
Setelah pelukan Hana dan Rubby terlepas, Keenan langsung mengajak mereka berdua untuk masuk ke dalam rumah. Disana sudah ada dua pasangan paruh baya yang sedang menunggu mereka. Keenan mengajak Hana mendekat kepada mereka dan mulai memperkenalkan Hana kepada kedua orang tuanya.
"Hana perkenalkan ini papa dan mamaku, kakek dan nenek Rubby. Pah, mah, ini Hana wanita yang aku ceritakan kepada kalian. "
Setelah diperkenalkan, Hana langsung menyalami dan mencium tangan kedua orang tua Keenan dengan takzim bergantian sebagai tanda menghormati orang yang lebih tua. Lagi, kedua orang tua Keenan saling berpandangan dan menatap Hana penuh arti. Mereka lalu mengajak Hana masuk ke dalam bukan lagi di ruang tamu melainkan, ke ruang keluarga.
"Ayo masuk, nak. " ajak mama Keenan yang bernama Ranti.
Hana masih bergandengan tangan dengan Rubby dan mengikuti langkah kedua orang tua Keenan. Mereka kemudian duduk di sofa dengan Rubby yang terus menempel kepada Hana. Dia langsung duduk di pangkuan Hana, saat Hana sudah mendudukkan bokongnya di atas sofa. Sedangkan Keenan duduk disamping Hana.
"Rubby, tidak bisakah Rubby duduk sendiri? Kasihan tante Hana pasti capek. " titah Mama Ranti kepada cucunya itu.
"Nggak mau, Lubby masih kangen sama tante. " kata Rubby sambil mengeratkan tangannya yang melingkar di leher Hana.
"Tidak apa-apa nyonya. " kata Hana.
Mereka yang ada di sana menggeleng melihat tingkah Rubby yang sangat menempel kepada Hana.
"Jadi, ini wanita yang bernama Hana yang tidak pernah melirikmu sama sekali waktu Kuliah dulu Ken. Sampai-sampai membuatmu meneruskan kuliah di luar negeri hanya untuk melupakannya?' Celetuk Mario, papa Keenan.
Mendengar celetukan papanya membuat Keenan melotot tak percaya. Bagaimana bisa papanya bertanya sesantai itu kepadanya yang sekaligus membuka masa lalunya.
"Papa. "
"Sudahlah Keen, tak perlu malu. Papa hanya bicara kenyataan saja. Agar Hana tau, kalau ada seorang pria yang sangat mencintainya dalam diam sejak dulu. " ucapnya lagi yang semakin membuat wajah Keenan memerah.
"Lihatlah ma, Anakmu wajahnya sudah sangat merah. " Ledek Mario lagi.
Hana hanya melongo mendengarkan ucapan papa Mario sedangkan Mama Ranti tersenyum menanggapi. Rubby yang tidak mengerti apa-apa hanya diam saja tak menanggapi perbincangan para orang tua dia sedang asik dengan ponsel ditangan nya.
__ADS_1
"Papa salah. Karena tidak mendapat perhatian dari mbak Hana, Kak Keen sampai membullynya dulu pa. Hanya untuk mendapat perhatian dari Mbak Hana. Ini ada saksi hidup yang bisa dipertanggung jawabkan, karena dia juga mendapat bully an dari kak Ken dulu. " seru Amanda yang baru datang bersama Dion dan mendengar percakapan mereka.
Keenan yang mendengar celetukan dari adiknya langsung melotot kearahnya. Sedangkan Papa dan Mama yang juga mendengar ucapan Manda melotot kearah Keenan.
"Apa benar itu Hana? " tanya papa Mario yang mengalihkan perhatian kepada Hana.
Dan dengan polosnya Hana mengangguk.
"Astaga.... " gumam Keenan.
Akhirnya kenakalannya dulu terbongkar sudah. ini karena adiknya yang sudah membocorkan rahasia besarnya yang sudah dia simpan rapat-rapat.
"Maafkan Keenan ya Hana. Kalau dia sudah menyusahkan mu dulu. " ujar Mama Ranti dengan suara yang sangat lembut.
Hana mengangguk. "Saya sudah memaafkannya nyonya. Lagi pula mungkin karena dulu saya orangnya sangat pasif dan tidak pernah memikirkan sekitar. Fokus saya hanya belajar dan tidak menyia-nyiakan beasiswa yang saya Terima." kata Hana yang juga merasa tidak nyaman dengan suasana ini.
"Nah, memang harus seperti itu. Orang kuliah atau sekolah yang harus menjadi prioritas utamanya adalah pelajarannya, bukan bingung mencari pacar. " ujar papa Mario sambil melirik Keenan yang masih salah tingkah.
Keenan dan Hana seketika saling berpandangan dan melemparkan senyuman. Sedangkan Dion dan Manda hanya mencebikkan bibir mereka karena melihat tingkah kedua pasangan yang baru saja menjalin kasih itu.
"Jadi Hana, apakah kamu siap jika dipinang Keenan untuk menjadi istrinya? " tanya mama Ranti kemudian.
Hana menunduk sejenak melihat Rubby yang berada di pangkuannya dan memandang perutnya yang sudah sedikit membuncit. Kemudian dia mendongakkan kepalanya, memandang satu persatu orang yang sedang mengharapkan jawaban dari Hana.
