
Keenan segera mengantarkan Hana pulang karena waktu sudah sangat larut dan tidak baik untuk ibu hamil keluar malam-malam begini. Tapi bagaimana lagi, mereka berdua sangat menikmati malam ini. Dimana awal hubungan mereka di mulai.
Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah Hana. Keenann tidak segera membukakan pintu untuk mereka , karena ada sesuatu yang harus ia katakan kepada Hana . Mereka berdua masih berdiam diri di dalam mobil , tanpa suara dan tanpa kata yang keluar dari mulut mereka .
"Hana ." Panggil Keenan saat mereka berdua tidak ada yang berbicara .
"Ada apa mas , ini sudah malam . Aku sebaiknya masuk ."
"Tunggu dulu Hana , Ada yang ingin aku katakan ."
Hana langsung menoleh ke arah Keenan dan melihat Wajah pria itu sedikit menegang. dan menunggu apa yang akan dikatakan Keenan kepadanya .
"Besok , Aku ingin mengajakmu menemui kedua orang tuaku . Karena mereka sangat ingin bertemu denganmu . Tapi aku melarangnya , karena aku ingin menunggu jawaban darimu terlebih dahulu . Aku tidak ingin malu di depan kedua orang tuaku , sebelum mendapatkan kepastian darimu . " ujar Keenan pada akhirnya .
Mendengar hal itu , kini ganti tubuh Hana yang menegang. Apa katanya tadi , dia ingin mengajaknya bertemu dengan kedua orang tuanya ? Apa tidak terlalu cepat?
"Mas, apa tidak terlalu cepat ? Aku takut , mereka akan menolakku ." Kata Hana dengan ragu
"Tidak perlu takut Hana , kedua orang tuaku adalah orang baik . Mereka bukanlah orang kejam , yang akan melarang hubungan anaknya dengan wanita yang dia cintai. " ujar Keenan dengan memberikan senyuman hangat kepada Hana.
"Lagi pula , mereka semua tahu kalau selama ini aku hanya mencintai satu orang yaitu kamu . Karena itu mereka ingin menemuimu , dan ingin tahu wanita seperti apa yang sangat dicintai oleh anaknya ini . " Kata Keenan lagi dengan percaya diri.
"Tapi aku takut dan tidak percaya diri . "
__ADS_1
"Sudahlah Singkirkan semua rasa takut dan tidak percaya dirimu itu , karena ada aku yang akan menemanimu dan berada di sampingmu . Aku tidak akan meninggalkanmu , lagi pula ada Ruby yang akan menjadi senjatamu di sana , kau hanya perlu menunjukkan kasih sayangmu kepada anakku itu . Maka mereka pasti akan menerimamu dan membuka tangannya lebar-lebar untukmu .Hana" Kata Keenan lagi untuk meyakinkan Hana.
"Sekarang masuklah , dan beristirahatlah . Besok aku akan menjemputmu di kantor . "
Hana mengangguk patuh , dan segera keluar dari mobil lalu Melambaikan tangan kepada Keenan hingga mobil itu tidak terlihat lagi.
Dia Lalu masuk ke dalam rumah , dengan kunci cadangan Yang dia bawa agar dia tidak membangunkan penghuni rumah yang Sudah terlelap . Hana langsung masuk ke dalam kamarnya , mencuci wajah dan kaki kemudian beranjak ke tempat tidur . Banyak sekali yang ia pikirkan malam ini , mulai hubungannya yang sudah pasti dengan Keenan . Dan lagi besok dia harus bertemu dengan kedua orang tua Keenan.
Ahhh, apa mereka akan menyetujui hubungannya dengan Kenan ? Hana tau diri , dia hanyalah seorang yatim piatu yang tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia inj. Dan kini statusnya adalah seorang janda yang sedang hamil . Apakah keluarga Keenan masih mau menerimanya .
Tapi Keenan tadi sudah memberikan kepastian kepadanya , agar dia tidak takut kepada kedua orang tuanya karena mereka adalah orang baik bukan orang egois yang hanya mementingkan diri mereka sendiri dan mengabaikan perasaan anaknya.
Hana menghembuskan nafasnya, dia akan lihat besok keluarga Keenan seperti apa. Jika Mereka menolaknya untuk berhubungan dengan Keenan, maka Hana akan pergi menjauhi dari Keenan. Akan dia pastikan Keenan tidak akan bisa bertemu dengannya lagi. Dia hanya akan hidup berdua dengan anaknya saja.
Yah, itulah keputusan yang sudah Hana ambil malam ini. Setelah mengambil keputusan itu, Hana segera memejamkan matanya karena malam sudah sangat larut, sedangkan besok dia akan bekerja.Tapi sayang matanya tak kunjung terpejam.
Bi Sum dan Mira terkejut saat melihat keadaan Hana pagi ini . Mereka Jadi bertanya-tanya apa yang membuat Hana seperti ini tapi mereka tidak berani bertanya ,mereka hanya memperhatikan saja Apa yang sedang dilakukan Hana .
