Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Melahirkan


__ADS_3

Kandungan Hana sudah memasuki bulan ke sembilan hanya menunggu HPL yang bikin Hana deg-degan, karena kurang dari dua minggu lagi. Hana juga sudah mengambil cuti hamil dan melahirkan dari kantornya kini hanya tinggal di rumah saja bersama si kecil Rubby yang sering datang ke rumah menemaninyap.


Kini Hana sudah menempati rumah impian masa depannya bersama Keenan. Walau sebenarnya rumah itu dibeli oleh Keenan tanpa menggunakan sepeserpun uang dari Hana, karena Keenan ingin memberikannya untuk hadiah ulang tahun . Tapi Keenan ingin Hana segera menempatinya agar dia tidak terlalu khawatir saat Hana naik turun lift apartemen. Semua perabot juga sudah lengkap karena Hana, Keenan dan Rubby yang mengisinya sesuai keinginan mereka.


Hari ini, saat Hana sedang menemani Rubby bermain dikamarnya, dia tiba-tiba merasakan perutnya menegang. Entah kenapa, tidak seperti biasa. Berkali-kali Hana mengusap perutnya, menghirup dan melepasakan udara perlahan, mencoba menahan sakit yang luar biasa di pinggang nya.


"Mama kenapa? " tanya Rubby saat melihat Hana meringis kesakitan.


"Nggak apa-apa, sayang. Rubby bisa panggilkan Bi Sum atau Mira? " pinta Hana sambil terus mengusap perutnya.


Rubby yang sedikit ketakutan melihat mamanya kesakitan pun segera turun dari tempat tidurnya, dan berlari keluar memanggil siapapun yang dia temui di luar.


"Bi... bibi... mbak Mira... tolong mama, kesakitan. " teriak Rubby saat sudah berada di luar kamar.


Bi Sum yang berada di dapur dan mendengar teriakan Rubby segera berlari menemui majikan kecilnya itu. Begitu juga dengan Mira yang sedang membersihkan ruang tamu.


"Ada apa, non Rubby? " tanya mereka berdua bersamaan.


"Itu, mama kesakitan, dari tadi megangi perut terus. " kata Rubby menjelaskan keadaan mamanya.


Bi Sum dan Mira slaing berpandangan, lalu Mereka bersama-sama masuk ke kamar Rubby dan dilihat nya, Hana tengah meringis memegangi perutnya. Dia mencoba berjalan , walaupun sedikit Tertatih . Bik Sum segera menghampiri dan membantu Hana berjalan keluar dari kamar.


"Non Hana nggak apa-apa ?" tanya bik sum yang mengajak Hana berbicara agar tidak tegang .


"Perut saya sakit Bi , tapi tiba-tiba juga sakitnya menghilang . Apa ini kontraksi ya ?" Tanya Hana kepada bik Sum, pasalnya dia baru pertama kali hamil jadi dia belum tahu seperti apa itu melahirkan .


Di belakang mereka Mira dan Rubby saling bergandengan tangan mengikuti Hana dan Bik Sum dari belakang.


"Sepertinya Mbak Hana memang mau melahirkan , dilihat dari posisi perutnya sudah turun sekali ini ? Apa kita harus menghubungi Tuan Keenan ?" Tanya bik Sum kepada Hana ataupun Mira.


"Jangan Bik. Sebaiknya kita saja yang ke rumah sakit . Mira, Tolong ambilkan barang-barang yang harus aku bawa dan aku siapkan di kamar anakku ." Pinta Hana kepada Mira.


Dengan sigap Mira segera mematuhi perintah Hana. Dia segera mengambil barang bawaan yang harus dibawa ke rumah sakit , yang sudah disiapkan oleh Hana jauh-jauh hari dibantu oleh Bi Sum dan Mira.

__ADS_1


Kemudian Hana meminta Bi Sum mengantarkannya ke kamar , untuk mengambil dompet dan ponselnya. Setelah persiapan selesai, Hana meminta Bi Sum di rumah saja untuk menjaga rumah. Sedangkan Hana, Mira dan Rubby akan ke rumah sakit. Mereka mengajak Rubby, karena Rubby merengek ingin ikut, dan terus menangis melihat mama Hana yang kesakitan. Akhirnya mereka bertiga pun berangkat.


Setelah kepergia Hana, Bi Sum segera menghubungi Keenan, karena bagaimanapun Keenan harus tahu bagaimana keadaan Hana saat ini.


"Ada apa bi? " tanya Keenan setelah mngucapkan salam.


"Anu, Tuan. Baru saja Non Hana, Non Rubby dan Mira menuju rumah sakit. " hjar Bi Sum dengan panik yang tak dapat di sembunyikan.


