Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Galen


__ADS_3

Saat ini Hana sudah berada di ruangan VVIP yang sudah disiapkan oleh Keenan untuk Hana jauh-jauh hari. Di sana sudah ada Dion dan Manda, pengantin baru itu langsung datang saat diberi kabar kalau Hana melahirkan. Mereka ikut bahagia dengan kelahiran anak Hana. Sedangkan papa dan mama Keenan belum bisa datang menjenguk Hana dan anaknya karena mereka masih berada di luar kota.


"Aduh, ganteng banget sih nih baby. Mirip banget sama kamu mbak. Ga ada mirip-miripnya sama bapaknya. " celetuk Manda saat menggendong bayi Hana yang diberi nama Galen oleh Hana yang berarti anak yang tenang.


"Hust, dijaga ucapannya sayang. " Dion menimpali.


"Emang bener kok. "


Mereka tertawa bersama mendengar ucapan Manda. Tapi memang benar mulai dari mata hidung dan bibir Galen semuanya mirip Hana. Itu mungkin karena Hana tidak terlalu memikirkan ayahnya saat berada di dalam kandungan. Dan permohonannya kepada Tuhan agar kelak wajah anaknya jangan mirip mantan suaminya, agar tidak selalu mengingatkan dia kepada mantan suaminya.


"Dion tolong segera kau urus surat Adopsi Galen untukku. Agar Aku bisa berkuasa atas Galen dan bisa mencantumkan nama Davis di belakang nama Galen. Dan kelak ayahnya tidak ada kuasa jika ingin menuntut hak asuh Galen." pinta Keenan kepada adik iparnya itu.


"Siap, kak. " jawab Dion menyanggupi.


"Duh, kakakku so sweet banget sih. " goda Manda kepada kakaknya itu.


Mendengar permintaan Keenan kepada Dion membuat hati Hana tersentuh. Begitu besarnya cinta yang diberikan Keenan kepadanya. Sampai dia mau memerintahkan Dion seperti itu, bahkan dia memberikan nama Davis dibelakang nama anaknya. Itu sudah membuktikan kalau Keenan benar-benar tulus menerima dirinya dan anaknya.


"Mas, terima kasih. " ujar Hana dengan mata berkaca-kaca


"Sudahlah, ini sudah tugasku Hana. Setelah ini kau harus segera memulihkan kondisimu, untuk acara pernikahan kita setelah masa nifasmu selesai. Aku sudah mempersiapkan semuanya untuk kita. Tidak ada acara lamaran, kita langsung menikah saja." ujar Keenan dengan raut wajah serius.


Tak bisa lagi Hana berkata-kata. Mungkin Jika Hana tidak Hamil, Keenan sudah menikahinya beberapa bulan yang lalu setelah masa iddah normalnya selesai. Namun karena dia sedang Hamil, Keenan mau menunggunya sampai dia melahirkan. Sungguh pria satu ini membuatnya jatuh cinta berkali-kali. Dari segala perhatian dan kesabarannya selama ini membuat hati Hana luruh dan jatuh dalam pesona Duda dengan satu anak ini.


Ungkapan rasa syukur ini terus Hana ucapkan karena telah dipertemukan dengan pria baik seperti Keenan.


"Duh yang ngebet pengen nikah. " ledek Manda kepada kakaknya, dan itu kembali membuat tawa semua orang diruangan itu pecah.


"Ya, sudah kalau begitu kami pulang dulu,. Sebelum larut malam. " Pamit Dion.

__ADS_1


"Rubby, apa Rubby pulang bersama tante dan om." tanya Manda kepada si kecil Rubby yang sejak tadi bersandar manja kepada Hana.


"Nggak mau, Rubby mau tidur disini bersama mama dan adik bayi. "


"Tapi Rubby belum berganti pakaian lho sejak pagi. Kita pulang dulu, besok tante antar kesini lagi kita sekalian bawa baju ganti untuk Rubby. "


"Iya sayang, Rubby pulang dulu ya. besok kesini lagi. Mama tidak mau kalau Rubby merasa tidak nyaman tidur di rumah sakit. Nanti Rubby ikutan sakit. "


Mendengar permintaan dari mama Hananya, akhirnya Rubby menurut. Dia akhirnya mau pulang bersama dengan Om dan tantenya.


Setelah kepergian mereka, ruangan tampak sepi. Hanya tinggal Hana dan Keenan di ruangan itu, sedangkan baby Galen masih terlelap. Memang bayi membutuhkan waktu tidur lebih banyak daripada orang dewasa. Dan hanya terbangun saat meminta Asi.