"Apa Nona baik-baik saja , " tanya Mira saat mereka sedang sarapan bersama.
"Iya aku baik-baik saja Mir , kamu tidak perlu khawatir . Aku hanya kurang tidur saja. " Kata Hana sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya .
Mira tidak berani bertanya lagi , biarlah nanti dia akan melaporkan semua ini kepada Keenan . Pasti tuannya tahu sesuatu tentang apa yang terjadi kepada Hana .
__ADS_1
Mereka akhirnya berangkat ke kantor , dengan Hana yang memejamkan matanya di kursi penumpang . Dia tidak bisa menahan lagi kantuk yang menyerangnya . Selama perjalanan dari rumah ke kantor , hanya dihabiskan Hana dengan tidur, dia tidak peduli lagi dengan penampilannya Apakah Dia meneteskan air liur , atau sedang membuka mulutnya di dalam mobil . Mira yang melihat itu pun tidak berani berkomentar . Karena dia tahu sepertinya Hana sedang memikirkan sesuatu semalam sehingga membuatnya tidak bisa tidur.
Sesampainya di dalam kantor pun Hana tidak membuka berkasnya sama sekali , dia hanya menelungkupkan kepalanya di atas kedua tangan yang sudah bertumpu di atas meja . Kemudian dia pun kembali terlelp di sana . Sungguh Hana benar-benar sangat mengantuk , dan tidak bisa menahan kantuknya itu .
Keenan yang merasa cemas setelah mendapatkan telepon dari Mira segera datang ke kantor tempat Hana bekerja. Dia langsung masuk ke ruangan Hana tanpa memperdulikan Tatapan orang-orang yang sedang melihatnya . Sesampainya di ruangan Hana, yang dia lihat adalah pemandangan saat Hana sedang tidur di atas meja dengan menelungkupkan kepalanya di atas kedua tangannya .
Keenan mendekat , dan menggeser kursi yang ada di depan Hana dan berpindah ke sampingnya . Dia Lalu memperhatikan secara seksama wajah lelah Hana , dan lingkaran hitam yang ada di sekitar mata .
"Apakah semalam aku membuatmu tidak nyaman ? Sehingga membuatmu tidak bisa tidur seperti ini . Apakah kita tunda dulu untuk bertemu dengan Mama dan papa . " gumam Keenan dengan tatapan sendu ke arah Hana .
Dia benar-benar tidak tega melihat keadaan orang yang dia cintai seperti ini . Apalagi saat ini dia sedang hamil , dan membutuhkan banyak istirahat . Tapi apa yang dia lakukan . Ucapannya semalam malah membuatnya tidak bisa tidur . Keenan benar-benar menyesal, dia tidak akan memaksa Hana lagi untuk bertemu dengan kedua orang tuanya Jika dia belum siap . Keenan akan menjaga perasaan Hana , sampai dia merasa nyaman dan merasa percaya diri untuk bertemu dengan kedua orang tuanya .
Tiba-tiba kepala Hana bergerak , dan mulai mengangkat tubuhnya menjadi tegak . Hana kemudian mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Lalu melihat jam yang melingkar di tangannya .
"Ya Tuhan ternyata aku tidur lumayan lama juga , tapi aku sangat senang karena bisa menghilangkan kantukku . Kini aku bisa bekerja lagi ." ujarnya riang tanpa menyadari kehadiran Kenan di sampingnya .
"Syukurlah kalau kau baik-baik saja , kini aku tidak perlu khawatir . Setelah ini aku akan kembali bekerja , Aku harap kau tidak akan membuatku khawatir lagi Hana ." Ujar Keenan dengan nada mengejek
"Mas Ken .. Sejak kapan kamu berada di sini ." tanya Hana terkejut dengan kehadiran Keenan yang berada di sampingnya .
"Sejak mau Tidur , dan meneteskan air liur di pipimu. " Kata Keenan acuh.
Hana yang mendengarkan itu langsung membulatkan matanya, dia tidak percaya . Tapi kenapa juga dia mengusap ujung bibirnya dengan tisu yang dia bawa . Melihat kekonyolan Hana Kenan pun tertawa lepas , karena melihat sikap Hana yang sangat konyol . Dia Lalu menghentikan tawanya , setelah mendapatkan tatapan tajam dari Hana .
__ADS_1
"Baiklah baiklah Hana , Aku tidak akan bercanda lagi . Aku datang kemari karena mengkhawatirkanmu . Jika kamu belum siap bertemu dengan kedua orang tuaku , maka aku tidak akan memaksa . Aku akan menunggu sampai kau siap , dan aku akan mengatakan itu kepada kedua orang tuaku . Kau tidak perlu terlalu cemas dan khawatir , sehingga membuat lingkaran hitam di matamu itu muncul ." Ledek kanan kepada Hana.
"Baiklah Mas Terima kasih atas pengertiannya , tapi sudah aku putuskan hari ini kita akan bertemu dengan keluargamu ."