AERILYN (END)

AERILYN (END)
80. Tak Tahan Lagi


__ADS_3

...Gue gak tahan lagiiii huaaa......


...~Vier...


-


-


-


Satu tahun telah berlalu dengan sangat cepat. Udara di sekitar rumah terasa sejuk dihirup nya setelah bangun dari tidur.


Aeril sekarang telah menjadi seorang musisi terkenal karena bakatnya. Ia menjadi sosok wanita yang di gemari para fans nya. Tak juga ia berbakat tetapi dengan visual dan rendah hati nya yang ia miliki itu yang membuat fans nya sangat menyukainya. Tak lupa juga banyak para lelaki yang mendekatinya tetapi sayang beribu sayang Aeril telah bertunangan dengan kekasihnya, siapa lagi kalau bukan seorang Xavier.


Vier sekarang ini sudah menjadi bos di perusahaan Papa nya, Papa nya menyerahkan semua tugas-tugas nya kepada anak pertamanya karena ia ingin menghabiskan waktu bersama istri tercinta. Jadi Vier bekerja sangat keras untuk ia yang akan menghidupkan calon istri nya tak lain tak bukan Aerilyn.


...∆∆∆...


Di hari Senin pagi yang cerah ini Aeril masih menghirup udara segar dari balkon kamarnya sampai terdengar suara sang kakak memanggilnya dari balik pintu kamarnya.


"Rill ada yang nyariin kamu tuh" ujar sang kakak dari depan pintu kamar Aeril.


"Siapa kak?" Tanya Aeril dari balik pintu kamarnya yang masih tertutup.


"Liat aja sendiri" ujar sang kakak lalu meninggalkan depan pintu kamar sang adik.


Aeril mendengus kesal lalu ia segera mencuci wajahnya dan tak lupa menyikat gigi biar tidak bau. Setelah itu ia keluar dari kamar nya masih dengan menggunakan piyama tidurnya.


Ia melihat seseorang duduk dengan manis di ruang tamu nya dengan kepala tertunduk. Aeril penasaran di buatnya lalu menghampiri orang tersebut.


"Hey" sapa nya.


Orang itu mendongak lalu langsung memeluk tubuh Aeril dengan erat, Aeril terkejut di buatnya sampai ia tau siapa orang yang tengah memeluknya itu.


"Kenapa hmm?" Tanya Aeril mengelus punggung orang yang tengah memeluknya itu.


"Kangen" ucap orang itu manja.


"Sekarang udah gak kan" ucap Aeril terkekeh. Orang itu mengeratkan pelukannya pada Aeril.


"Masih"


"Ya udah peluk aja terus aku nya sampe engap" seru Aeril. Orang itu yang mendengar pun melonggarkan pelukannya tidak ingin melepaskannya. Aeril membuang nafas kasar. Ia tau bagaimana Vier yang jarang menemuinya karena pekerjaan yang membuatnya harus bekerja sangat keras. Ia juga sangat sibuk karena pekerjaan sebagai musisi terkenal yang membuat keduanya jarang menghabiskan waktu bersama.


"Kamu gak kerja hmm?" Tanya Aeril.


"Kerja tapi kamu harus ikut" rengek Vier kepada Aeril. Aeril tertawa lalu menyetujui permintaan Vier yang harus ikut kerja dengannya.


"Oke aku ikut tapi aku mandi dulu" ucap Aeril melepaskan pelukannya.


"Ya udah sana pantesan dari tadi aku menghirup udara yang agak-agak ..." ucapan Vier tak di lanjutkan karena mendapatkan delikan maut dari Aeril.


"Aku bercanda, kamu wangi kok walaupun belum mandi" ucap Vier manis. Aeril tak menjawab pertama Vier, ia lalu meninggalkan Vier menuju ke kamarnya.


Tak butuh waktu lama Aeril untuk bersiap-siap, ia dan Vier segara melaju ke perusahaan tempat Vier bekerja tak lupa juga ia membawa bekal sarapan pagi yang tak sempat ia makan di rumah.


