelum itu ia meminum minuman yang telah Axella buatkan. Axella hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak sahabat nya itu.


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


Bersambung..


__ADS_2