AERILYN (END)

AERILYN (END)
45. Tidur


__ADS_3

...Sudahlah lebih baik tidur karena besok kita akan melalui hal yang baru....


...~Ar...


-


-


-


Alex, Max, Vier dan Regan sudah duduk di meja makan yang sudah ada Axella dan Axellio.


Mereka makan malam hanya dentingan sendok yang terdengar itulah peraturannya.


Setelah makan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Alex, Max dan Vier tetap diam saja. Sedangkan Regan hanya tersenyum kikuk.


"Kenapa kemarin kamu ke bar Alex?" Tanya Axellio dingin. Alex yang di tanya pun hanya diam. Kesal karena tidak ada jawaban lalu Axellio bertanya lagi.


"Jawab Alexi Emrick Gracemoon" ucap Axellio tegas. Alex yang tau Papa nya marah pun menjawab dengan nada bergetar.


"Hmm.. itu..pa..Alex gak se..ngaja ke sana" ucap Alex terbata-bata.


"Oh iya gak sengaja yah, betul begitu Regan" tanya Axellio kepada Regan. Regan yang ditanya pun menelan ludah.


"Hmm anu om Regan cuma ketemu Alex aja di bar" ucap Regan gugup.


"Begitu" ucap Axellio menganggukkan kepala nya.


"Terus kamu tidak sekolah Alex?" Tanya Axellio lagi. Alex hanya menggelengkan kepalanya.


"Bagus, sangat bagus" ucap Axellio. Alex yang mendengar itu pun takut akan kemarahan Axellio.


"Baiklah lain kali jangan seperti ini Lex, Papa maafin kamu kali ini tapi kalau diulangi lagi liat apa yang akan terjadi" ucap Axellio menepuk pundak Alex dan berlalu pergi.


Alex, Max, Vier dan Regan terkejut akan perubahan yang di alami oleh Axellio. Bagaimana tidak, tadi kelihatan jelas sekali kalau sedang marah dan detik berikutnya berubah jadi baik.


"Denger apa kata Papa kamu Alex" ucap Axella yang sedari tadi menyimak.


"Iya Ma" ucap Alex mengerti.


"Kalian mau menginap atau mau pulang?" Tanya Axella kepada Max, Vier dan Regan. Sedangkan yang di tanya hanya saling pandang.

__ADS_1


"Gimana?" Tanya Axella lagi.


"Kami menginap aja Tante" ucap Regan mewakili.


"Baiklah jangan tidur malem karena besok masih sekolah" ucap Axella berlalu pergi meninggalkan mereka.


Sedangkan Alex melotot mendengar ucapan para sahabat nya itu. Sedangkan yang lain tersenyum jahil.


"He-he-he kenapa kalian pada senyum begitu" ucap Alex menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Revenge" ucap Regan mewakili lalu menyerbu Alex di sofa tersebut. Sampai Max yang jatuh dari sofa karena ulah Regan. Vier yang memegangi kaki Alex.


Mereka tertawa bahagia karena suatu hal kecil seperti ini tetapi tidak tau kalau esok.


Mereka semua sudah lelah tertawa dan mereka memutuskan untuk ke kamar nya Alex.


Sesampainya di sana tidak ada pembicaraan sampai Regan memulainya.


"Gimana kita nonton film horor" usul Regan.


"Boleh tuh" ucap Max. Diangguki oleh Alex tetapi tidak oleh Vier.


"Kenapa Lo kak, takut yah?" Ledek Max. Vier hanya diam saja tetapi raut wajah nya menunjukkan ketakutan.


Gedebuk


Bunyi tubuh Vier jatuh dari kasur karena kaki nya di tarik oleh Regan. Vier meringis sakit kala itu. Lalu ia menarik tangan Regan dan Regan pun jatuh wajahnya mengenai lantai hingga memerah.


"Hahahahaaaa" tawa Alex dan Max pecah karena kelakuan mereka berdua.


"Lo mah Vier sakit muka gue kan" ucap Regan dengan nada sedih.


"Badan gue juga sakit" ucap Vier.


"Mangkanya kak jangan nganuin orang kena karma kan Lo" ledek Max.


"Lo yah Max bukannya bantuin gue malah ngeledekin coba geh" ucap Regan dibalas Max dengan mengangkat kedua bahu nya tanda terserah.


"Dah dahh mending tidur" ucap Alex ingin menuju kasur nya tetapi di dahului oleh Vier yang langsung meniduri kasurnya.


"Lo yah Vier kasur gue, sana Lo minggir" ucap Alex kesal. Tetapi tidak di hiraukan oleh Vier malah ia memejamkan mata nya.

__ADS_1


"Hahaa kasian Lo Lex" ledek Regan.


"Terus gue tidur dimana geh" ucap Alex sedih.


"Kan kasur Lo gede ya tidur aja sana berdua sama Vier, gue tidur di karpet bulu ini" ucap Regan sudah memilih tempat tidur nya.


"Ihh ogah dikira gue homo apa" ucap Alex merinding membayangkannya.


"Dah tidur, Vier tuh kaya nya udah lelap dia tidurnya" ucap Regan lalu ikut tidur juga. Sedangkan Max ia sudah menghilang entah kemana.


Alex masih diam di tempat sampai ia memikirkan sesuatu.


"Kenapa bodoh amat dah gue, kamar di sini kan banyak mending gue tidur di kamar yang lain. Eh tapi kan ini kamar gue, aishh bodo lah" monolog Alex lalu melangkah keluar mencari kamar untuk ia tiduri.


Sedangkan Max ia sudah dari tadi tertidur di kamar yang lain karena perdebatan unfaedah sahabat nya.


"Enak amat dah Lo Max, yang lain sibuk mau tidur dimana eeh Lo malah enak-enakan udah tidur di kamar yang lain" batin author.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2