Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Putusan


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Indra dan Hana bertemu lagi dalam sidang perceraian yang membahas tentang pembagian harta gono gini. Hana sudah mengatakan kepada Dion, resto manapun yang akan diberikan Indra kepadanya dia meminta Dion untuk menerimanya. Walaupun resto yang akan diberikan kepadanya terancam bangkrut. Yang penting hak milik resto itu berubah nama menjadi miliknya.


Awalnya Dion menolak, karena bisa saja Hana meminta resto yang masih ramai pembeli bukan resto yang mau bangkrut. Tapi ternyata Hana memiliki pemikiran tersendiri tentang hal itu.


"Lebih baik aku masih mendapatkan jatah harta yang hampir bangkrut itu, dari pada tidak mendapatkan apapun sama sekali. Kelak aku akan memajukan kembali resto itu dengan caraku sendiri dan dengan nama berbeda dan pemilik yang berbeda." kata Hana penuh keyakinan.


Hana yakin Indra akan memberikannya resto yang hampir bangkrut, karena dia tidak mungkin memberikan resto yang masih maju kepadanya. Karena itu merupakan sumber penghasilannya selama ini.


Resto yang hampir bangkrut itu sebenarnya masih bisa berjalan jika dipegang dengan management yang baik dan benar. Tapi sayangnya Indra melalaikan hal itu, karena dia fokus pada resto pertama dan ke dua. Sehingga resto ketiganya tebengkalai.


Kenapa Hana dan Dion mengetahui semua itu, karena selama beberapa hari ini, mereka berdua sudah menyelidiki ketiga resto milik Indra. Dan mereka memiliki keyakinan kalau pengajuan harta gono gini dikabulkan, Indra pasti akan memberikan resto yang terancam bangkrut karena sepi pembeli.


Dan benar saja saat ini, saat pembacaan keputusan oleh hakim, Indra dengan lantang membalasnya akan memberikan sebagian hartanya untuk diberikan kepada Hana. Dia bahkan sudah menyiapkan sertifikat resto itu dan memberikannya kepada Hakim dengan sangat yakin agar diperiksa.


Setelah memeriksanya Hakim menanyakan kepada pihak Hana apakah mau menerima apa yang diberikan oleh Indra. Dion menghela nafas sebelum menjawab. Dan dengan mantap dia menjawab bersedia, sesuai kesepakatannya dengan Hana.


Akhirnya sidang perceraian Indra dan Hana sudah selesai, Mereka hanya tinggal menunggu akta cerai yang akan turun beberapa hari lagi, Pembagian harta gono gini juga sudah selesai. Kini Hana dan Indra resmi berpisah.


"Hana... " panggil Indra saat mereka keluar dari ruang persidangan.


Hana dan tim pengacaranya berhenti dan menoleh ke asal suara. Kali ini Keenan tidak mengikuti jalannya persidangan karena jadwalnya bertabrakan dengan rapat yang harus dia hadari.


Indra mendekat dan mengulas senyuman kepada Hana.

__ADS_1


"Boleh kita bicara sebentar. " pintanya sambil melirik kearah Dion.


Hana yang mengertipun meminta Dion untuk meninggalkannya berbicara berdua sebentar dengan Indra mungkin ada yang ingin pria itu katakan.


Setelah tim pengacara Hana meninggalkan mereka, Dion mengajak Hana duduk di kursi yang ada di sana.


"Ada apa, mas? " tanya Hana tanpa basa-basi.


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat kepadamu, akhirnya apa yang kamu inginkan tercapai. Yaitu berpisah denganku. " Kata Indra sambil menundukkan kepalanya.


Hana hanya terdiam tanpa menjawab.


"Aku juga ingin meminta maaf pada mu atas semua perlakuanku padamu selama ini Hana. Sungguh aku benar-benar menyesal. " kata Indra lagi kini dengan suara tercekat.


Hana menyeringai saat Indra mengatakan hal itu.


"Benarkah?" Hana mulai membuka suara saat Indra mengatakan hal itu.


Dan mendapatkan anggukan kepala sebagai jawaban.


