
...Dimana pun aku berada, aku selalu milikmu...
...Aku akan menggenggam erat tanganmu...
...Aku berjanji...
...Aku hanya akan mencintaimu dengan satu hati...
...~Wanna One...
-
-
Semua orang sedang mempersiapkan perform yang akan mereka tampilkan. Banyak orang yang berlalu lalang, ada yang mengecek sound, ada yang mengecek peralatan, semua mereka cek supaya tidak ada kendala.
Orang yang bukan kuliah di sini juga di perbolehkan untuk menonton acara itu. Seperti Alex dan Son mereka datang untuk melihat perform Aeril.
Aeril saat ini sedang bersama Aera untuk mengambil nomor urut. Aeril urutan terakhir sedangkan Aera urutan 5 dari terakhir. Karena mereka step terakhir jadi agak rileks.
"Beruntung aku bukan yang pertama, kalau iya tidak tahu lagi gimana gugup nya aku Ril" ucap Aera saat mengetahui urutannya.
"Iya aku juga gugup Ra, ya udah yok ke tempat mereka" ajak Aeril untuk menuju ke tempat dimana para lelaki sedang duduk.
Vier, Alex, Max, Son, Han, Ken dan Sam mereka berkenalan satu sama lainnya. Suasana di meja itu pun cukup meriah karena kelakuan Han membuat lelucon.
"Jadi kamu kakak nya Aeril ya Lex" ucap Han. Alex mengangguk.
"Terus itu juga sahabat Vier" Alex mengangguk lagi.
"Gimana pertama kali kamu ketemu Vier?" Tanya Han penasaran. Alex yang mendengar itu pun menjelaskan awal mula ia ketemu Vier.
"Oh jadi memang awalnya sifat Vier itu memang seperti itu. Tapi sepertinya sekarang sudah tidak seperti yang kamu bilang"
"Iya, aku juga heran" jawab Alex memandang ke arah Vier heran. Vier yang melihat itu pun mengangkat bahu nya acuh. Son yang menjadi pendengar sedari tadi pun mau tak mau ikut bicara.
"You're so chatty Han" ucap Son.
"I was curious, so I asked" jawab Han sebal karena di sebut cerewet. Mereka tertawa mendengarnya.
Tak lama datang Aeril dan Aera dan bergabung duduk di meja itu. Kursi itu terdiri dari 10 kursi dengan meja bundar, jadi cukup teratur dan mewah dengan minuman di atas meja dan ada juga cemilan.
"Berapa nomor urut kamu?" Tanya Son kepada Aeril yang duduk di sebelah Son.
"Terakhir" ucap Aeril singkat. Son hanya mengangguk saja.
"Are you nervous?" Tanya Son lagi. Aeril mengangguk.
"Relax baby" ucap Son menenangkan. Aeril hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Telepon hp Vier berdering nyaring. Segera ia angkat tak lupa memberitahu mereka untuk keluar sebentar untuk mengangkat telepon.
Son melirik arah kepergian Vier dan langsung mengarahkan pandangan ke Aeril. Aeril hanya meminum minuman yang sudah di sediakan.
"Kamu gak penasaran siapa yang telpon Vier" bisik Son. Aeril yang mendengar itu mendongak.
"Ngga, nanti juga dia bakalan kasih tau aku" ucap Aeril percaya diri.
"Segitu percayanya kamu sama dia" Aeril mengangguk.
__ADS_1
"Kalo aku gak percaya sama Vier gimana hubungan kita berlanjut sampe sekarang. Juga kalo kak Son gak percaya sama Vier gak mungkin kakak ngizinin aku tunangan sama Vier" jelas Aeril. Son yang mendengar itu tertegun sesaat lalu ia tersenyum.
Tak lama Vier datang sambil memasang senyum manisnya. Mereka semua yang berada di situ mengernyit heran.
"Kenapa senyum-senyum begitu Vier?" Tanya Han penasaran.
"Nothing" ucap Vier singkat.
"You lie"
"Yes, because it's a secret" Han yang mendengar itu melirik ke arah Aeril yang sedari tadi berbincang dengan Son. Lalu berucap.
"Kamu gak penasaran Ril kenapa Vier senyum-senyum tidak jelas begitu?" Tanya Han. Aeril mendongak lalu mengarahkan pandangannya ke arah Vier yang sedang tersenyum manis ke arahnya.
"No, later he will tell me" jawab Aeril. Vier yang mendengar itu tersenyum ke arah Aeril.
Alex dan Max bersamaan memandang ke arah Vier. Mereka heran bagaimana bisa Aeril dan Vier memendam kuat kepercayaan satu sama lain yang kadang itu sulit jika salah satu di antara mereka berbohong. Sungguh mereka berdua terheran.
"Lo beneran kasih tau Aeril Vier" tanya Alex yang duduk di sebelahnya.
"Iya, untuk apa di tutup-tutupin. Gue sama Aeril, kita terbuka satu sama lain jadi gue gak pengen hal kecil gitu aja di tutupin" Alex dan Max yang duduk bersebelahan salut mendengar perkataan Vier.
"Salut gue sama Lo. Pantesan kak Son ngizinin Lo sama Aeril" ucap Alex. Vier yang mendengar itu hanya tersenyum.
...∆∆∆...
Saat mereka berbincang-bincang satu sama lainnya. Acara pun sudah di mulai. Sudah banyak orang-orang yang perform di atas panggung.
