Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Memberi Paham


__ADS_3

"Hana, jika itu adalah anakku. Aku ingin kembali rujuk denganmu. Tapi jika itu bukan anakku pun aku tetap akan menerimamu, Hana. Kumohon kembalilah padaku Hana. Aku sangat mencintaimu Hana. "


"Dalam mimpimu. Bermimpilah sepuasmu mas. Tapi itu tidak akan pernah terjadi. Walaupun di dunia ini tinggal seorang pria yang tersisa yaitu dirimu, aku tidak akan pernah mau kembali pada pria penghianat seperti dirimu. " kata Hana dengan nada yang sangat kesal.


Hening....


Semua orang terdiam mendengar ucapan Hana yang sangat menegaskan akan hal itu. Tak ada yang berani menjawab ucapan wanita yang sedang sangat murka saat ini.


"Tapi, Hana. Anakmu butuh sosok seorang ayah. Dan itu.... " ucapan Indra terpotong oleh suara Keenan.


"Dan itu, adalah aku. Aku yang akan menikahi Hana sekarang juga. Aku akan menjaga Hana dan bertanggung jawab atas anak yang ada dalam kandungannya. Apa kalian puas dengan jawaban dariku. " Ujar Keenan.


Semua orang tercengang dengan ucapan Keenan. Bahkan Hana sendiri merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Keenan. Dia tidak menyangka kalau Keenan akan berkata seperti itu di hadapan semua orang.


"Mas.... "


"Diamlah Hana. Aku tidak ingin pria itu mengusikmu lagi. Aku akan melindungi mu mulai sekarang, Hana percayalah padaku. Kau percaya padaku kan? " Keenan meyakinkan.


Hana hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia pasrah, karena dia sudah merasa lelah dengan apa yang sudah dilakukan indra kepadanya. Hana benar-benar ingin lepas dari Indra.


"Tidak boleh, Aku tidak akan membiarkanmu menikahi Hana. Hanya aku yang boleh memiliki Hana. " Kata Indra yang sudah tidak tahu malu.


Semua orang kini merasa bingung karena ada dua pria yang sudah memperebutkan Hana untuk menjadi istrinya. Padahal Hana seorang janda dan hamil pula, tanpa tau pasti siapa ayah janin dalam perutnya. Yah, siapa yang tidak tertarik dengan Hana. Janda muda yang sangat cantik dan mempesona. Bahkan kecantikannya itu melebihi kecantikan gadis di komplek mereka.

__ADS_1


"Pak ustadz, nikahkan kami sekarang juga. Aku akan bertanggung jawab atas bayi yang dikandung Hana. Karena itu adalah anakku. Jadi aku yang akan bertanggungjawab jawab dan menikahi Hana, sekarang juga dihadapan kalian. " kata Keenan yang sukses membungkam mulut Indra dan mulut semua orang yang di sana, bahkan membungkam mulut Hana.


Apa yang dilakukan Keenan jauh dari perkiraan semua orang. Bahkan Hana langsung meneteskan air matanya. Karena Keenan mau menjatuhkan nama baiknya demi dirinya,demi mengakui anak yang bukan darah dagingnya. Dia melakukan semua ini hanya untuk melindunginya dari Indra, mantan suami brengseknya.


Indra yang tadinya menggebu-gebu dan percaya diri kalau anak dalam kandungan Hana adalah anaknya, kini terduduk lemas mendengar semua ucapan Keenan yang berisi pernyataan kalau bayi dalam kandungan Hana adalah milik Keenan bukan miliknya.


"Bagaimana, apa kalian belum puas dengan jawabanku, atau perlu aku tegaskan lagi. " ucap Keenan dengan wajah yang sangat kesal.


"Mas... " Hana memegang lengan Keenan dan menggelengkan kepalanya, agar Keenan tidak meneruskannya.


"Cukup mas... jangan... "


"Tidak Hana, aku tidak akan berhenti, sebelum mantan suamimu ini berhenti mengganggumu. " Ujar Keenan.


"Tapi tuan Keenan, Saya minta maaf karena saya tidak bisa. " ujar ustadz Imam itu bingung dengan keadaan ini.


