Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Mencari Tahu.


__ADS_3

Sore ini Keenan sudah menunggu kedatangan Hana di rumah sakit. Tepat pukul lima sore Hana datang dengan Mira yang berjalan di belaknganya. Mereka segera menuju ruangan dokter Rima, karena Keenan sudah membuat janji untuknya.


Hana juga sudah mengabari Keenan kalau dia sudah berada di rumah sakit dan saat ini sedang menuju ruangan dokter. Keenan yang mendengar itupun, segera keluar dari ruangannya dan menuju tempat prakter dokter Rima. Dan ternyata mereka berpapasan jalan, lalu berjalan beriringan menuju ruangan Dokter Rima.


Hana sempat terkesima saat melihat tubuh Keenan yang berbalut jubah dokter. Sungguh terlihat sangat tampan, karena baru kali ini Hana melihat Keenan memakai pakaian dokter . Di saat biasa bertemu dengan Keenan , dia hanya menggunakan pakaian casual biasa atau memakai pakaian kantoran saat dia bertemu di kantor . Dan kali ini Keenan benar-benar terlihat berbeda .


"Ayo Hana," ajak Keenan yang langsung. menggandeng tangan Hana.


Mereka Langsung memasuki ruangan dokter kandungan , dan tidak perlu Antri di luar . Karena yang akan diperiksa adalah calon istri direktur Rumah Sakit mereka . Hana sendiri merasa tidak nyaman , ketika dia langsung menyerobot antrian . Tapi keinginan Keenan tidak pernah bisa dibantah .


Pemeriksaan pun dilakukan , dengan dokter yang menanyakan keluhan seputar kehamilan kepada Hana . Dan Hana menjawab apa adanya , tanpa ada yang ditutupi . Setelah sesi tanya jawab selesai , dokter segera meminta Hana untuk berbaring di tempat pemeriksaan . Dokter Rima segera mengoleskan cairan gel di atas perut bagian bawah Hana. Dan benar saja terlihat janin yang sudah tumbuh sesuai usia kandungannya .


"Keadaan bayinya sehat tuan nyonya , semuanya baik-baik saja tidak ada masalah . "


Mendengar penjelasan dari dokter Hana merasa sangat bahagia , karena bayinya sangat sehat dan tidak ada masalah baginya itu saja sudah cukup .


"Untuk jenis kelaminnya belum bisa kita lihat dengan jelas. Nanti saat sudah berumur 6 atau 7 bulan kita baru bisa melihatnya. " kata dokter lagi.


"Yang pasti selama kehamilan, anda jangan terlalu lelah bekerja. "


Setelah melakukan konsultasi dan pemeriksaan Hana dan Keenan segera keluar dari ruangam dokter, namun hal tak menyenangkan mereka dapatkan saat seseorang memanggil nama Hana. Saat menoleh ke asal suara tubuh Hana langsung menegang saat tau orang yang memanggilnya adalah Indra. Dan langsung menutupi perutnya dengan blazer yang sedang dia pakai. Setelah menjawab basa basi dari Indra, Hana segera meminta Keenan membawanya pergi dari sana.


"Tenanglah, Hana. Semua akan baik-baik saja. Indra tidak akan mengganggumu. " kata Keenan saat membawa Hana pergi dari sana.


"Aku takut mas, Ken. Dia akan tahu kehamilan ku dan berusaha merebut anak ini. " ujar Hana yang masih ketakutan.


"Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa padamu. Aku akan selalu menjagamu. "


"Terima kasih, mas."


"Kita tebus obatnya di apotik dulu ya "

__ADS_1


Hana tidak menjawab, tapi dia hanya mengangguk dan mengikuti kemana Keenan membawanya pergi.


Di sisi lain,


Indra yang juga sudah membuat janji dengan dokter Rima segera masuk ke ruangan dokter dan meminta dokter untuk memeriksa keadaan kandungan Ema.


Namun dokter tak serta merta langsung memeriksa Ema, dia terlebih dulu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kami sudah berhubungan hampir dua bulan dokter. Tapi kenapa istri saya tak kunjung hamil. Padahal sebelumnya istri saya sudah hamil, namun mengalami keguguran. "


Setelah mendengar keterangan dari Indra Dokter pun mulai memeriksa kandungan Ema. Keningnya sesekali mengernyit saat melakukan pemeriksaan melalui USG.


