Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Menagih Jawaban


__ADS_3

Tiga bulan berlalu, memang dalam waktu tiga bulan ini sikap Indra sudah benar-benar berubah. Dia sudah mau menerima Ema sebagai istrinya walau dia belum bisa mencintainya. Tapi demi rasa bersalahnya atas mehilangan bayinya waktu itu, Indra berusaha menerima Ema sebagai istri. Yah, hanya sebagai istri yang melakukan tugasnya melayani nya di ranjang dan mengurus rumah seperti Hana dulu.


Bu Gayatri juga meminta kepada Fia dengan diam-diam tanpa sepengetahuan Indra untuk membantu Ema. Seperti menyapu lantai dan membantunya memasak walau hanya sekedar memotong-motong sayur. Hubungan Fia dan Ema juga tidak seburuk dulu, sejak Fia tahu Ema keguguran karena kelelahan bekerja dirumah ini. Sebagai seorang wanita, dia juga memiliki perasaan. Walau dia sangat membenci pelakor, tapi tetap saja dia merasa kasihan melihat kaumnya diperlakukan semena-mena oleh suaminya.


Hingga akhirnya dia mau membantu perkerjaan Ema walau hanya pekerjaan kecil, itupun tanpa sepengetahuan Indra, dan mendapat sedikit tambahan gaji dari bu Gayatri karena mau membantu Ema membersihkan rumah.


"Ema mana pakaianku. " teriak Indra saat tidak menemukan pakaian gantinya dan tidak ada Ema di kamarnya.


Dengan tergopoh-gopoh, Ema segera berlari ke kamar. Kenapa dia ceroboh sekali karena lupa menyiapkan pakaian untuk suaminya. Ah, Ema memang selalu lupa melakukan pererjaan kecil itu.


"Maaf mas, aku lupa. "


Ema segera mengambilkan pakaian ganti untuk Indra dengan segala rasa bersalahnya.


"Kamu itu becus nggak sih jadi istri. Tiap hari aku harus teriak-teriak meminta pakian gantiku. Harusnya kamu itu sudah menyiapkannya kalau melihatku mandi. "


Pagi itu Indra mengomel karena Ema terus saja lupa akan tugas kecil menyiapkan pakaian kerjanya.


"Ini sudah tiga bulan kita tidur satu kamar dan kita sering melakukannya, Ema. Apakah kau tidak ada tanda-tanda hamil sama sekali. " kata Indra sambil mematut dirinya di depan cermin.


Deg...


Ema yang sedang memunguti pakaian kotor di lantai merasa sangat terkejut. Jantungnya berdetak sangat kencang setelah mendengar pertanyaan dari Indra.


"Ma.... maaf mas, aku juga tidak tahu. "


Setelah mengatakan itu, Ema ingin segera pergi dari kamarnya, namun langkahnya seketika berhenti setelah mendengarkan ucapan dari Indra.

__ADS_1


"Kau pasti ingat kan kenapa aku mau menikahimu waktu itu, dan alasan kenapa aku menikahimu. " Indra berbalik dan menatap Ema tajam.


"Jangan pernah melupakan itu, Ema. "


Ema menelan salivanya kasar setelah Indra mengingatkan nya tentang hal itu. Dia sendiri tidak tahu kenapa sekarang dia susah hamil. Padahal dulu saat berhubungan gelap dengan Indra dia begitu cepat hamil tanpa diingin olehnya dan Indra. Namun sekarang saat mereka menginginkannya kenapa rasanya susah sekali untuk hamil.


Ema segera meninggalkan kamarnya setelah Indra menyuruhnya pergi dari sana, dan kembali melakukan tugasnya di dapur.




Di tempat lain, Hana yang akan berangkat kerja kini sudah terlihat cantik dengan pakaian kantornya. Perutnya yang sedikit membuncit tak menghalanginya untuk beraktifitas. Karena dia melakukan pekerjaannya dengan Ikhlas dan perasaan nyaman. Jadi dia tidak merasa terbebani sama sekali dengan kesibukannya.


Apalagi saat ini, dia tidak memegang pekerjaan rumah sama sekali. Urusan rumah sudah di handle oleh bi Sum, bahkan urusan membuat susu hamil Bi Sum lah yang menyiapkannya. Dan kemanapun dia pergi dia selalu diantar Mira bahkan di jaga olehnya dari para pria hidung belang.


