Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Ikrar Talak


__ADS_3

"Mbak Hana... "


Sapaan seseorang itu membuat Hana dan Keenan menghentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara. Dia terkejut saat melihat siapa orang yang sudah menyapanya.


Dilihatnya, Ema berlari kecil mendekati Hana. Dan mencoba berbicara dengannya. Namun tiba-tiba Hana menggenggam tangan Keenan dengan erat, yang menandakan kalau dia enggan bertemu atau berbicara dengan wanita itu.


Keenan yang mengerti akan hal itu segera menghentikan langkah Ema yang ingin mendekat.


"Maaf , nona. Persidangan akan segera di mulai. Permisi. "


Tanpa menyapa Ema, Hana dan Keenan segera berjalan pergi meninggalkannya. Dan membiarkan Ema mematung. Melihat hal itu membuat Indra naik darah bukan karena Hana mengacuhkan Ema, melainkan melihat pria itu menggenggam erat tangan Hana dan membawanya pergi dari sana.


Tanpa mau mengajak Ema masuk ke dalam ruang persidangan, Indra segera beranjak dari sana. Ema yang tampak cengo' setelah mendapat penolakan dari Hana segera menoleh ke kanan dan ke kiri mencari suaminya. Dilihatnya punggung Indra memasuki sebuah ruangan persidangan. Ema segera berlari mengejar suaminya itu.


Di dalam ruangan kini Hana sudah tidak duduk lagi dengan pria tadi, tapi duduk dengan pengacaranya Dion sedangkan pria tadi duduk dengan seorang gadis muda. Mereka duduk tepat di belakang kursi Hana. Melihat itu, kini Indra bertanya-tanya, Sebenarnya siapa mereka? Kenapa Hana bisa mengenal mereka? bukankah Hana selama ini tidak pernah dekat dengan siapapun dan tidak memiliki siapapun. Tapi setelah mengajukan perceraian kenapa dia sepertinya dikelilingi orang-orang penting.


Sidang di mulai, Sidang kali ini mengagendakan pembacaan ikrar talak oleh Indra kepada Hana.


Awalnya Indra enggan melakukannya, tapi jika Indra tidak mau menceraikannya, Hana dan tim pengacaranya tidak akan segan-segan menjebloskannya ke penjara. Baik Hana dan tim pengacaranya sudah melakukan rencana yang cukup matang, untuk mengintimidasi Indra.


Hingga akhirnya, Indra pun kalah dan mau mengucapkan ikrar talak kepada Hana.


Tanpa terasa air mata Hana jatuh saat Indra mengucapkan ikrar talak itu kepasanya di hadapan hakim dan para saksi persidangan. Akhirnya dia tebebas dari ikatan pernikahan dengan Indra. Dia sangat lega dan bersyukur.


Di salah satu kursi saksi terlihat Keenan yang menyunggingkan senyum tipisnya saat melihat akhirnya wanita pujaannya terlepas dari status pernikahannya dan akan menyandang status baru.


Setelah ikrar talak itu diucapkan Hakim akhirnya memutuskan kalau Hana dan Indra resmi bercerai, dan menanyakan apakah Hana menginginkan pembagian harta gono gini kepada Indra.


Mendengar hal itu, Hana dan Dion saling berpandangan dan menyunggingkan senyuman penuh arti.


"Tentu saja pak Hakim, saya akan meminta hak saya selama menjadi istri, Mas Indra. " ujar Hana dengan lantang.


Deg...

__ADS_1


Ternyata apa yang Indra dan Ibunya takutkan terjadi juga.


Mendengar hal itu Akhirnya Hakim mengakhiri persidangan hari ini, dan akan dilanjutkan minggu depan, dengan agenda pembagian harta goni gini.


Mereka semua yang berada diruangan sidangpun segera membubarkan diri, karena akan ada sidang selanjurnya.


Melihat Hana yang berjalan keluar dengan pengacara dan beberapa orang yang bersamanya, Ema Segera berlari mengejarnya dan langsung memotong langkah Hana, dan tiba-tiba berlutut di hadapan Hana.


Hana dan beberapa orang yang bersamanya terkejut melihat Ema yang bersikap seperti itu. Namun tak satupun dari mereka yang mau menolong Ema untuk berdiri Bahkan Indra yang melihat kejadian itu dari jarak yang agak jauh pun terkejut dengan sikap Hana. Namun dia tetap bergeming, tanpa mau menolong Ema sama sekali


"Mbak Hana, aku mau minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan padamu." ujar Ema kemudian setelah lama dia terdiam dalam posisi seperti itu.


"Untuk apa? " tanya Hana sinis.


"Karena aku sudah merebut mas Indra darimu. " jawab Ema.


"Sudahlah, toh kau sudah memberikannya padamu, dan kami juga sudah resmi bercerai. " ucap Hana masih dengan Acuh.