"Apa yang terjadi dokter? " tanya Indra tak sabaran.


"Kondisi rahim istri anda baik-baik saja tuan. Tapi sepertinya akan sedikit kesulitan hamil. Karena rahim terlalu kering pasca kuretase. Mungkin dengan mengkonsumsi beberapa obat dan makanan sehat rahim istri anda akan kembali normal. " jelas dokter.


Mendengarkan penjelasan dari dokter Indra langsung mengusap wajahnya kasar, sedangkan Ema hanya menunduk dalam. Namun tak lama Indra kembali menatap dokter dengan serius.


"Dokter, saya mau tanya. "


"Pasien yang masuk sebelum kami, bernama Hana kan? " tanya Indra serius.


"Iya, tuan. beliau adalah nyonya Hana. "


"Apa yang dilakukan disini, "


"Maaf Tuan. " dokter Rima sepertinya enggan menjawab pertanyaan dari Indra karena itu bukan urusannya.


"Tolonglah dokter. Hana adalah mantan istri saya. Kami baru bercerai beberapa bulan yang lalu. " jelas Indra.


Dokter Rima terkejut mendengar penjelasan dari Indra, karena yang dia tau Hana adalah kekasih dokter Keenan.

__ADS_1


"Maaf tuan, bukan ranah saya untuk menjelaskan masalah itu. Karena itu adalah masalah pribadi nyonya Hana. "


Indra menggaruk rambutnya frustasi. Dia lalu berpamitan kepada dokter dan membawa Ema keluar dari sana.


"Tunggu sebentar mas, aku mau ke toilet. " kata Ema saat mereka sudah berada di luar ruangan.


"Pergilah, menyusahkan saja. " ketus Indra.


Setelah kepergian Ema, Indra lalu menemui perawat yang berjaga di depan ruangan dokter. Dia ingin bertanya sesuatu kepada perawat itu. Mungkin saja dia bisa mendapatkan informasi.


"Maaf sus, boleh saya bertanya sesuatu? " tanya Indra.


"Iya, pak. Ada yang bisa saya bantu? " jawab perawat itu ramah.


"Tentang pasien yang tadi keluar dengan seorang dokter pria. Sepertinya saya mengenalnya. " ujar Indra seolah-olah dia melupakan Hana.


"Oh, Nona Hana dan dokter Keenan. Dokter Keenan adalah pemilik rumah sakit ini tuan, dia adalah direktur di rumah sakit ini. Dan nona Hana adalah kekasihnya, mereka sedang memeriksakan kandungan nona Hana. " jelas perawat itu tanpa rasa curiga sedikitpun.


Mendengar penjelasan dari perawat membuat Indra melongo. Dia tidak percaya kalau Hana menjadi kekasih seorang pemilik rumah sakit. dan apa katanya tadi? memeriksakan kandungan Hana? Jadi Hana sedang hamil? Hamil dengan dokter itu? Tapi katanya mereka adalah kekasih. Sangat membingungankan. Apakah mereka pasangan kumpul kebo?


"Tidak bisa di biarkan. " gumam Indra dalam hati.


"Boleh saya tahu alamat Hana sus. kami adalah teman lama. Yang sudah lama tidak bertemu, saya dan istri saya ingin mengunjunginya. " kata indra kemudian.


Namun tampaknya suster itu sedikit ragu untuk memberikan alamat Hana kepada pria di depannya. Bisa saja pria ini pria jahat.


"Tolonglah sus, beritahu saya alamat Hana. " Kata Indra lagi sambil menyelipkan beberapa lembar uang merah di bawah keyboard nya.


Suster itu mengangkat alisnya melihat itu. Lalu dia tersenyum. Sebentar dia membuka buku catatan pasien lalu mencatat sesuatu di sebuah kertas dan memberikannya kepada Indra.


"Terima kasih. "

__ADS_1


Indra tersenyum lebar dan langsung memasukkan kertas itu ke dalam sakunya. Dan mengedipkan sebelah matanya kepada perawat itu. Sebelum dia pergi menjauh, dan menemui Ema yang sedang mencarinya.


"Hana.... Aku akan mencarimu. Dan lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu. Jika aku tidak bisa memiliki mu maka tidak juga denga pria lainnya. " kata Indra dengan senyuman smirknya.


__ADS_2