"Aku akan ke ruanganku Hana. Kamu disini sama Mira, tidak apa-apa kan? Aku tidak ingin ada fitnah antara kita karena kita masih belum ada hubungan apa-apa. Kalau ada apa-apa hubungi aku. " ujar Keenan.


"Iya mas. Aku tidak apa-apa sama Mira, kok. Kamu tenang saja."


Mira segera mengunci pintu dan melihat baby Galen yang belum dia lihat sejak tadi. Ternyata dia sangat tampan dan menggemaskan.


"Nona, dia sangat lucu dan menggemaskan. Andai dia perempuan wajahnya akan sangat mirip dengan anda nona." kata Mira dengan antusias.


Hana hanya tersenyum mendengar ucapan dari Mira. Semua orang tadi mengatakan kalau bayinya sangat mirip dengan dirinya. Apa benar? Jika memang benar, Hana akan sangat bersyukur. Karena dia tidak perlu mengingat Indra saat memandang wajah anaknya nanti.


"Mira, tolong bawa Galen kemari, aku ingin menyusui nya. "


"Iya nona. Jadi namanya Galen? " tanya Mira lalu menyerahkan Galen kepangkuan Hana.


Hana memperhatikan wajah anaknya dengan seksama. Dia lalu tersenyum saat mengetahui ternyata benar apa yang dikatakan semua orang tentang anaknya. Puji Syukur dia ucapkan berkali-kali dan berharap kalau wajah anaknya akan tetap seperti ini, yang sangat mirip dengannya.


"Nona apa anda tidak istirahat? " tanya Mira yang membuyarakan lamunan Hana setelah beberapa saat menyusui Galen.

__ADS_1


"Iya, Mira. Biarkan anakku tidur disini saja bersamaku. " kata Hana sambil merebahkan Galen di sampingnya.


Mira hanya tersenyum menanggapi ucapan Hana. Dia tau kalau nonanya ini sangat bahagia setelah kelahiran putranya. Apalagi kalau dia tau pernikahannya yang akan diadakaan kurang lebih satu bulan lagi. Hana pasti terkejut dengan konsep pernikahan yang diangkat oleh Keenan. Sangat spesial dan megah. Bukan pernikahan biasa.


Pagi harinya, baby Galen sudah terlihat segar setelah dimandikan oleh perawat. Hana lalu mengambil gambar anaknya dan memasangnya di story media sosialnya. Akhirnya Banyak ucapan selamat yang Hana dapatkan dari para rekan kerjanya yang baru tahu ternyata Hana sudah melahirkan.


Disisi lain saat Ema sedang berseluncur di media sosial dan melihat beberapa story teman-temannya, dia terkejut melihat story media sosial Hana yang menunjukkan gambar seorang bayi yang menggemaskan. Ema segera mengirimkan pesan kepada Hana.


"Mbak Hana, apakah mbak Hana sudah melahirkan? " pesan terkirim.


"Iya Ema. " jawab Hana singkat.


"Sekarang mbak Hana ada dimana? Aku ingin melihat keponakan ku. " Ema membalas pesan lagi kepada Hana.


"Davis Hospital. Tapi tolong, jangan katakan kepada mas Indra kalau aku sudah melahirkan. Aku tidak ingin dia membuat keributan lagi. " balasan pesan panjang Ema terima dari Hana.


"Maksud mbak Hana. "


"Nanti aku ceritakan saat kau sudah ada disini. "


"Baiklah mbak. Nanti aku akan datang sepulang kerja. aku akan minta ijin dulu kepada mas Indra dan ibu untuk pulang terlambat. "


Tidak ada balasan lagi dari Hana, Ema mencoba berpositif thinking aja. Mungkin Hana sedang sibuk atau sedang melakukan sesuatu. Dia kemudian kembali bekerja dan melayani para pembeli yang datang.


Saat jam kerjanya hampir habis. Ema segera menghubungi ibu mertuanya kalau hari ini dia pulang terlambat karena akan mengunjungi temannya yang sakit di rumah sakit. Bu Gayatri mengijinkan toh memang waktu Ema seharian dihabiskan untuk bekerja. Jadi, mungkin Ema baru bisa menjenguk temannya itu saat pulang kerja.


Ema segera pergi ke rumah sakit tempat Hana dirawat. Dia segera mencari pasien yang baru melahirkan bernama Hana. Petugas memberitahukannya kalau Hana dirawat di ruang VVIP. Mendengar nama VVIP saja membuat Ema geleng-geleng. Kini Hana sudah jauh dari jangkauannya. Hana sudah jauh berbeda bersama pria dengan kelas yang berbeda.


Hana bukanlah gadis malang seperi dulu. Tapi dia akan menjadi nyonya Davis. Seorang yang berpengaruh di bidang bisnis, hukum dan kesehatan.

__ADS_1


__ADS_2