"Sebelumnya saya minta maaf Tuan, Nyonya. Apakah kalian sudah tahu siapa saya dan apa status saya saat ini? " tanya Hana ragu.
Papa Mario dan Mama Ranti saling berpandangan dan mengangguk, tanpa bersuara.
"Saya hanya seorang yatim piatu, yang sudah tidak memiliki siapapun di dunia ini. Kedua orang tua saya meninggal saat saya masih menempuh pendidikan. Lalu saya menikah, dan pernikahan saya juga kandas. Kini status saya hanyalah seorang janda, Nyonya, Tuan. Dan di dalam perut saya ada janin yang sedang saya kandung dari mantan suami." Hana menjeda kalimatnya, lalu menarik nafas dalam dan menghembuskan nya perlahan, sebelum meneruskan kalimatnya.
__ADS_1
"Yang seharusnya bertanya adalah saya, Apakah anda mau menerima saya dengan status yang saya sandang saat ini dan menerima anak yang berada di dalam kandungan saya ini sebagai anak dan cucu kalian. "
Setelah mengatakan itu, Hana langsung menunduk. Dia tidak berani menatap semua orang yang ada di sana. Keenan yang duduk di samping Hana, langsung menggenggam erat tangannya untuk menguatkan hatinya. Kalau Keenan bisa menerima Hana dan anaknya dengan ikhlas. Belum tentu kedua orang tua Keenan akan menerimanya dan statusnya apalagi anak yang ada dalam kandungannya. Bagi Hana pernikahan, bukan hanya untuk dua orang yang saling mencintai. Melainkan semua keluarga harus saling mendukung dan menerimanya.
"Hana, angkat wajahmu. " pinta Mama Ranti dengan lembut.
Perlahan Hana memberanikan diri mengangkat wajahnya. Dilihatnya wajah teduh dari mama Ranti dan wajah yang penuh wibawa dari papa Mario tersenyum ke arahnya dengan lembut.
"Keenan sudah menceritakan semua tentangmu Hana, bahkan Manda dan Dion juga sudah menceritakan semuanya. Kami tidak masalah dengan statusmu, karena statusmu itu tidak ada bedanya dengan Keenan. Dan untuk anak yang ada dalam kandunganmu itu, kami tidak masalah. Dia akan menjadi adik Rubby nanti, dan juga akan menjadi cucu kami. " ujar mama Ranti dengan lembut.
"Tapi jangan lupakan, nanti setelah menikah kalian harus membuatkan cucu lagi hasil bercocok tanam kalian sendiri. Okey. " tandas papa Mario tiba-tiba, yang seketika ucapannya itu membuat Hana merona.
"Tentu pa, kalau masalah itu jangan khawatir. Pasti akan kami lakukan. Aku sudah berpuasa selama tiga tahun, hanya tinggal menunggu sekitar enam bulan lagi maka aku akan berbuka puasa. " kata Keenan tanpa tau malu.
Semua orang menggelengkan kepalanya mendengarkan ucapan Keenan yang absurd.
"Memangnya usia kandungan Hana sudah memasuki berapa bulan? " tanya Mama Ranti penasaran.
"Memasuki bulan ke empat, ma. Besok kami akan memeriksakan kandungan Hana untuk melihat keadaan bayi kami. " Keenan yang menjawab.
Lagi-lagi, Keenan mengatakan bayi kami. Benarkah Keenan menerima bayi ini sebagai anaknya? Hana sangat terharu tiap kali Keenan mengatakan kata itu.
"Wah, sepertinya setelah pernikahan Dion dan Manda kita harus menyiapkan pernikahan untuk Keenan dan Hana, ma. " kata Papa Mario yang selalu menyela perbincangan mereka.
"Iya, pa. Sepertinya harus kita segerakan setelah Hana melahirkan. Karena Keenan sepertinya ingin segera menghalalkan Hana untuk menjadi istrinya." ujar mama Ranti
"Iya, sesuatu yang baik memang tidak seharusnya di tunda- tunda ma. Kalau bisa disegerakan, tapi karena keadaan Hana, kita harus menunggu dulu." Papa Mario menyetujui ucapan istrinya.
Keenan tersenyum bahagia mendengarkan semua ucapan papa dan mamanya, namun tidak dengan Hana yang tertunduk sejak tadi karena malu. Manda dan Dion pun ikut tersenyum mendengar semua ucapan kedua orang tuanya. Mereka ikut bahagia karena kedua orang tuanya merestui hubungan kakaknya dan Hana.
__ADS_1
Kedua orang tua Keenan bukanlah, orang tua kolot yang lebih mengedepankan status dan jabatan. Yang mereka inginkan hanyalah kebahagiaan anak-anak mereka dengan pasangannya. Sebuah kesalahan mama Ranti karena memaksa Keenan menikah dengan istrinya dulu dan pada akhirnya berakhir perpisahan yang entah karena alasan apa, mereka sendiri tidak tahu. Dan itu membuat cucu mereka Rubby menjadi korban sejak bayi karena harus di tinggal ibunya sejak dia dilahirkan.
Kini mereka tidak ingin membuat kesalahan yang sama. Biarlah Keenan menikah dengan wanita yang dia cintai, asalkan anaknya itu bahagia.