Setelah sampai di perusahaan, Aeril mendapatkan tatapan kagum dari para karyawan di sana karena terpesona oleh kecantikan seorang tunangan atasan mereka. Karyawan di sana pada memberi salam dan hormat dengan Aeril dan Vier.


Sesampainya di ruangan Vier, Aeril duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut lalu menyusun kotak bekal yang ia bawa tadi dan juga menyuruh Vier sarapan bersamanya.


"Kamu juga kenapa belum makan pas ke rumah aku?" Omel Aeril pada Vier. Vier hanya tersenyum tidak jelas lalu menjawab.


"Kan aku mau sarapan berdua sama kamu".


"Ya gak gitu juga kan bisa makan siang sama-sama, terus itu kalo kamu sakit gimana coba"


"Iya iya maaf deh Yang gak aku ulangin lagi" ucap Vier meringis saat mendapatkan omelan dari Aeril.


"Ya udah sekarang kita sarapan"


Setelah selesai sarapan Aeril membersihkan kembali kotak bekal itu lalu menatap Vier yang sedari tadi menatapnya.


"Kenapa kamu gak kerja?" Tanya Aeril heran.


"Aku kerja kok mandangin kamu" ucap Vier sambil tersenyum manis. Aeril yang mendengarnya ingin tersenyum lalu ia ingat saat ini Vier lagi bekerja.


"Jangan mainan Yer, udah sana kamu kerja"


"Temenin"


"Ini udah aku temenin"


"Deketan"

__ADS_1


"Kayagimana?" Tanya Aeril lalu Vier menarik lengan Aeril membawanya ke arah kursi kebesarannya. Ia duduk dulu di kursi itu lalu menarik pinggang Aeril untuk duduk di pangkuannya.


"Kayagini" ucap Vier tersenyum senang. Aeril memutar bola matanya malas, ia ingin berdiri tetapi di peluk dari belakang oleh Vier.


"Jangan kemana-mana" ucap Vier dengan puppy eyes nya menatap Aeril. Aeril menghela nafas lalu menuruti saja apa kata Vier toh mereka juga udah lama gak mesra-mesraan.


"Pintar, aku kerja dulu" ucap Vier lalu membuka laptopnya dan mengerjakan tugas-tugas yang ada. Aeril yang di pangkuannya hanya menatap apa yang di kerjakan oleh Vier. Lama-lama ia juga bosan hanya menatap pekerjaan Vier. Tiba-tiba ia mendapatkan ide jahil. Aeril mengalungkan lengannya di leher Vier lalu meniup-niup kuping Vier. Yang di rasakan Vier saat ini adalah merasa geli yang sangat beda dari biasanya. Ia menyuruh Aeril untuk berhenti dan Aeril menurut aja.


Tak lama Aeril menjilat pelan cuping telinga Vier yang tanpa di sadari nya itu adalah titik sensitif Vier. Vier jadi tak konsen di buatnya tanpa sadar ia mendesah. Aeril terkejut saat mendengarnya lalu ia menatap Vier yang sedang menatapnya dengan tatapan berkabut.


Vier langsung menerjang bibir ranum Aeril dengan ciuman panasnya, Aeril terkejut di buatnya tetapi ia berusaha mengimbanginya. Vier makin bernafsu saat lidahnya masuk dan membelit lidah Aeril yang dirasanya manis di dalam mulutnya. Ia terus menghisap kuat bibir Aeril sampai tak sadar bibir Aeril telah membengkak karena ulahnya. Ciuman Vier turun di leher jenjang Aeril yang putih dan mengisapnya kuat meninggalkan bekas keunguan. Ia meninggalkan beberapa kissmark lagi di leher Aeril. Aeril tak sadar mendongak ke atas karena menikmati permainan Vier di lehernya. Setelah membuat banyak kissmark di leher jenjang Aeril, Vier kembali mencium Aeril dengan sama panasnya dengan yang tadi. Tangan Vier turun di kancing baju Aeril dan ingin membukanya tetapi di kejutkan dengan ketukan pintu ruangannya yang terdengar nyaring di telinga mereka berdua. Seakan mereka berdua tersadar, Aeril berdiri dari pangkuan Vier lalu berlari ke arah di mana kamar mandi berada. Vier berusaha bersikap tenang dengan mengendalikan hasratnya yang sedang menggebu sebelum menyuruh orang yang mengetuk pintu nya untuk memasuki ruangannya.


