Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Terlambat


__ADS_3

Hana keluar dari kantornya dengan langkah gontai, pekerjaannya hari ini tidak ada yang benar. Itu semua karena pesan dari Keenan yang ingin mengajaknya makan malam, dan menuntut sebuah jawaban atas ungkapan perasaannya tiga bulan lalu.


Tiga bulan memang waktu yang lumayan lama, untuk Hana berfikir. Dan selama tiga bulan itu pula Keenan juga tidak menemuinya karena ingin memberi waktu kepada Hana untuk berfikir. Tapi dia selalu mengirimkan pesan, telpon bahkan mereka sering melakukan panggilan video sebelum tidur.


Hingga semua perhatian Keenan kepadanya membuat Hana terbuai dan melupakan maksud pria itu melakukan semua ini.


"Nona Hana."


Panggilan dari Mira membuyarkan lamunan Hana saat dia sudah sampai di lobby. Hana mengerjap-ngerjapkan matanya mendengar panggilan dari Mira. Lalu menghembuskan nafasnya setelah sadar dari lamunannya.


"Ayo, nona. " ujar Mira setelah membukakan pintu mobil untuknya.


Hana hanya menurut dan duduk di kursi penumpang dengan tenang dan menyandarkan tubuhnya di kursi. Mira ingin mengatakan sesuatu, namun sepertinya keadaan nonanya ini sedang tidak baik-baik saja.


"Nona... " panggil Mira memberanikan diri.


"Ada apa, Mira. " kata Hana sambil memijit pelipisnya.


"Tadi saya mendapat pesan dari tuan Keenan, nona. Malam ini Tuan Keenan menunggu anda di restoran Italia pukul tujuh malam. "


Hana menghela nafasnya saat mendengar ucapan Mira, ternyata Keenan tidak main-main dengan pesannya tadi.


"Bagaimana, Nona. Apakah anda akan datang? " tanya Mira setelah ucapannya tadi tidak mendapat respon dari Hana.


"Entahlah, Mir. Aku masih bingung. Nanti aku pikirkan lagi. Aku ingin sampai di rumah, dan istirahat. "


"Baiklah, nona. "


Mira segera menjalankan mobilnya dan menyalip beberapa kendaraan di depannya agar cepat sampai di rumah. Dia juga akan melaporkan kepada Tuannya apa yang terjadi pada Hana.


Sesampainya di rumah, Hana segera masuk ke dalam kamar, membersihkan diri lalu merebahkan tubuhnya hanya untuk sekedar beristirahat sejenak. Dia juga sedang memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan kepada Keenan nanti, Hingga akhirnya dia terlelap.


Di luar, Mira sedang menghubungi Keenan untuk memberitahu kan kepada Keenan apa yang terjadi pada Hana.

__ADS_1


"Baiklah, Mira. Biarkan dia istirahat dulu. Nanti aku akan menunggunya di resto sampai jam sembilan. Jika sampai jam itu dia tidak datang itu artinya Hana sudah menolakku." Katanya dengan nada sedikit tercekat.


"Maafkan saya, tuan. " Mira merasa bersalah jika itu harus terjadi kepada tuannya. Pasalnya Keenan adalah pria yang sangat baik, dan pantas mendapatkan Hana yang juga sangat baik.


"Untuk apa kau meminta maaf Mira ini bukan salahmu. Kita tidak pernah tahu perasaan seseorang bukan? Ya sudah, Terima kasih atas informasinya. Tolong jaga Hana, jangan sampai dia terluka. "


"Baik tuan. Saya akan menjaga nona Hana dengan baik. "


Setelah mengatakan itu, panggilan langsung terputus. Diseberang telpon, Keenan merasa cemas setelah mendengar informasi dari Mira. Kepercayaan dirinya sedikit memudar, karena sepertinya Hana tidak antusias untuk memberikan jawaban kepadanya.


"Apakah pesan yang aku kirim tadi ada yang salah?"


"Apa aku terlalu memaksa? "


Ah, kini Keenan yang merasa sangat bersalah. Kenapa juga dia memaksa Hana menjawab pertanyaannya hari ini, sedangkan tadi Hana meminta waktu lagi kepadanya. Apakah kini Keenan menyesal dengan keputusannya? Entahlah.