" Memangnya kenapa, Bi? " tanya Keenan yang juga merasa panik setelah mendengar kata Rumah sakit meskipun saat ini dia juga sedang berada di rumah sakit.


"Sepertinya Non Hana mengalami kontraksi. "


Mendengar itu, Keenan langsung merasa lemas. Dia segera mematikan sambungan telpon dan segera berlari ke ruang IGD untuk menyambut Hana dan Rubby di sana. Semua orang yang melihat kepanikan di wajah Keenan pun ikut kebingungan. Pasalnya Dokter Keenan tidak pernah sepanik itu sebelumnya.


Kini Keenan sudah berada di lantai bawah rumah sakit untuk menunggu Hana dan Rubby. Dengan tak sabaran dan wajah panik dia berkali-kali melihat jam di pergelangan tangannya. Menghitung berapa waktu yang dibutuhkan dari rumah ke rumah sakit. Ingin menghubungi Mira pun tidak mungkin, karena dia tidak ingin mengganggu Mira yang sedang berkendara.


Dan akhirnya mobil yang sangat Keenan kenali pun tiba ttepat berhenti di hadapannya. Dengan cekatan Keenan segera menggendong tubuh Hana ke atas brangkar yang sudah disiapkan.


"Bawa ke ruang bersalin. " perintahnya kepada perawat yang membantunya.


"Tenanglah sayang, Mama Hana akan melahirkan. Jadi Rubby harus tenang oke. Rubby bersama mbak Mira. Papa mau memeriksa mama dulu, ya."


Rubby mengangguk patuh, mengikuti Mira memarkirkan mobilnya. Sedangkan Keenan segera berlari ke tempat bersalin untuk melihat keadaan Hana. Setelah sampai di ruang bersalin ternyata sudah ada dokter Rima yang menangani Hana.


"Bagaimana, dokter? " tanya Keenan pada dokter Rima.


"Sudah pembukaan tujuh dokter. Mungkin sebentar lagi. "


"Syukurlah."


Keenan segera menghampiri Hana yang sedang meringis menahan sakitnya. Tak tega, itulah yang dirasakan Keenan melihat wanita sekuat Hana harus lemah saat akan mengeluarkan bayinya.


"Kau pasti kuat Hana, kau bisa. Selama ini Hana yang aku kenal adalah wanita kuat. Okey. Jangan kecewakan aku. Bertahanlah, sampai bayimu keluar. " Keenan terus memberikan kata-kata penyemangat untuk Hana. Karena ini adalah pengalaman pertamanya.

__ADS_1


Hana hanya menganggukkan kepalanya sambil terus meringis.


"Mas, sakit banget. " lirih Hana sambil meremas tangan Keenan.


"Tarik nafas buang nafas perlahan, Okey. "


"Iya tapi ini sakit banget, rasanya seperti pengen buang air besar. "


Mendengar itu, Keenan membulatkan matanya. Dia segera berteriak memanggil dokter Rima. Karena ini bukan bidangnya. Meskipun sebenarnya dia bisa melakukannya.


"Ada apa dokter Ken. " tanya dokter Rima saat melihat Kepanikan di wajah Keenan.


"Periksa lagi. Sepertinya sudah pembukaan sempurna. " ujar Keenan memberi perintah.


Dokter Rima segera memeriksa, dan benar saja sudah pembukaan sempurna, bahkan bayi itu hampir lahir.


"Dokter Ken, kami akan melakukan tindakan. Silahkan anda keluar dulu. " Kini dokter Rima yang memberikan perintah. "


Keenan segera keluar dari ruang persalinan Hana, karena dia sadar diri. Saat ini dia bukan siapa-siapa Hana. Jadi tidak mungkin Keenan melakukan hal itu, yaitu menunggu didalam menemaninya melahirkan.


Diluar ruangan dia melihat Rubby yang sedang merengek kepada Mira.


"Ehm. " Keenan berdehem untuk menghentikan rengekan Rubby


Benar saja Rubby segera menghentikan rengekannya setelah mendengar suara deheman dari sang papa.


"Papa. " Rubby merentang kan tangannya meminta gendong kepada sang papa.


"Dimana mama? apa yang terjadi pada mama? " tanya Rubby penasaran.


"Mama sedang berjuang melahirkan adik bayi. "


"Benarkah? jadi sebentar lagi adik bayi keluar dari perut mama? " tanya Rubby antusias.

__ADS_1


Dan sebelum Keenan menjawab, terdengar suara bayi menangis yang sangat lantang dari dalam ruangan bersalin. Keenan dan Rubby saling berpandangan dan tersenyum bersama.


"Yey... adik bayi sudah lahir. "


__ADS_2