Banyak di antara mereka yang menyanyikan lagu berbahasa asing maupun bahasa lokal. Dan ada juga yang solo maupun grup. Seperti saat ini salah satu grup menyanyikan lagu Always-Wanna One.
Mereka semua terhanyut dalam lagu yang dibawakan oleh salah satu grup itu. Suara yang mengalun merdu di telinga membuat suasana menjadi hening sejenak untuk mendengarkan.
Aeril merasakan apa pesan tersirat dalam lagu tersebut, seperti lagu itu khusus untuknya.
Cukup melihat satu sama lain dan tersenyum. Mereka berdua bisa merasakan hal yang sama.
Setelah itu berlanjut ke lagu-lagu yang lain. Yang tak kalah bagus dan keren nya saat mereka semua menampilkan performa mereka.
...∆∆∆...
Sudah tengah hari waktunya makan siang. Perform itu untuk sementara di istirahatkan untuk menambah energi bagi sesi selanjutnya.
Aeril, Vier, Son, Alex, Max, Han, Sam dan Aera. Mereka semua meninggalkan area perform untuk makan siang di kantin.
Vier menarik Aeril menjauh dari mereka semua karena ingin membicarakan suatu hal. Aeril yang di tarik pun pasrah akan kelakuan tunangannya ini.
Mereka berada di koridor yang jarang orang kunjungi. Vier menyuruh Aeril duduk di kursi yang ada di sekitar sana.
"Ada apa?" Tanya Aeril kesal.
"Hehee" kekeh Vier saat melihat wajah Aeril kesal. Aeril mengerenyitkan dahinya.
"Oke okee aku mau ngomong sesuatu sama kamu"
"Apa?"
"Kamu tau kan aku dapet telfon tadi" ucap Vier. Aeril mengangguk.
"Orang tua kamu nanti mau dateng tapi aku gak akan bilang kapannya karena suprise. Tapi aku akan bilang dalam waktu dekat ini mereka datengnya" jelas Vier. Aeril yang mendengar itu terkejut. Ia tak menyangka dalam waktu dekat ini orang tua nya akan datang untuk menemuinya.
__ADS_1
"Kamu serius Yer!" Seru Aeril gugup.
"Aku gak bohong" ucap Vier tersenyum saat mendapati respon Aeril seperti itu.
"Kamu.. kok bisa ada kontak nya ortu aku?" Tanya Aeril heran.
"Rahasia"
"Kamu..." ucap Aeril kesal. Vier yang melihat itu terkekeh sambil mengacak-acak rambut Aeril.
"Iya iya aku ngomong. Aku minta nomor telepon mereka sama Kak Son untuk minta restu kamu"
"Kok.." ucap Aeril terkejut dan sedikit blushing.
"Aku minta izin sama kedua orang tua kamu untuk dapetin anaknya yang susah banget di dapetin" ucap Vier mencubit hidung Aeril hingga memerah.
"Awalnya mereka gak izinin aku buat deket sama kamu. Tapi aku terus telpon mereka untuk dapetin restu nya dan tadaa akhirnya mereka setuju" jelas Vier. Aeril yang mendengar itu tak tau harus ngomong apa ia tertegun mendengar nya. Ia menangkup wajah Vier dengan kedua tangannya dan memperhatikannya dengan seksama. Vier terkejut awalnya tetapi ia biarkan Aeril.
"Vier listen to me" ucap Aeril. Vier mengangguk.
"Makasih untuk semua yang kamu lakuin buat aku, buat dapat restu orang tua aku tanpa aku sadari, buat aku terjaga selama ini, buat aku gak bisa berkata apa-apa selain terima kasih dan maaf untuk awal pertemuan kita. Dan yang terakhir buat aku gak bisa berpaling dari kamu. I Love You Xavier" ucap Aeril dengan tersenyum manis memandang Vier. Vier yang mendengar ucapan Aeril tertegun. Ia mengambil tangan Aeril dari wajahnya dan menggenggam nya dengan lembut.
"Thank you for loving me back. Itu aja udah cukup untuk aku. I Love You Aerilyn" ucap Vier dengan tersenyum manis. Mereka berdua sama-sama tersenyum saat mendengar ungkapan itu.
...∆∆∆...
"Dari mana kalian?" Tanya Alex saat Aeril dan Vier mendekati meja mereka. Aeril dan Vier saling memandang dan tersenyum.
"Kepo" ucap mereka lalu duduk di tempat kosong sebelah Son. Alex yang mendengar ucapan tersebut pun menatap mereka kesal lalu lanjut memakan makanannya dengan raut wajah tak mengenakan. Mereka semua terkekeh melihatnya.
Son menatap Aeril yang duduk di sebelahnya. Aeril yang merasakan Son menatap nya pun tersenyum lalu berbisik.
"Kak Son tau kalo ortu aku mau dateng ke sini?" Bisik Aeril. Son mengangguk tanda ia tahu. Aeril yang melihat itu kesal. Mengapa Son tak memberitahukan nya.
"Kenapa Kak Son gak kasih tau aku sih" ucap Aeril kesal.
"Kamu sendiri gak nanya" ucap Son. Aeril tak menjawab ucapan Son itu. Ia masih kesal padanya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung...
__ADS_1
...Maaf ya baru update sekarang, aku banyak tugas daring nya ༎ຶ‿༎ຶ...
...Jangan lupa untuk selalu like dan komen.....