
...Ucapan selamat malam dari orang yang kita cintai adalah sesuatu yang romantis....
...~Ar...
-
-
-
"Ini, bagus banget Riel" ucap Aeril terpukau.
Di sana terdapat tulisan ' LOVE ' dengan lampu yang meneranginya.
"Kamu suka?" tanya Riel.
"Bangett" ucap Aeril.
"Duduk situ yok" ucap Riel menunjuk kursi di dekat taman.
"Ayok" ucap Aeril.
Aeril dan Riel duduk berdua di kursi taman sembari melihat-lihat orang yang berlalu lalang.
Aeril memegang kedua tangan nya karena udara malam yang sangat dingin.
Riel yang melihat Aeril kedinginan pun memberikan jas nya ke Aeril untuk di gunakan.
"Thanks" ucap Aeril tersenyum.
"Kita pulang aja yok, ntar kamu sakit lagi" ucap Riel.
"Hmm, ya udah deh" ucap Aeril pasrah.
"Ntar kapan-kapan kita ke sini lagi kok sayang" ucap Riel.
"Ya udah yok" ajak Aeril.
Di perjalanan,
Aeril menatap Riel terus menerus selama perjalanan. Riel yang di tatap pun mengalihkan pandangannya.
"Kenapa?" tanya Riel.
"Gak, gak papa" ucap Aeril.
"Seriusan, kok kamu ngeliatin aku terus. Ohh aku tau, aku ganteng kan" ucap Riel percaya diri.
"Ihh kepedean kamu ini" ucap Aeril.
"Tapi bener kan aku sebelas dua belas sama oppa oppa kamu" ucap Riel.
"Ihh mana ada yah, nih aku kasih tau oppa oppa aku itu lebih ganteng dari kamu. Contoh nya V dan Jungkook BTS, Sehun EXO, Cha Eun Woo ASTRO, Jaehyun NCT dan masih banyak lagi" ucap Aeril menjelaskan.
"Jadi kamu lebih milih oppa oppa kamu nih dari pada aku" ucap Riel.
"Iya donggg" ucap Aeril semangat.
"Oh"
Aeril yang merasa ucapan nya ganjal pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Riel.
__ADS_1
"Riel"
"..."
"Riell, maaf. Bukan maksud aku kaya gitu"
"..."
"Riell"
"..."
"Ayolahh Riel maafin aku" rengek Aeril. Riel masih fokus menyetir tidak mengalihkan pandangannya ke arah Aeril.
"Riel sayanggg" ucap Aeril. Riel langsung mengalihkan pandangannya ke arah Aeril.
"Coba kamu bilang sekali kali" ucap Riel.
"Riel sayang" ucap Aeril polos.
"Iya sayang" ucap Riel mengacak rambut Aeril.
"Maafin aku yahh" ucap Aeril.
"Iya iya aku maafin, tapi cium dulu geh" ucap Riel menunjuk pipi nya.
"Gak ada" ucap Aeril cepat.
"Ya udah kalo gak mau" ucap Riel.
Aeril yang melihat Riel ngambek lagi pun segera mencium pipi Riel.
Cup
"Makasih lho, iya aku maafin kok" ucap Riel tersenyum.
Tak lama mobil yang di kendarai Riel pun memasuki pelantaran rumah Aeril.
"Dah sampe sayang, masuk sana" ucap Riel.
"Kamu gak mau mampir dulu?" tanya Aeril.
"Gak usah, udah malem gini" ucap Riel.
"Ya udah" ucap Aeril membuka pintu mobil dan berjalan ke arah rumah nya. Tetapi tiba-tiba ia berbalik ke mobil Riel yang belum pergi.
"Ada apa?" tanya Riel.
"Ini jas kamu, makasih ya" ucap Aeril tersenyum.
"Oh kirain ada yang ketinggalan. Ya udah sana kamu masuk, makin dingin udara nya" ucap Riel.
"Ya udah kamu hati-hati yah" ucap Aeril.
"Iya, eh Ril"
"Apa?"
"Ada yang ketinggalan"
"Apa?"
__ADS_1
Cup
"Good night sayang, nice dream" ucap Riel melajukan mobil nya meninggalkan Aeril yang mematung di sana.
"Dasar" kekeh Aeril dan memasuki rumah nya.
Aeril memasuki rumah nya dengan wajah tersenyum. Sampai di ruang keluarga, ia melihat Alex yang menatap nya.
"Kamu kok tiba-tiba senyum gitu, biasa nya gak pernah?" tanya Alex.
"Hehee gak papa kak" ucap Aeril.
"Kamu gak usah bohong sana kakak yah Ril, coba kamu kasih tau kamu lagi seneng pastinya kenapa?" tanya Alex lagi.
"Hmm, gini kak. Tadi Riel nembak Aeril" ucap Aeril.
"Terus kamu terima?" tanya Alex. Aeril hanya menganggukkan kepala nya.
"Adek kakak udah besar ternyata, tapi inget kalo dia nyakitin kamu sedikit aja akan kakak buat dia menyesal" ucap Alex dingin.
"Iya kak makasih" ucap Aeril memeluk Alex.
"Ya udah tidur sana" ucap Alex diangguki oleh Aeril.
Di sisi lain,
Riel memasuki rumah nya dengan tersenyum ceria. Ia melihat Mama, Papa dan Vier dengan duduk di ruang keluarga.
Mama nya yang melihat anak nya lagi bahagia pun bertanya.
"Kamu kayanya bahagia banget sayang, coba cerita ke Mama" ucap Mama Riel a.k.a Elena.
"Hehee aku tadi nembak Aeril dan di terima sama dia. Aku seneng bangett Ma" ucap Riel semangat.
"Kenalin ke Mama yah nanti" ucap Elena.
"Kamu kalo udah pacaran sama anak orang jangan nyakitin hati nya Riel. Inget anak laki harus lindungi perempuan bukan nyakitin hati nya" ucap Papa Riel a.k.a Rafael.
"Iya Pa, Riel gak bakalan nyakitin Aeril" ucap Riel penuh keyakinan.
"Inget itu Riel, kamu nyakitin hati Aeril sama aja kamu nyakitin hati Mama. Hati perempuan itu rapuh kalo udah di kecewain" ucap Elena.
"Iya Ma, aku bakalan inget kok nasehat Papa sama Mama. Ya udah ya aku ke kamar dulu. Good night all" ucap Riel beranjak menuju kamar nya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
Bersambung..