
..."Sorry that I didn't take good care of you"...
...~Max...
-
-
-
Keesokan hari nya,
AlMaViR (Alex, Max, Vier, dan Regan) berangkat ke sekolah dengan mobil masing-masing.
Sesampainya di parkiran, banyak yang meneriaki nama mereka karena mereka mostwanted boy nya sekolah.
Tetapi mereka hanya cuek saja, apalagi Alex yang tambah dingin, dan Max juga dingin.
Sesampainya di pertengahan koridor Max berlalu ke kelas nya sendiri tanpa pamit begitu pula yang lain.
Sedangkan Regan menggelengkan kepala nya melihat mereka semua seperti itu.
Max yang sudah berada di kelas, ia menelisik untuk mencari keberadaan Riel karena dari kemarin Riel tidak masuk ke sekolah.
Karena orang yang di cari nya tidak ada, ia teruskan berjalan ke tempat duduk nya yang sudah tidak terdapat Aeril lagi.
Di kursi tersebut Max melamun sampai guru yang mengajar pun datang.
"Assalamualaikum, pagi semua" ucap guru tersebut.
"Waalaikumsalam, pagi Bu" ucap semua.
__ADS_1
"Baiklah kita lanjutkan pelajaran Minggu lalu" ucap guru tersebut. Setelah guru itu menjelaskan, ia mengabsen satu persatu murid nya.
"Maxine Alaric Gracemoon" ucap guru tersebut mengabsen nama Max. Tetapi tidak ada jawaban dari sang pemilik nama.
"Maxine Alaric Gracemoon" ucap sang guru tersebut penuh tekanan.
"Sstt Max jawab tuh Lo lagi di absen" ucap temannya yang duduk di seberang kursi Max. Tetapi tidak ada jawaban dari Max, ia terus melamun sampai guru tersebut menghampiri nya.
"Max" panggil guru itu sambil menepuk pundak Max. Max pun tersadar dari lamunan nya dan menatap guru tersebut datar.
"Kenapa kamu melamun?" Tanya guru itu. Max diam saja. Guru itu pun menghela nafas kasar lalu ia melihat sebelah kursi Max kosong
"Lalu ini kemana Aeril?" Tanya guru itu lagi. Tetapi Max lagi-lagi diam saja.
"Tidak tau Bu" ucap salah satu murid di sana.
"Max kalo ada masalah jangan di bawa ke sekolah, kamu di sekolah ini fokus untuk belajar" ucap guru itu menasehati Max yang sedari tadi melamun terus.
"Tau apa Anda dengan masalah saya. Saya permisi" ucap Max dingin lalu pergi meninggalkan kelas sambil membawa tas nya.
Guru itu menatap anak murid nya sembari meminta penjelasan, tetapi mereka semua menggelengkan kepala nya tanda tak tahu.
Guru itu pun pasrah dan melanjutkan lagi mengabsen yang sempat tertunda itu.
Skipp Max..
Setelah Max meninggalkan kelas, ia berjalan ke rooftop sekolah nya dan tiduran di sana karena terdapat sofa.
"Lo kemana sih Ril, gue kangen sama Lo tau gak. Kita dari kecil sama-sama sampe sekarang ini dan Lo di bawa pergi ninggalin gue. Gue udah nganggep Lo adek gue tau gak. Gue sayang sama Lo Ril. Gue akuin gue gak jaga Lo dengan benar sampe bajingan itu ngelukain Lo. Gue bakalan berusaha buat nemuin Lo walau harus ngelilingin satu dunia pun" monolog Max tak sadar cairan bening pun keluar dari mata Max.
"Gue mohon Ril cepet sadar dan kasih petunjuk buat gue nemuin Lo" ucap Max lalu ia tertidur untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Di sisi lain,
Seseorang yang sedari tadi mengintai Max, melihat ia seperti itu pun merasa kasihan. Tetapi tetap saja itu membuat orang yang dia sayangi sudah terluka.
"Sorry Max, I know that you love Aeril as much as I do. But that's for a lesson for you for not keeping it well " ucap seseorang tersebut.
Lalu ia melihat ke arah brangkar yang terdapat Princess nya yang masih terbaring lemah.
"Cepat sadar sayang, aku akan membuatmu menjadi orang yang tak akan mudah untuk dilukai lagi" ucap nya lalu mencium kening Princess nya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
Bersambung..