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 tapi Hana tidak kunjung bangun dari tidurnya. Mira ingin sekali membangunkannya karena Hana juga belum makan malam, dia mengkhawatirkan kandungan Hana jika sampai kelaparan. Namun pesan dari Keenan menghentikan keinginannya itu.


Di kamarnya, Hana sudah mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Dilihatnya sekeliling kamarnya sudah gelap. Dia lalu meraba-raba ponsel yang biasa dia letakkan di samping bantalnya, dan melihat pukul berapa sekarang.


"Aku akan menunggumu. Jika kamu tidak datang itu artinya kamu menolakku, Hana. "


Mata Hana membola setelah medapat pesan itu. Dikirim tepat pukul 19.00 tadi


"Aku terlambat, kenapa tidak ada yang membangunkanku. Apakah mas Keen masih menungguku. " Gumamnya panik sambil berjalan ke kamar mandi dan segera membasuh wajahnya.


Dia lalu berganti pakaian seadanya yang dia temukan. Tidak ada waktu lagi, jalan resto dari rumahnya sekitar 30 menit. Belum lagi kemacetan yang harus dia lalui.


"Ah, sial."


Dengan terburu-buru Hana segera memakai sepatu ketsnya dengan dipadu padankan rok selutut berwarna merah muda dan atasan berwarna peach. Hana segera keluar dari kamarnya dan mencari Keberadaan Mira.


"Mira... kamu dimana?" panggilnya.

__ADS_1


"Saya nona. "


Mira yang sedang berbincang dengan bi Sum di teras depan berjingkat kaget dengan panggilan dari Hana.


"Ayo, antarkan aku bertemu dengan mas Ken. Semoga saja dia masih menungguku. "


Wajah Mira berbinar mendengarkan ucapan dari Hana. Dia segera mengambil kunci mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Hana.


"Bi Sum, aku titip rumah dulu ya sebentar. "


"Iya, nona. "


Setelah berbicara dengan Bi Sum, Hana segera masuk ke dalam mobil. Mira pun segera menancapkan gasnya. Dia lupa mengabari Keenan kalau mereka saat ini sedang menuju ketempat pertemuan mereka.


Ah, Mira sangat ceroboh bagaimana kalau Keenan sudah pergi, sesuai ucapannya tadi sore kalau dia hanya akan menunggu sampai pukul 21.00. Setelah itu dia akan pergi dan menganggap kalau Hana menolaknya.


Ah, entahlah.


Hana sampai di restoran tepat pukul 21.10. lewat sepuluh menit sesuai waktu yang dikatakan Keenan kepada Mira. Jalan sangat macet sehingga membuatnya sangat terlambat.


"Dimana Mira? " Tanya Hana saat tidak menemukan Keenan dimana-mana.


"Rooftop nona. Tuan Ken, menyiapkan tempat di rooftop. " Kata Mira yang merutuki kebodohannya. karena melupakan semuanya.


Hana segera berjalan cepat menuju rooftop diikuti Mira dari belakang, dia tidak berlari karena masih mengingat kalau ada bayi di dalam perutnya. Akhirnya mereka sampai di rooftop dengan nafas terengah. Hana segera keluar, dan melihat beberapa hiasan yang masih tergantung di sana. Dua meja dengan minuman yang sudah meneteskan embunnya dan makanan yang belum tersentuh sama sekali.


Hana mendekat dan duduk di kursi yang sudah disiapkan sedemikian rupa oleh Keenan. Makan malam dengan suasana romantis.


Matanya tiba-tiba berembun dan menetesakan air matanya saat dia berkedip.


"Maafkan aku mas... Aku terlambat. Bodohnya aku kenapa aku bisa ketiduran sampai malam. Maafkan aku, apakah aku masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan cintamu atau sudah tidak memiliki kesempatan sama sekali." gumam Hana dengan suara tercekat dan penuh penyesalan.


"Kau masih memiliki kesempatan Hana. "

__ADS_1


Suara berat itu menyapa indra pendengaran Hana, suara yang sangat Hana kenal yang sudah mengisi hari-harinya selama beberapa bulan ini. Dia langsung mendongak dan melihat sosok tinggi besar yang berwajah tampan dan berwibawa berdiri di sampingnya. Hana langsung berdiri dan berhambur memeluk pria itu dan menangis di dekapan Keenan. Pria yang sudah mengusiknya dan mengganggu hari-harinya. Membuatnya sedikit tidak waras dan takut kehilangan.


__ADS_2