
Mobil yang di kendarai Keenan sampai di sebuah taman kota yang indah, dimana di tengah-tengah taman tersebut ada sebuah danau buatan yang dibuat oleh pemerintah kota. Karena keadaan masih pagi, jadi suasana taman masih terlihat sepi. Apalagi saat ini adalah jam kerja, dan yang berjalan-jalan disana hanya para lansia dan ibu-ibu rumah tangga yang sedang mengajak anak balita mereka bermain.
Keenan membukakan pintu untuk Hana, namun terlihat Hana enggan turun dari mobil. Entahlah, sepertinya ini bukan tempat yang cocok untuk mereka. Apalagi saat ini mereka berdua sedang mengenakan pakaian kerja, walaupun Keenan sudah menanggalkan jasnya di dalam mobil dan hanya memakai kemeja dan celana bahan. Tapi tetap saja, Hana merasa aneh. Apalagi suasana masih terlalu pagi... Mereka seperti pasangan selingkuh yang bolos kerja.
"Hana, ayo. " Keenan mengulurkan tangannya kepada Hana, namun Hana tak segera menyambutnya.
"Kenapa? " tanya Keenan heran.
"Kamu ngerasa nggak sih, kita seperti pasangan selingkuh yang sedang bolos kerja. " ucap Hana pada akhirnya.
Mendengara ucapan Hana sontak saja membuat Keenan meledakkan tawanya. Dia tidak menyangka wanita ini memiliki pemikiran seperti ini.
"Ayo... "
Lagi-lagi Keenan mengulurkan tangannya, dan dengan terpaksa Hana menerima uluran tangan Keenan. Dia ingin tau sebenarnya apa yang Keenan inginkan, kenapa dia mengajaknya ketempat seperti ini.
Mereka berdua berjalan beriringan menelusuri taman itu dengan jarak aman, tanpa bersuara. Yang terdengar hanya sesekali Keenan menghembuskan nafasnya.
"Mas, aku mau tau sudah berapa lama mas Ken menduda? " tanya Hana membuka percakapan karena sejak tadi mereka hanya diam .
"Sejak Rubby lahir, jadi sekitar hampir tiga tahunan. ' jawab Keenan jujur tanpa beban.
Dia lalu mengajak Hana duduk di sebuah kursi dengan pemandangan danau di depan mereka.
"Apa kau pernah kemari, " tanya Keenan kemudian.
"Tidak, Sejak aku datang ke kota ini, aku tidak pernah kemana -mana. Saat kuliah tujuanku hanya kampus, tempat kerja dan tempat Kost. Setelah berumah tangga, aku malah tidak pernah ke mana-mana. Hanya di rumah untuk mengurus rumah dan ibu mertua yang sakit. " curhatnya tanpa sadar.
__ADS_1
Keenan tersenyum, mendengar semua ucapan Hana. Dengan terbukanya Hana itu membuktikan kalau dia saat ini merasa nyaman berbicara dengan Keenan.
"Kalau mas Ken sendiri apakah pernah kemari?"
"Sering... Aku dan Rubby sering datang kemari untuk bermain, dan menghilangkan sedikit penat. "
Hana mengangguk mengerti dengan tatapan tetap lurus ke depan.
"Ngomong-ngomong, ada apa mas Ken ngajak aku kemari. Sampai aku harus bolos kerja. Begitu juga dengan mas Ken. Apa mas Ken tidak takut di pecat?" Tanya Hana kemudian
"Akh...aku lupa, mas Ken kan bosnya. Jadi meskipun tidak masuk kerja tidak apa-apa. " Hana meralat ucapannya smabil terkekeh.
Keenan tersenyum mendengar kan semua ucapan Hana, dia lalu memutar posisi duduknya menghadap Hana lalu segera menggenggam tangan Hana. Jangan tanyakan bagaimana kerja jantung Keenan saat ini, dan juga Hana setelah mendapat perlakukan dari Keenan. Dia berusaha melepaskan genggaman tangannya dari Hana namun tidak berhasil. Keenan semakin erat menggenggam tangannya.
"Hana, ada yang ingin aku katakan padamu. " Keenan menjeda kalimatnya.
Dan itu membuat jantung Hana juga memompa lebih kencang.
Keenan menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya perlahan. "Aku tahu kalau ini telalu cepat, dan kata talak itu baru terucap kemarin. Namun aku ingin mengatakan. Aku mencintaimu Hana. "
Hana mengerjap-ngerjapkan matanya lucu setelah mendengarkan ucapan Keenan. Dia begitu shock, hingga tenggorokannya tiba-tiba terasa kering . Dan terasa susah , untuk sekedar menelan salivanya .
Keenan bisa melihat wajah cantik Hana begitu tegang. Mungkin dia merasa sangat terkejut setelah mendengarkan apa yang baru saja dia katakan kepada Hana.