"Maaf mengganggu Tuan, Tuan Regan ingin menemui Anda terkait bisnis yang di ajukan nya tempo hari" ucap Sekretaris Vier itu.


"Baiklah, biarkan dia masuk" ucap Vier datar. Sekretaris tersebut membiarkan Regan masuk dan menutup pintu ruangan bos nya berada.


Regan masuk dengan tidak tahu malu nya dan duduk di hadapan Vier yang sedang menatapnya datar.


"Wow c'mon brother. Kenapa muka Lo gitu natap gue" ucap Regan heran.


"Lo ganggu tau gak" ucap Vier kesal. Regan heran dong ia mengunjungi kantor sahabat nya ini karena pekerjaan dan Vier bilang mengganggu.


"Gue ganggu kenapa coba?" Tanya Regan heran. Vier mendengus. Lalu tak lama terdengar teriakan dari dalam ruangan itu yang membuat kedua pria itu terkejut.


"Vierrr" teriak Aeril dari dalam kamar mandi. Vier yang terkejut pun langsung berlari mendekati kamar mandi diikuti oleh Regan yang heran mengapa ada suara wanita di dalam ruangan Vier, apa jangan-jangan.. tidak-tidak Vier bukan seperti yang ia pikirkan.


Vier mengetuk pintu kamar mandi itu lalu di bukalah pintunya dan menampaki wajah Aeril yang kusut dengan bibir nya yang bengkak juga terdapat banyak kissmark di leher jenjangnya. Vier yang melihat itu tersentak kaget lalu ia menyeringai. Beda lagi dengan Regan yang sangat terkejut di buatnya melihat keadaan Aeril seperti itu. Tersadar jika terdapat orang tambahan Aeril menatap Regan yang juga sedang menatapnya, lalu ia menutup pintu kamar mandi yang ada pas di depan wajah Vier membuat hidung Vier memerah karena terkena pintu itu.


"Kenapa ada orang Vierrr" teriak Aeril malu dengan keadaannya tadi. Vier tersenyum kikuk diikuti oleh Regan yang juga ikut malu.


"Ahh sorry sorry gue duduk di sana aja ya byee" ucap Regan yang mengerti situasi pergi berlalu dari sana.


Lalu Vier membuka pintu kamar mandi dan memasukinya. Ia melihat Aeril sedang duduk di closet dengan tangan yang menutupi wajahnya karena malu.


"Udah gak papa cuma sama Regan gini" ucap Vier melepaskan tangan Aeril yang sedang menutupinya.


"Ya kan aku malu~" rengek Aeril memeluk pinggang Vier yang sedang berdiri. Vier terkekeh dibuatnya sungguh Aeril saat ini sangat menggemaskan di matanya.


"Kamu juga liat nih ulah kamu bibir aku jadi bengkak gini sama apa ini leher aku jadi banyak kissmark juga" rengek Aeril sambil menunjuk-nunjuk karya yang di buat oleh Vier. Vier tertawa karena ulahnya. Aeril semakin ngambek karena mendengar Vier tertawa.


"Ini jadi gimana Vierr, ada Kak Regan juga di depan"


"Kamu pake mantel aku aja mau gak buat nutupin leher kamu?"


