
...Lo tau gimana orang yang kita suka dilukai sama pacarnya sendiri. Pasti sakit bukan? Itulah perasaan gue....
...~Vier...
-
-
-
Setelah Aeril di pindahkan ke ruang VVIP. Terdapat Axella yang sudah sadar dan Papa Axellio.
Di ruangan itu hanya terdengar suara tangisan Axella yang menyayat hati bila mendengar nya.
Bagaimana tidak, bila anak perempuan di keluarganya mendapatkan musibah seperti ini. Apalagi dinyatakan koma. Pasti sedih bukan?
Alex yang terlihat sangat buruk dengan kondisi nya seperti ini, tak jauh beda dengan Max.
Vier yang hanya diam menatap Aeril yang di tubuhnya terpasang banyak alat kedokteran.
Regan yang juga terlihat sedih melihat sahabatnya begitu terpuruk. Juga sedih melihat Aeril koma.
Jam menunjukkan pukul 9 malam waktu kunjungan pasien habis.
"Kalian sebaiknya pulang saja, karena jam jenguk sudah habis. Pasti kalian lelah juga bukan" ucap Axellio kepada Vier dan Regan.
"Ahh iya Om kami pulang dulu. Selamat malam" ucap Regan menarik Vier yang sedari tadi diam.
"Lex, Max gue sama Vier pulang duluan yah" pamit Regan. Hanya di balas anggukkan kepala oleh mereka berdua.
Setelah Vier dan Regan pulang. Disana hanya ada Axellio, Axella, Alex dan Max.
"Lex, Papa sama Mama pulang duluan yah kamu jagain Adek kamu ini, kasian Mama kamu capek" ucap Axello.
"Iya Pa, hati-hati" ucap Alex.
Setelah mereka berdua pulang, hanya ada Alex dan Max yang sedari tadi diam.
"Max Lo pulang aja dulu, besok ke sini lagi. Kasian Lo dari tadi di sini mulu" ucap Alex.
"Ya udah deh kak, tapi Lo gak papa kan disini sendirian jaga Eril" ucap Max khawatir.
"Iya gak papa santai aja" ucap Alex.
"Ya udah gue pulang duluan yah kak" ucap Max diangguki Alex.
Disisi lain,
Vier yang telah sampai di rumah nya langsung masuk dengan penuh kemarahan.
Saat ia melewati ruang tamu di sana terdapat Riel dan Anez yang sedang bercandaan seakan tidak ada yang terjadi kepada Aeril.
__ADS_1
Melihat itu kemarahan Vier semakin memuncak. Ia segera menghampiri Riel dan memukuli nya.
Bughh
Bughh
Bughh
"Apaan sih Lo kak, dateng-dateng main mukul aja. Apa salah gue" ucap Riel berusaha menahan pukulan Vier.
"Lo bilang Lo gak salah apa-apa. Lo tau Aeril masuk rumah sakit gara-gara Lo. Dan Lo di sini malah bercandaan sama dia" ucap Vier dingin.
"Gue gak salah apa-apa, dan Aeril masuk rumah sakit bukan karena gue" ucap Riel tanpa merasa bersalah.
Mendengar itu kemarahan Vier semakin memuncak dan memukul Riel dengan brutal sampai Riel memuntahkan darah dari mulut nya.
Vier yang melihat itu tak berhenti sampai terdengar suara mengalihkan nya.
"Astagaa, Vierrr!!! Apa yang kamu lakuin sama Adek kamu" ucap Elena (Mama Vier dan Riel) datang bersama Rafael (Papa Vier dan Riel) nya.
"Mama liat anak mama ini, dia yang buat Adek nya Alex masuk rumah sakit ma pa" ucap Vier penuh amarah.
"Apa!! Bagaimana bisa Vier" ucap Elena kaget.