Ustadz Imam memiliki keyakinan kalau Keenan bukanlah ayah dari si jabang bayi. Dia hanya ingin melindungi Hana dari mantan suaminya yang dinilai tidak baik. Dan Hana sendiri enggan kembali kepada mantan suaminya walau dia sedang hamil anaknya. Yah, bahkan seorang yang baru melihat keadaan ini pun tau mana yang benar dan mana yang salah.


"Kenapa? " tanya Keenan tidak mengerti.


"Karena wanita yang sedang hamil tidak boleh di nikahi tuan. Baik itu oleh ayah si jabang bayi atau oleh pria lain. Itulah hukum yang sebenarnya." jawab Ustadz itu memberi alasan, dia juga merasa kasihan kepada Hana jika sampai harus kembali kepada Indra, sedangkan Ada Keenan pria baik yang rela mengorbankan nama baiknya untuk melindungi kehormatan Hana.


Keenan, dan Indra terdiam setelah mendengar penjelasan dari ustadz. Kini tidak ada lagi yang memperdebatkan siapa yang ingin menikahi Hana, karena Hana sedang Hamil. Salah satu dari mereka baru bisa menikahi Hana setelah dia melahirkan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, pak Ustadz. Terima kasih sudah memberi tahu kami tentang semua ini. Jadi kami tidak akan menambah dosa. " ujar Keenan.


"Setelah ini, saya akan membawa Hana pergi dari sini. Karena saya tidak ingin Hana mendapat tekanan dari warga di sini setelah kejadian ini dan fitnah yang menimpanya. Karena saya tidak mau Hana stress dan menyebabkan masalah pada kehamilannya."


Indra terdiam mendengar ucapan Keenan. Dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena dia sudah tau kenyataan kalau itu bukan anaknya. Memaksa Hana untuk kembali kepadanya pun percuma, karena Hana pasti akan semakin membencinya jika dia terlalu memaksa.


"Bukan maksud saya mengusir anda semua, Pak Rt. Tapi saya meminta anda bawa semua warga anda untuk bubar dan meninggalkan rumah ini. Dan Tenang saja, setelah ini kami akan meninggalkan rumah ini dan tidak akan menginjakkan kaki kami di sini lagi. Agar kalian tidak terkena kesialan. " ujar Keenan menatap semua orang disana.


Banyak tatapan yang Keenan dapatkan dari mereka, entah itu tatapan benci, malu dan sungkan. Tapi Keenan tak peduli, dia hanya ingin melindungi Hana, melindungi wanita yang sangat dia cintai.


"Baiklah kalau begitu, Tuan Keenan. Saya mewakili semua warga meminta maaf kepada anda dan mbak Hana jika kedatangan kami ini menyebabkan ketidaknyamanan dan menyinggung ketenangan anda terutama mbak Hana. Semoga kelak kalian mendapatkan kebahagiaan. " ujar Pak Rt.


"Terima kasih, Pak RT. "


Akhirnya Pak Rt dan Pak ustadz mengajak semua warga untuk meninggalkan rumah Hana. Indra juga di minta untuk meninggalkan rumah Hana, tapi Indra enggan beranjak. Dia masih menatap Hana dengan tatapan kerinduan. Dia lalu melangkah mendekati Hana, setelah Kepergian semua orang.


"Hana... apakah kau benar-benar tidak ingin kembali kepadaku, Hana. Apakah benar anak dalam kandunganmu itu bukan anakku? " tanya Indra yang masih tak percaya dengan apa yang dia dengar tadi.


"Apa kau tuli, sehingga tidak bisa mendengar apa yang aku katakan tadi. " Ketus Keenan sambil menarik tubuh Hana ke belakangnya.


"Kau... siapa kau, aku tidak punya urusan denganmu. Menyingkirlah." sentak Indra.


"Jika itu berhubungan dengan Hana itu akan menjadi urusanku sekarang. Karena Hana adalah kekasihku, dia hamil anakku dan kelak aku akan menikah dengannya dan menjadi suaminya. apa kau paham. "

__ADS_1


__ADS_2