
"89 hari, aku akan menunggu jawaban darimu setelah 89 hari. Aku rasa 89 hari waktu yang cukup untuk kamu berfikir, Hana. "
Hana masih terdiam mendengar semua ucapan Keenan, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada pria itu. Ini terlalu mendadak dan membuatnya tak bisa berkata-kata.
"Hana... "
"I... iya... "
"Kenapa diam? katakan sesuatu. "
"Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, mas. Ini terlalu cepat. Aku baru menyandang status baru, dan belum lagi aku harus menjalani masa iddahku. Dan... " Hana mengusap perutnya.
"Aku juga belum tahu bagaimana respon keluargamu, jika tau tentang statusku. "
Keenan terdiam, dia juga tidak tahu kenapa harus mengatakan semua ini kepada Hana dengan terburu-buru. Tapi jangan salahkan Keenan, dia tidak ingin kehilangan Hana lagi.
Keenan menghirup nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Sebelum dia mengatakan sesuatu yang penting.
"Hana, Kau tak perlu takut tentang pendapat keluargaku. Karena mamaku sudah tahu siapa kamu. Aku selalu mengatakan kepada beliau bahwa aku hanya mencintai seorang gadis sederhana sejak dulu. Namun cinta anaknya ini bertepuk sebelah tangan. " Keenan mulai bercerita sambil terkekeh saat mengingat hal itu.
"Dan aku juga sudah mengatakan kepada mama kalau kini aku sudah menemukan wanitaku lagi. Dan statusnya sama seperti anaknya ini. " ujar Keenan terkekeh.
"Belum lagi, cerita tambahan dari Rubby. Yang mengatakan kalau dia sangat menyukaimu. Itu sudah menjadi nilai plus di mata kedua orang tuaku. " kata Keenan lagi.
Hana yang mendengar ucapan Keenan merasa malu dan tertunduk.
"Aku akan menunggu jawabanmu setelah masa Iddahmu selesai Hana. Jika kamu mau menerimaku, aku akan langsung melamarmu dan kita akan menikah saat bayimu lahir dan kau sudah menyelesaikan masa nifasmu. Disaat itu aku akan memasukkan nama anakmu dalam akta keluargaku, dan akan mengurus surat adopsi untuk anakmu agar sepenuhnya hak asuhnya jatuh ketangan kita. Sehingga mantan suamimu tidak memiliki kesempatan lagi untuk mengambil anakmu darimu suatu hari nanti. " Keenan menjelaskan apa yang sudah dia pikirkan dan dia bicarakan dengan keluarganya semalam.
Mendengar kalimat panjang yang berisi penjelasan Keenan membuat Hana langsung mengangkat wajahnya dan memandang Keenan tak percaya. Ternyata Keenan sudah berfikir sejauh itu.
"Mas... "
__ADS_1
"Iya, Hana. Aku sudah memikirkan semuanya. Dan aku mengatakan semua ini di awal, semata-mata karena aku tidak ingin kehilangan kamu lagi Hana. Percayalah. " Kembali Keenan meyakinkan Hana.
Dan itu tentu saja membuat Hana semakin salah tingkah. Kini wajah datarnya berubah menjadi merah dan kikuk.
Keenan menyunggingkan senyumnya saat melihat wajah Hana yang merona. Karena Baru kali ini dia melihat wajah Hana yang malu-malu itu. Sungguh tenyata saat Hana seperti ini terlihat sangat menggemaskan.
"Baiklah mas, Beri aku waktu untuk berfikir. Aku akan memberi jawaban saat masa iddahku selesai. " putus Hana pada akhirnya.
Mendengar keputusan dari Hana Keenan langsung tersenyum lebar. Dia tidak menyangka Hana akan memikirkan apa yang baru saja dia katakan.
"Terima kasih, Hana. " Keenan kembali menggenggam tangan Hana dengan erat dan penuh cinta.
Dan mendapatkan balasan sebuah anggukan dan senyuman dari Hana.
'Tapi... " Keenan menggantung kalimatnya.
"Apa?" tanya Hana penasaran.
Mendengar kalimat panjang Keenan membuat Hana melongo tak percaya. Ini belum jadi istri lho, masih jadi gebetan aja ribetnya kayak gini. Apalagi kalau sudah jadi istri.
