
Pak Rt dan beberapa warga mendatangi rumah Hana, yang mana di sana sedang terparkir mobil mewah Keenan. Ada sebuah celetukan dari warga yang seketika membuat langkah pak Rt terhenti.
"Bagaimana kalau kita hancurkan saja mobil itu, Pak RT. "
"Iya biar kita bisa melampiaskan kekesalan kita. Kita tidak mau ya, lingkungan kita ternodai oleh ulah mereka berdua. "
Pak Rt lalu membalikkan badannya dan melihat ke asal suara. Dia menghembuskan nafasnya kasar. Memang kalau orang lagi emosi semua tidak bisa di kontrol.
"Kalian mau merusak mobil, silahkan saja. Tapi jika pemilik mobil melaporkan kalian kepada polisi jangan salahkan saya atau bawa-bawa nama saya. Kalian tidak tahu, mobil itu harganya berapa? saya yakin kalian tidak bodoh untuk melihat harga mobil itu. Bakan harga 5 rumah disini tidak akan bisa menggantikan satu mobil itu. " Pak Rt menjeda kalimatnya.
"Kalian jangan berlebihan dulu, lagi pula kita juga belum tahu kebenarannya. Emosi boleh, Bodoh jangan. Karena itu akan merugikan diri kalian sendiri. Dan kalian belum tau siapa yang kalian hadapi. " ujar pak RT dengan bijaksana.
Semua warga terdiam mendengarkan ceramah singkat dari RT mereka. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Hana yang tinggal beberapa langkah lagi.
"Saya harap kalian tetap tenang. Hanya saya dan tiga orang saja yang masuk, termasuk tuan Indra. " ujar pak RT lagi.
Mereka semua mengangguk mengerti dan menurut setelah tadi mendapat sedikit pencerahan dari RT mereka.
Assalamu'alaikum
Ucapan salam dan ketukan pintu pak Rt ucapkan meskipun pintu dalam keadaan terbuka.
Wa'alaikum salam.
Jawaban dari dalam rumah terdengar, dan keluarlah Bi Sum dengan langkah cepat. Dia terkejut saat melihat ada pak RT dan beberapa orang datang menyatroni rumah mereka.
"Ada apa ya, Pak. " tanya Bi Sum takut.
"Mbak Hananya ada, bi? " tanya Pak Rt.
"Ada pak, mari silahkan masuk. " Bi sum mengajak Pak Rt masuk ke dalam rumah, dan mempersilahkan duduk.
Di dalam Rumah Keenan yang sedang duduk santai sambil makan camilan pun terkejut saat bi Sum mengajak beberapa orang masuk dan semakin terkejut saat ada Indra di sana.
"Nah itu dia orang nya pak Rt. Bisik Indra di telinga pak Rt.
"Tenang, tuan. "
__ADS_1
Mereka semua duduk dengan tenang di sofa ruang tamu yang merangkap sebagai ruang keluarga itu. Indra memindai seluruh ruangan tempat tinggal mantan istrinya itu dengan tatapan tak percaya. Ternyata Hana hanya tinggal di rumah kontrakan sempit seperti ini.
"Maaf, mbak Hananya mana ya. " tanya pak Rt lagi tak sabaran. Karena Hana sejak tadi tak terlihat.
"Hana sedang sholat pak. Bentar lagi keluar. " Keenan yang menjawab.
"Cih. " medengar itu Indra berdecih seolah dia tidak suka dengan apa yang dikatakan Keenan.
"Maaf anda siapanya mbak Hana, ya. Mas?" tanya pak Rt.
"Dulu saya teman kuliah Hana, pak. Dan sekarang saya adalah kekasih Hana, setelah dia resmi bercerai. " Jawab Keenan Keenan sambil melirik Indra.
Indra ingin berucap namun pintu kamar yang terbuka membuat semua pandangan beralih ke asal suara. Hana keluar dengan mamakai kaos longgar dan rok selutut. Pakaian santainya sehari-hari. Dia tertegun saat melihat banyak orang di rumahnya, terutama saat melihat ada Indra di sana.
"Mau apa dia kemari. " batin Hana.
"Kemarilah, Hana. Pak RT sejak tadi mencarimu. " kata Keenan.
Hana berjalan mendekati mereka dan duduk di samping Keenan. Dengan wajah tak mengerti.
"Maaf ada apa ya kalian ramai-ramai kemari." tanya Hana penasaran, sambil melirik Indra dari ekor matanya. Dilihatnya senyuman yang tak lekang dari wajah Indra sejak melihat Hana. Senyuman yang sangat memuakkan bagi Hana.
Hana menaikkan alisnya sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya. "Tentang, saya. Memangnya saya kenapa, pak? " Tanya Hana semakin tak mengerti dengan posisinya saat ini.