"Lalu bagimana dengan istri barumu itu Bukankah dia wanita yang sangat kau idam-idamkan selama ini. Wanita yang bisa memberimu keturunan. Tidak seperti diriku, wanita yang tidak bisa memberimu anak sehingga kau tega menghianati aku hanya demi seorang anak. " Hana tidak segan-segan lagi mengatakan hal itu, karena dia merasa sangat sakit jika mengingat hal itu.


"Dia keguguram, dan aku tidak yakin kalau anak yang dia kandung adalah anakku. "

__ADS_1


"Bagaimana kau tidak yakin, bukankah selama ini kau selalu pulang malam. Dan aku yakin kau pasti selalu menghabiskan malam dengan wanita itu. Lalu alasan apa yang membuatmu tidak yakin kalau bayi yang dikandungnya bukan anakmu. "


Deg...


"Jangan pernah bicara omong kosong mas. Dan jangan pernah berpikiran picik dan egois. Kasihan wanita itu yang sudah kehilangan bayinya dan bayimu hanya karena sikap picikmu itu. Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Jika kau tidak mau kehilangan terus menerus. " Ujar Hana sambil berdiri.


"Kita berpisah secara baik-baik jadi jangan pernah mengganggu hidupku lagi. Biarlah aku hidup dengan caraku sendiri dan kau hidup dengan caramu sendiri. Semoga kau bisa hidup bahagia dengan keluarga barumu, dan jangan pernah betindak bodoh untuk kedua kalinya. " nasehat Hana sebelum dia meninggalkan Indra yang sedang termangu sendiri memikirkan semua ucapan Hana.


Sejak tadi percakapan mereka ternyata sudah di rekam oleh seorang wanita muda berwajah datar, yaitu Mira. Dia tidak akan membiarkan Hana sendiri sesuai perintah Keenan, apalagi saat bersama dengan Indra. Setelah Hana selesai bicara dengan Indra, dia lalu mengikutinya sampai masuk ke dalam mobil dan segera mengantarkan Hana ke kantornya. Tak lupa dia mengirimkan hasil rekamannya itu kepada sang tuan, sebagai laporan hari ini.


Di dalam mobil Hana berkali-kali menghembuskan nafasnya untuk menetralkan detak jantungnya yang tidak beraturan. Dia merasa sangat emosi saat mendengarkan pernyataan Indra yang tidak mau mengakui anaknya. Sebenarnya dimana otak pria itu? Memang dasar otak ************ sehingga dia hanya memikirkan nafsu tanpa memikirkan akibatnya. Mana dia tidak mau mengakui anak yang dikandung istrinya itu.


Lalu kalau dia tidak mau mengakui anaknya, kenapa dulu dia begitu menggebu-gebu saat meminta ijin menikah lagi demi alasan Hana yang tak kunjung memberinya keturunan. Benar-benar aneh, tapi beruntungnya Hana sudah terlepas dari pria aneh seperti Indra.


Mira hanya melirik apa yang terjadi pada Hana melalui kaca spion. Yang sering menghembuskan nafasnya, entah apa yang sedang calon istri tuannya itu rasakan Maira tidak tahu.


Sedangkan di tempat lain, Indra berjalan gontai ke dalam mobilnya. Dia memikirkan apa yang baru saja dikatakan Hana, yang semuanya benar.


Jadi, anak yang di kandung Ema adalah anaknya. Benar, karena selama ini yang menghabiskan peluh bersama Ema adalah dirinya setiap pulang kerja. Karena setiap pulang kerja dia selalu mampir ke rumah kontrakan Ema untuk menghabiskan waktu bersama sebelum pulang ke rumah.


Tapi kini anaknya sudah tidak ada... dia sudah pergi karena kekesalannya pada Ema yang menyebabkan Hana pergi.


"Kau bodoh Indra, benar kata ibu dan Hana. Aku memang bodoh. Aku harus kehilanganmu karena alasan anak, dan kini anak itu sudah pergi. Aku egois, aku bodoh... Arrrrgggghhhh. "

__ADS_1


Pikiran Indra benar-benar kacau setelah Hana membuka matanya dengan kenyataan yang dia lewatkan. Kini di hatinya hanya menyisakan penyesalannyang sangat dalam.


__ADS_2