" Jangan bercanda Mas , ini tidak lucu . " Hana mencapai mengalihkan rasa gelisah dan gugupnya dengan wajah yang terlihat datar .
"Apakah aku terlihat bercanda , Hana ? Dan ungkapan hatiku ini , kamu bilang lucu ?" Ujar Keenan tak kalah seriusnya .
__ADS_1
Hana membisu , saat ini dia begitu bingung harus berbicara apa untuk menghilangkan rasa gugupnya . Dia terus menghirup banyak-banyak oksigen yang ada di sekitarnya dan mengeluarkannya perlahan lewat mulut . Begitu terus yang ia lakukan tinggal beberapa kali
"Maaf kalau aku lancang dan terlalu cepat mengungkapkan perasaan hatiku ,hingga membuatmu merasa tidak enak hati . Tapi aku rasa kamu harus tahu Bagaimana perasaanku selama ini kepadamu Hana. Karena aku takut , saat nanti Masa iddahmu berakhir ada banyak pria di luar sana yang lebih dulu mengutarakan perasaannya kepadamu . Dan yang paling aku takutkan adalah aku akan terlambat lagi Saat itu tiba ." ujar Keenan panjang lebar.
"Mas... " Hana merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Hana.
"Mas kau tahu kan siapa aku ? Dan apa statusku saat ini . Aku hanyalah seorang janda , dan saat ini aku sedang hamil anak dari mantan suamiku . Aku tidak mungkin akan segera menikah dengan sembarangan orang . Aku hanya akan menikah , Saat hatiku sudah terbuka lagi , dan trauma itu hilang . Itupun , Jika ada yang mau menerimaku dan anakku kelak. " kata Hana mengingatkan Keenan tentang statusnya.
Keenan menghela nafasnya, ternyata dia melupakan trauma pernikahan yang sedang menimpa Hana saat ini.
"Hana, Apa kau tahu Sejak kapan aku mencintaimu, " Keenan bertanya kepada Hana , dan mendapatkan gelengan kepala dari Hana sebagai jawaban.
"Aku mencintaimu , Sejak pertama kali aku melihatmu di acara penerimaan murid baru di kampus. Namun , Tak sedikitpun kamu mau melihat orang di sekelilingmu . Hingga Terpaksa aku , harus membully mu dan mengganggumu untuk mendapatkan perhatian darimu . Itulah alasan kenapa aku melakukan semua itu kepadamu Hana ." Ungkap Keenan pada akhirnya .
Hana langsung mendongak menatap Keenan tak percaya. Dan mendapatkan anggukan pasti dari Keenan .
"Hingga Aku akhirnya menyerah , karena tak juga bisa mendapatkanmu . Aku tidak pernah bisa melupakanmu selama ini Hana . Bahkan pernikahanku , aku lakukan dengan terpaksa karena itu semua adalah keinginan mama . Dan pernikahanku Kandas , karena aku memang tidak bisa memberikan nafkah batin yang sesuai dengan keinginan mantan istriku. Hingga akhirnya dia berselingkuh , namun Aku mengatakan kepada Mama bahwa dia ingin melepaskan pernikahan kami karena dia lebih memilih karirnya ."
Mendengar cerita Kenan , membuat Hana menutup mulutnya tak percaya . Apakah benar ,sebesar itu cinta Keenan kepadanya .
"Hingga akhirnya aku dipertemukan kembali denganmu , dengan status kita yang sama . Aku seorang duda , dan kau seorang janda . Kita memiliki seorang anak dari pernikahan kita yang lalu . Tapi aku tidak masalah , aku bahagia bisa bertemu lagi denganmu Hana . Dan aku tidak ingin kehilanganmu lagi , Aku benar-benar mencintaimu dengan tulus. "
"Mas... " Hana benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Masa Iddahmu akan kau mulai dari hari ini kan setelah ikrar talak itu terucap. Jadi tinggal 89 hari lagi. Aku harap, selama waktu itu kamu bisa menata dan membuka hatimu untuk cinta baru yang akan membuat hidupmu lebih berwarna . Yaitu membuka hatimu untukku dan Rubby. " ujar Keenan dengan serius.
Hana tidak bisa berkata apa-apa lagi , setelah apa yang Keenan katakan .
__ADS_1
"89 hari, aku akan menunggu jawaban darimu setelah 89 hari. Aku rasa 89 hari waktu yang cukup untuk kamu berfikir, Hana. "
Part ini othor dpt bnyak komplain ya. 😅😅😅. Othor tau massa iddah orang hamil itu sampe melahirkan, tp sengaja othor bikin begini. 90 hari othor buat untuk Hana agar memikirkan perasaan Keenan. Setelah Hana Oke, maka setelah Hana melahirkan dan selesai iddah, Keenan akan langsung menikahi Hana. Semoga para readers mengerti isi otak othor, ya.