"Dia selingkuh sama cewe ini di depan mata Aeril sendiri yang dimana Aeril pacarnya, dan Aeril gak ngeliat jalan dan dia ketabrak mobil dan jatuh koma gara-gara Lo bangsattt" ucap Vier memukuli Riel brutal.
Elena syok mendengar ucapan Vier, karena anak nya Riel membuat anak sahabat nya koma.
Rafael juga terkejut mendengarnya, ia tak menyangka anak nya tega berbuat seperti itu.
Anez yang sedari tadi diam melihat perkelahian adik kakak tersebut ingin keluar dari rumah Riel.
Tetapi Vier melihatnya, dan berjalan ke arah Anez yang tampak ketakutan.
"Gara-gara Lo masuk ke kehidupan adek gue, Lo ngerusak hubungan adek gue sama pacar nya. Lo cewe murahan tau gak Lo" ucap Vier sinis.
Riel yang mendengar itu pun tak terima, ia berusaha bangun untuk melindungi Anez.
"Cewe gue bukan murahan kak, Aeril aja yang murahan di cium sana sini mau" ucap Riel. Vier yang mendengar itu semakin emosi dan meninju perut Riel hingga ia memuntahkan banyak darah lagi.
Bughh
Rafael dan Elena tak sanggup melihat anak nya Riel seperti ini. Mereka berdua juga kaget mendengar ucapan Riel yang dimana anak sahabat mereka perempuan baik-baik jadi mana mungkin ia melakukan itu.
"Bajingan Lo Riell, Lo gak sadar apa dia cewe Lo bangsatt, dan Max itu sepupu nya jadi mereka udah biasa ngelakuin itu. Dan Lo bilang Aeril murahan hah!! Apa kabar cewe ini yang ngerusak hubungan Aeril sebelum nya sama mantan pacar nya" ucap Vier dingin.
"Haha.. mana mungkin, Anez cewe baik-baik. Dia gak mungkin ngelakuin itu ke Aeril, yang mereka aja saling gak kenal. Dan Lo seenaknya jelekkin pacar gue" ucap Riel berusaha membela Anez.
"Pacar Lo bilang? Terus Aeril itu siapa Lo?" Ucap Vier dingin.
"Bukan siapa-siapa lagi karena sebelum itu gue juga pengen mutusin dia, dan gue sama Anez udah pacaran belum lama ini" ucap Riel.
__ADS_1
"Lo selingkuhin Aeril cuma gara-gara cewe ini, hahaa.. Lo bajingan Riel. Lo gak sadar apa Lo nyakitin perasaan cewe sama aja Lo nyakitin mama Lo sendiri. Lo harus nya sadar Riel" ucap Vier.
"Gue sadar dari dulu, dan gue dah gak cinta lagi sama Aeril. Gue cinta nya sama Anez cinta pertama gue. Lo tau kan kak" ucap Riel.
"Hah.. percuma juga gue berusaha sadarin Lo, dan gue cuma pengen bilang Lo pasti nyesel ninggalin Aeril demi cewe ini" ucap Vier menunjuk Anez.
"Jangan nunjuk-nunjuk cewe gue, dan gue kasih tau Lo juga gue gak bakalan nyesel karena gue milih Anez" ucap Riel yakin. Vier yang mendengar itu hanya tersenyum sinis kepada Riel.
"Oh satu lagi, Lo bakalan habis sama Alex dan Max inget itu" ucap Vier lalu meninggalkan Riel yang babak belur karena ulahnya.
Rafael dan Elena hanya menatap Riel sedih karena anak mereka telah berubah sifat nya.
----------------------------------
Di sisi lain,
Ada seseorang yang baru saja menerima laporan kalau gadis kesayangannya sedang koma.
"Gue bakalan bawa dia menjauh dari kalian semua. Lihatlah nanti" ucap nya penuh tekanan.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bersambung...
...Heyooo, siapa yah kira kira seseorang itu hmm?...
...Nantikan jawaban nya dengan mengikuti alur AERILYN ini...
__ADS_1
...Hehee......
...~Salam Ar...