
Fia keluar dari kamarnya karena merasa kehausan. Dia melihat jam diponselnya ternyata sudah pukul sebelas malam. Fia segera beranjak dari tempat tidur dan membawa botol minumnya keluar untuk diisi air minum. Setelah selesai mengisi air minum, Fia segera kembali ke kamarnya.
Dia tidak menyadari kalau ada tatapan lapar seseorang yang sedang mengawasinya dari tadi. Dengan santai Fia segera masuk ke kamar, belum sempat menutup pintu, sebuah tangan kekar membalikkan tubuhnya dan langsung memberikan ciuman dengan brutal ke bibirnya. Aroma alkohol sangat menyengat dapat Fia cium masuk ke dalam indra penciumannya.
Fia tau siapa yang melakukan ini kepadanya. Karena dia pernah melihat Indra mabuk waktu itu.
"Tuan, tolong lepaskan saya, tuan... Saya mohon lepaskan saya, Tuan... " kata Fia dalam isak tangisnya.
Tapi Indra sudah tidak peduli. Matanya sudah dibutakan oleh hasrat yang sedang berkecamuk dalam dirinya.
"Tidak Hana, aku tidak akan melepaskanmu lagi. Kau akan jadi milikku, kau hanya milikku Hana.. " Racau Indra, yang sudah membawa Fia didalam kungkungannya.
"Tuan, sadarlah... saya bukan mbak Hana, saya Fia... saya Fia tuan... tolong kepaskan saya. Sadarlah tuan. "
Fia terus menangis dan memberontak dalam Kungkungan Indra, tapi Indra sudah tidak peduli lagi. Dia segera merobek pakaian yang dikenakan Fia dan segera memasukkan senjatanya ke dalam milik Fia.
Indra diam sesaat saat dia merasakan lubang milik wanita yang dia kira Hana itu terasa sempit.
"Kenapa kau sempit sekali? padahal dulu kita sering melakukannya Hana. " racau Indra, namun setelah itu Indra mencoba menerobos gawang wanita yang dia kira Hana.
Sedangkan di bawah sana, Fia sudah memekik kesakitan karena sesuatu yang menerobos masuk ke dalam inti tubuhnya. Dia terus meronta meminta di lepaskan, tapi tenaganya tak cukup kuat untuk melawan pria mabuk yang sudah kehilangan kesadarannya. Dan akhirnya dia lelah dan pasrah pada apa yang terjadi pada dirinya.
"Nah, diam begini lebih baik Hana. Kau tak akan pernah menang melawanku. " kata Indra yang berusaha mencium bibir Fia. Namun Fia segera memalingkan wajahnya. Dia merasa jijik pada dirinya karena sudah di sentuh oleh Indra tanpa ikatan apapun.
Fia hanya diam dan terisak dalam tangisnya, dia tidak memberontak lagi, karena meraskaan sekujur tubuhnya sangat lemah. Entah berapa kali Indra melakukan itu kepadanya hingga akhirnya dia tertidur di atas tubuh Fia.
Perlahan Fia mendorong tubuh Indra untuk menyingkir dari atas tubuhnya. Lalu dia segera menutupi tubuhnya yang sudah terkoyak dengan baju yang sudah robek di sana sini. Fia menangis dalam diam. Kepiluan menghampiri dirinya, dia tidak menyangka kalau nasibnya akan seperti ini. Sungguh malang nasib Fia. Dia bahkan tidak bisa memejamkan matanya karena rasa sakit yang dia rasakan tidak hanya di hatinya namun di sekujur tubuhnya juga merasakan kesakitan itu.
*************
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi, Bu Gayatri biasanya sudah melihat Fia masuk ke kamarnya pagi-pagi begini. Tapi hari ini Fia tidak terlihat sama sekali. Dengan tongkatnya Bu Gayatri berusaha masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sekedarnya. Lalu dia segera bersiap keluar untuk melihat apa yang terjadi, kenapa perawatnya itu tidak datang ke kamarnya.
Dengan menaiki kursi rodanya, bu Gayatri keluar dari kamar. Dia berpapasan dengan Ema yang akan ke dapur.
"Ema, apa kau melihat di mana Fia? " tanya Bu Gayatri.
"Tidak, bu. Mas Indra juga tidak pulang semalam." jawab Ema.
"Ema, Tolong bawa ibu ke kamar Fia. Ibu takut terjadi sesuatu dengannya. Mungkin dia sakit, karena tidak biasanya dia begini walau saat sakit sekalipun. "
Ema menurut dan langsung mendorong kursi roda ibu mertuanya ke kamar Fia. Dia lalu mengetuk pintu berkali-kali namun tidak ada jawaban.