"Ya udah, tapi bibir aku gimana ini bengkak"


"Hmm, ya udah deh"


Setelah mengenakan mantel dan maskernya, Aeril dan Vier berjalan menemui Regan yang sedari tadi menunggu.


"Lama bener dahh sampe lumutan gue nungguinnya" omel Regan kepada mereka berdua. Vier hanya terkekeh sedangkan Aeril menunduk malu.


"Ya sorry dehh Gan hehee"


"Ya udah kita sekarang ngomongin bisnis dulu penting ini"


"Ya udah—


Kamu duduk sini aja gak papa kan atau mau di kamar aja" ucap Vier kepada Aeril.


"Ya udah di kamar aja deh sumpek juga aku pake kayagini" ucap Aeril gerah.


"Hahahaaa ya udah sana nanti kalo udah selesai aku nyusul" setelah itu Aeril masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan tersebut dan Vier berbicara mengenai bisnis dengan Regan.


...∆∆∆...


Jam menunjukkan pukul 12 siang waktunya makan siang. Setelah berbicara bisnis dengan Regan telah selesai, Vier menghampiri Aeril di dalam kamarnya. Terlihat Aeril sedang tidur nyenyak di ranjangnya. Vier memperhatikan Aeril dengan seksama sampai pandangannya jatuh pada bibir bengkak Aeril, mau tak mau Vier tergoda dan memajukan wajahnya dan ******* bibir Aeril pelan takut mengganggu tidur Aeril yang pulas. Tak sadar Vier semakin gencar menciumnya dan menindih tubuh Aeril di bawah kukungannya.


Aeril melenguh saat mendapati pergerakan dari dalam mulutnya oleh seseorang. Ia membuka matanya dan mendapati wajah Vier di depan wajahnya yang sedang menciumnya. Aeril memukul bahu Vier pelan untuk melepaskan ciumannya karena ia kekurangan oksigen. Vier yang sadar pun melepaskan ciumannya dan tiduran di sebelah Aeril yang berusaha mengatur nafasnya.


"Kamu ganggu tau gak"


"Ya maap aku khilaf"


"Gak gitu juga kali Yer"


"Maap Yang gak lagi deh suer"


"Bagus deh kamu gak boleh nyium aku lagi sampe aku ngizinin kamu"


Mampus gue salah ngomong. Batin Vier.


"Bukan gitu maksud aku, tapi... Akhhh aku gak bisa nahan lagi Ril" rengek Vier memeluk tubuh Aeril dari samping.

__ADS_1


"Hahahahaaa kalo ketahuan kamu pasti kena marah nih"


"Gak papa aku dimarahin yang penting udah ngerasa nikmat duluan"


"Mesum, dah lah sana"


"Tapi aku serius lho Ril" ucap Vier dengan senyum smirk nya. Aeril yang melihat itu gugup lalu ia ingin beranjak dari kasur tetapi di halangi oleh tangan Vier yang memegangnya.


"Kamu jangan macem-macem ya Yer" gugup Aeril.


"Gak macem-macem kok tapi cuma satu macem aja boleh gak"


"Jangan ngada-ngada deh Yer"


"Aku serius lho ini Ril"


"Dah lah aku marah aja"


"Lah kok jadi marah sih"


"Kamu nya rese"


"Nah kok aku sih, yang mulai duluan siapa tadi"


"Kan aku gak tau kalo jadinya begini"


"Mangkanya tanya dulu dong sayang"


"Ngapain aku nanya nanya begitu"


"Ya kan bentar lagi juga kamu bakalan tau dimana titik sensitif aku" bisik Vier. Aeril merinding dibuatnya lalu berdiri dan berjalan keluar dari kamar itu.


"Dah ayo makan siang, jangan ngomong yang aneh-aneh lagi" ucap Aeril lalu pergi meninggalkan Vier yang sedang tersenyum tak jelas.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Bersambung...

__ADS_1


...Maaf ya lama update nyaa......


...Jangan lupa ya selalu support author dengan beri like dan komennya...


__ADS_2