Ema menghela nafasnya, "Aku benar-benar minta maaf maaf mbak. Tapi sungguh aku meminta maaf dengan tulus. Aku sudah mendapatkan karmanya karena sudah merusak rumah gangga kalian. " kata Ema kemudian.


"Apa maksud mu? " tanya Hana penasaran.


"Setelah kepergianmu , Mas Indra , merubah sikapnya kepadaku . Aku pikir dia akan menjadikan ku ratuu di rumah itu setelah kepergianmu , tapi ternyata aku dijadikan pembantu sama seperti saat kau menjadi istrinya . Hingga aku kelelahan , harus kehilangan bayiku ." Kata Hana dengan terisak.


Mendengar hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana terkejut , atas fakta yang sudah Ema berikan hari ini . Hana sendiri tidak percaya , kalau Indra akan melakukan itu kepada Ema. Dia pikir Indra dan Ema akan hidup bahagia setelah kepergiannya dari rumah itu . Tapi ternyata tidak , dan nasib Ema sama seperti dirinya.


Karena merasa sedikit Iba , Hana akhirnya mengangkat tubuh Ema agar berdiri . Bagaimanapun , dia juga seorang wanita yang pernah dilukai oleh satu orang yang sama .


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang ?" Tanya Hana kemudian setelah membantu Ema berdiri.


"Tidak ada , aku akan tetap bersama Mas Indra . Karena aku tidak memiliki tempat tujuan lain , selain di sana . Karena itu hari ini aku datang untuk meminta maaf kepadamu, atas semua perbuatanku selama ini . Yang sudah mau menjadi selingkuhan suami . Aku benar-benar minta maaf , karena aku tidak ingin terkena karma yang sama lagi. "


Mendengar ucapan Ema yang tulus , Hana yang kesal kepadanya kini merasa sedikit iba. Karena ternyata nasib Ema tak sebaik dirinya. Tapi sudahlah, apa yang terjadi pada Ema, bukanlah urusannya.

__ADS_1


"Baiklah Ema, Aku sudah memafkan mu. Dan aku sangat berterima kasih kepadamu, karena dirimu aku bisa terlepas dari rumah itu, dan tau mas Indra itu pria seeprti apa. Aku melepaskan dan mengikhlaskan mas Indra kepadamu. " kata Hana Dengan santai dan tatapan datar.


"Sekarang menyingkirlah, kau sudah menghalangi jalan kami. "


Setelah mengatakan itu, Hana dan teman-temannya segera pergi dari sana dan melewati Ema begitu saja.


Mereka segera masuk ke dalam mobil yang berbeda. Karena Keenan akan langsung pergi ke perusahaan, jadi dia naik mobil sendiri. Sedangkan Hana ke tempat kerjanya bersama Dion dan Manda.


Di dalam mobil Hana terus-terusan mendekap perutnya dengan kedua tangannya, dan tiba-tiba terisak. Mendengar isakan kecil dari Hana, Manda menoleh ke belakang dan melihat Hana mulai menangis. Dia meminta Dion menghentikan mobilnya, dan segera berpindah ke belakang untuk menenangkan Hana. Lalu Dion melanjutkan perjalaannnya lagi.


"Tidak apa-apa mbak, semua sudah berakhir. " ujar Manda menenangkan sambil memeluk Hana.


"Bagaimana ini, wanita itu telah kehilangan bayinya. Aku takut kalau Indra tahu aku hamil, dia akan mengambil anakku suatu hari nanti. "


"Jangan memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, Hana. Kau tau hukum, jadi tidak perlu khawatir. " Dion juga memberikan nasehat kepada sahabatnya yang sedang kalut saat ini.


"Iya mbak, ada kami dan Kak Keenan yang akan menjaga mbak Hana. "


Tangis Hana perlahan berhenti setelah mendengarkan ucapan Manda dan Dion. "Aku akan mempertahankan anak ini, agar tetap menjadi milikku. Tak kan kubiarkan Indra merebutnya dariku. "


"Nah itu baru Hana yang kami kenal. " ucap Dion dari kursi kemudi dam mendapat anggukan pula dari Manda.


Sedangkan di pengadilan, Indra segera menyeret Ema dari sana dan membawanya ke dalam mobil.


Sesampainya di mobil.


Plak.


Sebuah tamparan Ema dapatkan dari Indra.


"Dasar wanita bodoh, apa yang sudah kau lakukan, hah. Apa kau sengaja mau mempermalukan aku dihadapan Hana dan para pengacaranya. " sentak Indra.


Ema yang baru saja mendapat tamparan tak terduga dari Indra hanya memegangi pipinya yang memerah.

__ADS_1


"Aku menyesal mengajakmu kemari karena kau mau berbicara dengan Hana, bukan malah mau mempermalukan dirimu sendiri dan aku. Dasar wanita sialan, menyesal aku menikahimu. Kau sangat bodoh. " Indra berkali-kali memukuli kemudinya karena merasa sangat kesal kepada Ema. Istri bodohnya.


__ADS_2