"Mas, apa ini tidak terlalu berlebihan? Sopir pribadi? bodyguard? "
"Tidak Hana, Atau aku meminta sopir pribadimu nanti tinggal di rumahmu, sekaligus aku memberikan sebuah mobil untukmu. Ini tidak berlebihan Hana. Karena aku hanya ingin membantu calon istriku. " ujar Keenan keceplosan atau disengaja.
Mendengar kata calon istri wajah Hana kembali memerah, dan salah tingkah. "Mas, aku belum memberi jawaban. "
"Ah, iya. Aku lupa. " Keenan langsung menepuk jidatnya saat dia bicara terlalu percaya diri.
"Tapi tetap saja kau harus menerima nya Hana, ini semata-mata ku lakukan untuk menjaga keselamatan mu dan bayimu. Di saat aku tidak bisa menjagamu. " kata Keenan dengan tulus.
Hana hanya bisa menghela nafasnya, Dia tau sejak dulu Keenan adalah sosok pria yang tidak mau di bantah, dan sangat dominan di setiap kegiatan. Apa yang dia inginkan harus terlaksana dengan baik. Dia pria yang penuh pertimbangan dan sangat berwibawa. Jadi sangat pantaslah jika kini gelar pemimpin perusahaan tersemat pada dirinya.
__ADS_1
Dan kini Hana yang merasakan sifat Keenan yang seperti itu. Tapi kalau dipikir-pikir apa yang dikatakan Keenan ada benarnya. Karena saat ini Hana hanya hidup seorang diri di dunia ini dia tidak memiliki siapa-siapa lagi. Di rumahnya hanya ada bi Sum yang menemani nya dan membantunya membersihkan rumah dan memasak, jika dia menambah satu orang lagi, apa tidak apa-apa? Apa itu namanya tidak ngelunjak??? karena semua yang disiapkaan Keenan dia yang membayarnya.
"Ayo, kita pergi. Aku akan mengantarmu ke kantor."
ajak Keenan yang membuyarkan lamunan Hana.
Mendengar ucapan Keenan tentu saja membuat Hana terkejut, apalagi saat ini Keenan sudah berdiri tegap di depannya.
"Ayo... " ajak Keenan lagi
Hana langsung berdiri dan berjalan di samping Keenan sambil menunduk. Tak ada perbincangan antara mereka berdua, yang ada hanya kebisuan karena sibuk dengan pikiran masing-masing.
Setelah masuk ke dalam mobil, Keenan menjalankannya perlahan dia memulai agar suasana mobil tidak telalu kaku.
"Jadi kesimpulan pertemuan kita hari ini adalah , kau akan memberikan jawaban kepadaku setelah masa iddahmu selesai . Dan yang kedua , mulai besok akan ada mobil dan seorang sopir yang bertugas untuk membawamu pergi ke manapun . Dan sopir itu juga akan menjadi Bodyguard mu . " kat Keenan saat mereka sudah berada di dalam mobil
Hana ingin mengajukan protes , namun tangan Keenan langsung menghentikan ucapannya yang belum keluar .
"Tapi mas Apakah ini tidak terlalu berlebihan . " Kata Hana lagi , yang merasa tidak nyaman .
"Tidak Hana , ini sudah menjadi keputusanku . Kau tidak bisa membantahnya. Aku yang akan membayar Bi Sum dan sopir pribadimu . Kau tidak perlu khawatir tentang masalah pembayaran mereka ." ujar Keenan sombong.
"Terserah kau saja lah Mas , di rumah ini hanya ada dua kamar dan satu sofa sofa " itupun barang pemilik rumah.
"Lalu dimana sopirku akan tidur disetiap malam ya? " ujar Hana menyindir Keenan. Karena dia bingung kalau menambah seorang penghuni rumah lagi.
"Kita berikan sebuah tempat tidur dan diletakkan di kamar bi Sum, Hana. Sudah, pokonya kamu nurut saja sama aku. " kata Keenan enteng.
Hana hanya bisa menghela nafasnya merasa pasrah dengan apa yang akan Keenan lakukan pada dirinya. Karena semua itu Keenan lakukan demi kebaikannya juga. Tapi apa ini tidak berlebihan??? Dia masih belum jadi apa-apanya Keenan tadi sudah mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini.
Part ini yang semalam nggak nyambung di bagian akhirnya & banyak typo bertebaran. Tapi udah othor revisi. Maaf ya readers, semalam nulisnya dari alam bawah sadar. Karena mata udah nggak bisa diajak kompromi. ππΌππΌππΌπ π π
__ADS_1