"Coba buka saja Ema, mungkin tidak di kunci. " titah bu Gayatri.
Dan benar saja, saat Ema memutar handle pintunya ternyata tidak di kunci. Ema langsung mendorong kursi roda ibu mertuanya ke dalam kamar dan melihat keadaan kamar Fia yang berantakan. Dan sesuatu yang mengejutkan pun mereka lihat. Mereka melihat Tubuh Indra sedang berbaring di atas tempat tidur Fia tanpa sehelai benangpun.
"Fia...Fia..." panggil Bu Gayatri sambil mendorong kursi rodanya, namun tak ada jawaban.
Sedangkan Tubuh Ema diam mematung melihat keadaan suaminya yang polos di kamar perawat ibunya.
Saat Bu Gayatri sudah sampai di samping ranjang, betapa terkejutnya dia melihat keadaan Fia yang berantakan dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Fia... nak. kau tidak apa-apa. " tanya Bu Gayatri sambil mendongakkan wajah Fia yang sangat sembab karena banyak menangis dan ada lingkaran hitam di matanya.
"Bu... Fia diperkosa sama tuan Indra. " lirihnya lalu berhabur dipangkuan Bu Gayatri yang berada di kursi roda.
Tubuh Bu Gayatri menegang saat mendengar rintihan Fia. Yang terus menangis di pangkuannya. lalu melirik tajam ke tubuh Indra. Dia lalu mengambil sebuah sapu yang biasa digunakan untuk membersihkan sprei, dan memukulkannya bertubi-tubi ke tubuh Indra yang polos.
'Dasar anak kurang ajar, bren*sek, ba*ingan. " Bu Gayatri mengumpati anaknya sendiri dengan kata-kata yang tidak enak di dengar. Sedangkan Ema diam saja seperti patung. Karena dia sudah menyangka kalau suaminya sudah melakukan itu kepada Fia. Ingin menyangkalnya pun tak kan bisa karena dia melihat ada noda darah di sprei yang ditiduri suaminya.
__ADS_1
Indra yang merasa kesakitan pun segera terbangun dari tidurnya dan terduduk dengan mata yang belum terbuka sepenuhnya.
"Apa-apaan sih bu, aku bukan anak kecil lagi. " kata Indra sambil mengucek matanya. Dia masih belum sadar kalau saat ini dia sedang dalam keadaan polos.
"Buka matamu, dan lihat apa yang sudah kamu lakukan. " sentak Bu Gayatri dengan nafas yang memburu dan memukul kepala Indra dengan sapu.
Indra segera membuka matanya dan mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Ini bukan kamarnya, lalu kamar siapa. Dia lalu menyadari sesuatu dan berteriak saat mendapati tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
Apa yang terjadi. " tanyanya sambil menutupi inti tubuhnya dengan bantal.
"Jangan berlagak bodoh Indra, yang ibu tanyakan apa yang sudah kau lakukan kepada Fia semalam. Jawab. " bentak Bu Gayatri lagi.
Indra sangat terkejut mendengar kemarahan ibunya. Memangnya apa yang dia lakukan semalam. Indra mencoba mengingat-ingat kejadian semalam. Dan saat potongan-potongan ingatan itu sedikit demi sedikit kembali, matanya membola dan menatap Fia yang sedang menelungkupkan kepalanya di pangkuan ibunya sambil menangis.
"Fi... Fia... maafkan aku. Aku tidak sengaja sungguh. " kata Indra penuh penyesalan.
"Jadi kau sudah ingat apa yang terjadi. " tanya Bu Gayatri kepada anaknya itu, dia lalu menghembuskan nafasnya kasar.
Indra mengangguk. "Semalam aku mabuk, sehingga membuat pikiranku kacau bu. Dan menganggap Fia adalah Hana. Jadi aku melakukannya karena aku sangat merindukan Hana. Maafkan aku Fia. " ucap Indra penuh penyesalan.
"Apakah dengan minta maaf semua akan selesai." tanya Bu Gayatri dengan masih menyimpan kekesalan di hatinya . "Lalu apa yang sudah kau ambil dari Fia bisa kau kembalikan utuh. " tanya Bu Gayatri lagi.
"Memangnya apa yang sudah aku ambil darinya?" tanya Indra tak mengerti.
"itu noda darah yang berada tepat di depanmu. " Kata Bu Gayatri sambil menunjukkan noda darah di seprei nya.
"Ja... Jadi... Aku sudah merenggut...."
"Ya.... maka dari itu kau harus bertanggung jawab dengan menikahinya."
__ADS_1