"Kami menerima laporan kalau mbak Hana sering keluar dan pulang larut malam dengan seorang pria. Dan baru saja kami mendapat kabar kalau mbak Hana sedang hamil. Benarkah demikian? " ujar pak Rt
Hana dan Keenan saling berpandangan dengan tatapan tak mengerti. Lalu pandangan mereka beralih ke Indra yang masih tersenyum penuh kemenangan.
"Darimana anda mendapat kabar itu pak. " tanya Hana dengan tatapan datar dan suara dinginnya.
"Apakah dari pria ini. " tunjuk Hana kepada Indra.
"Iya." jawab pak RT sungkan karena mendapat respon tak menyenangkan dari Hana. Setelah tadi dia bersikap ramah, namun sekarang semua berubah.
Hana yang ramah dan sopan berubah dingin seketika. Yah, bagaimana tidak berubah jika mendengar sesuatu yang sepertinya menyudutkannya. Walaupun apa yang di katakan pak RT itu benar, tapi seolah mereka ingin menghakimi Hana dengan sebuah tuduhan.
"Lalu apa yang ingin kalian katakan dan ketahui dariku. "
__ADS_1
Semua orang saling berpandangan melihat sikap Hana yang sangat tegas dan tidak takut sama sekali.
"Kami hanya ingin tahu, siapa ayah dari anak yang ada di kandungan Anda mbak Hana. Apakah anak itu anak dari mas Indra atau anak dari tuan Keenan. " kata Pak Imam salah seorang ustadz yang tadi juga di tarik paksa oleh warga untuk mengikuti mereka ke rumah Hana.
"Apakah itu sangat penting untuk kalian? "
Mereka mengangguk.
"Jika anak itu adalah anak mas Indra, maka mas Indra ingin rujuk dengan mbak Hana dan akan menerima anak itu dengan senang hati. Namun jika itu anak Tuan Keenan itu artinya anda telah melakukan Zina mbak Hana dan anak itu adalah anak hasil perzinahan. Dan apakah kalian berdua selama ini sudah kumpul kebo? " kini Pak RT yang bicara
Mendengar hal itu, Hana langsung menutup matanya, menghirup dalam-dalam oksigen disekitarnya untuk menenangkan hatinya yang bergemuruh.
"Siapa yang sudah mengatakan kalau saya kumpul kebo dengan mas Ken hingga menghasilkan bayi dalam perut saya. Apakah pria ini. " Tunjuk Hana lagi kepada Indra.
Semua orang diam dan tertunduk, tidak berani menjawab. Karena sebenarnya tuduhan itupun tak berdasar.
"Sebenarnya saya tidak ingin mengumbar aib keluarga saya, kepada kalian. Tapi sebuah tuduhan dari kalian yang tak berdasar sudah melukai harga diri saya sebagai wanita. Meskipun saya seorang janda, saya bisa memastikan kalau saya adalah janda terhormat."
"Dan apa kalian tau siapa pria ini, pria yang mengaku sebagai suami saya. Dan kenapa kami sampai bercerai. Siapa yang salah sampai kami bisa bercerai? " kata Hana dengan wajah yang sudah memerah.
Keenan menggenggam tangan Hana dan mengusap punggungnya. Dia tau kalau saat ini Hana sangat emosi. Dia tidak akan menghalangi Hana untuk mengeluarkan semua emosinya. Biarkan Hana mengungkapkan semuanya agar dia lega, dan tidak diinjak-injak lagi oleh Indra.
"Yah, dia memang mantan suami saya. Dan kenapa kami bercerai? itu karena saya yang menggugatnya, dia yang sudah berselingkuh dan selingkuhannya itu sampai hamil. Jadi disini siapa yang sebenarnya kumpul kebo? "
"Hana... " sentak Indra tak terima.
"Kenapa? kamu tidak terima dengan tuduhan itu? Aku tau kamu ingin aku kembali padamu kan? Jangan berharap, kamu sendiri yang menabuh kebencian dalam diriku padamu mas, karena kamu sudah menuduhku kumpul kebo dengan mas Ken. Seharusnya kamu berkaca sebelum menuduh dan memfitnahku dengan kejam."
"Tapi itu benar, kalau kau tidak kumpul kebo. Lalu anak siapa di dalam perutmu itu kalau bukan hasil adonan kalian berdua. "
"Indra. " Kini Keenan yang tidak terima dengan tuduhan Indra itu, karena sudah menyeret namanya.
"Sudah mas, tak perlu kau ladeni pria bodoh ini. "
"Hana. " Indra tak terima dikatai bodoh oleh Hana.
"Baiklah sekarang apa maumu. Apa mau kalian semua datang kerumahku seperti ini. " teriak Hana penuh emosi dan tak kuasa menahan air matanya lagi.
__ADS_1
"Hana jika, itu adalah anakku. Aku ingin kembali rujuk denganmu. Tapi jika itu bukan anakku pun aku tetap akan menerimamu, Hana. Kumohon kembalilah padaku Hana. Aku sangat mencintaimu Hana. "
"Dalam mimpimu. "