Kafe di lantai atas agar terlihat santai untuk tongkrongan anak muda dan Resto di lantai bawah untu acara santai keluarga. Dia menggunakan gajinya dan uang dari Indra untuk membuat semua ini. Karena kelak, dia akan memberikan resto ini untuk sang anak yang saat ini masih berkembang di dalam perutnya.


"Ayo, Mir kita berangkat. " ajaknya pada Mira saat sudah siap.


Dengan cekatan Mira segera membukakan pintu untuk Hana dan segera menjalankan mobilnya menuju kantor tempatnya bekerja.


Sesampainya di ruangan kantor, Hana segera mengerjakan pekerjaan yang menumpuk. Karena saat ini dia sedang melakukan tugasnya untuk menggantikan Dion yang sedang melakukan persiapan pernikahan dengan Manda. Ya, tepatnya akhir pekan ini adalah hari pernikahan Dion dengan Manda. Dan yang akan direpotkan oleh mereka berdua adalah dirinya.


Memang kawan-kawan lucknut, melimpahkan semua pekerjaan kepadanya dan beberapa tim pengacara lainnya. Saat sibuk-sibuknya, Hana dikejutkan oleh sebuah pesan masuk di ponselnya. Sebuah pesan dari seseorang yang selama ini sudah mengganggu ketenangan harinya.


"Aku ingin mengajakmu makan malam Hana."

__ADS_1


"Malam ini?"


"Iya, Ini tepat waktu 3 bulan yang kujanjikan padamu Hana. kau harus menjawab pertanyaanku dan memberiku kepastian tentang hubungan kita. Agar aku bisa terus melangkah atau berhenti sampai di sini untuk mengejarmu. "


Deg


Pesan terakhir yang dikirimkan Keenan membuat Hana salah tingkah. Karena dia tidak tahu harus menjawab apa kepada Keenan. Hana seolah lupa dengan ucapannya yang akan memberikan Keenan jawaban atas perasaannya setelah 3 bulan.


"Maaf mas, aku lupa. Apa bisa memberiku waktu lagi untuk memikirkannya?" Hana mencoba bernegosiasi.


Disebrang telpon Keenan mengernyit mendapatkan balasan pesan dari Hana. Namun kemudian dia teringat sesuatu. Bukankah seseorang dalam keadaan terdesak akan memberikan jawaban di luar perkiraan.


Keenan menyunggingkan senyum misterius nya dan langsung membalas pesan dari Hana.


"Maaf Hana aku tidak ingin menunggu terlalu lama lagi, Aku ingin mendengarkan jawaban darimu malam ini juga. "


"Apakah kita akan menerus kan hubungan ke jenjang serius. Atau aku berhenti disini dan menjauh darimu."


" Karena jika aku terus berada di dekatmu sedangkan hubungan kita menggantung, maaf aku tidak bisa. Karena yang aku inginkan adalah mencari pendamping hidup bukan kekasih. "


"Jadi, aku ingin kau memberi jawaban atas perasaan ku malam ini juga Hana. Aku akan mengirim lokasinya nanti pada Mira. "


Pesan beruntun di kirimkan Keenan kepada Hana dan tentu saja hal itu membuat Hana membeku di tempat dia tidak menyangka akan mendapatkan balasan beruntun dari Keenan. Hana kembali membaca pesan dari Keenan berulang kali, hingga akhirnya dia mengerti satu hal.


Jika dia menerima Keenan, maka hubungan mereka akan berjalan ke jenjang yang lebih serius. Namun, jika menolaknya. Maka dia akan kehilangan segalanya. Kehilangan perhatian dan cinta dari sosok Keenan yang selama ini sudah membuatnya nyaman walau sedikit berlebihan. Dan yang terpenting adalah dia akan kehilangan Rubby gadis kecil yang sudah mencuri hatinya.


Apa yang harus Hana lakukan? Dia selama ini hanya hidup seorang diri di dunia ini, mencoba bersandar pada seorang suami. Namun apa yang dia dapatkan, hanya sebuah penghianatan. Kini saat hatinya terluka ada sosok yang datang untuk melindunginya dan memberikan perhatian lebih bahkan saat tau dia sedang hamil. Dia bahkan menawarkan sebuah cinta yang tulus, cinta yang tak pernah dia sadari di masa lalu. Dan yanv paling penting adalah dia menerima dirinya apa adanya, menerima status jandanya dan anak yang ada dalam kandungannya.

__ADS_1


Haruskah Hana menerima cinta Keenan? Tidakkah dia merasa serakah karena ingin memiliki sosok pria sempurna seperti Keenan? Sedangkan dirinya memiliki banyak kekurangan?


__ADS_2