
Ketegangan di wajah Indra belum pudar meskipun anaknya sudah dilahirkan , tapi sang istri masih berjuang di dalam ruang operasi bersama para dokter yang menanganinya. Dia terus berdoa , semoga istrinya bisa melalui semua ini dengan baik.
Keenan mengerti keadaan Indra saat ini, dia tahu kalau pria disampingnya ini merasa sangat gelisah. Jika dia diposisi Indra, mungkin tidak hanya gelisah saja tapi dia mungkin sudah strees. Tapi Keenan berdoa semoga keluarganya selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan.
Hampir lima jam menunggu akhirnya pintu ruang operasi terbuka. Dokter Faisal dan dokter Rima terlihat keluar dengan wajah lelahnya. Indra dan Keenan segera menemui kedua dokter tersebut untuk menanyakan keadaan Ema.
"Bagaimana keadaan istri saya dokter. " tanya Indra tak sabaran.
Sebelum menjawab Indra, kedua dokter itu memberi hormat kepada Keenan yang berada di samping Indra. Keenan hanya membalasnya dengan anggukan kepala.
"Operasinya berhasil, tuan. Kami behasil mengangkat rahim istri anda dan itu artinya benjolan itu juga terangkat. Kami juga sudah mematikan jaringan yang hambir merambat ke tempat lainnya." jelas dokter Faisal.
Indra langsung terduduk lemas mendengar kabar baik yang diberikan oleh para dokter. Dia langsung melakukan sujud syukur. Ternyata Tuhan masih sayang kepadanya, masih mau memberinya dan Ema kesempatan untuk memperbaiki diri dan diberi kesempatan untuk membesarkan kedua anak mereka.
Keenan segera mempersilahkan dokternya untuk beristirahat setelah bekerja keras selama kurang lebih enam jam untuk menyelamatkan bayi dan Ema. Tak lama, Terdengar brangkar dibawa keluar ruang operasi. Indra ingin mendekat dan melihat Ema, namun segera dicegah oleh Keenan. Karena Ema sedang dalam keadaan tidak sadar dan dia harus di observasi selama 12 jam ke depan di ruangan obrvasi.
" Akan ada petugas yang menangangi Ema. Kau tenanglah. Sebaiknya kita lihat keadaan bayimu, lalu beristirahatlah bersama anakmu di ruang perawatan. Kasihan anakmu yang sepertinya sudah sangat kelelahan. " saran Keenan.
Indra menuruti saran Keenan tersebut. Dia lalu menggendong Alvian dan menuju ruangan khusus bayi. Disana dia melihat bayi mungilnya yang sedang terlelap ditemani seorang perawat.
"Ken, alu tidak tahu bagaimana lagi caranya aku berterima kasih kepadamu. Kau sudah sangat membantuku dan keluargaku. " ucap Indra penuh rasa sungkan kepada Keenan.
”Sudahlah, Indra. Bukankah setiap manusia wajib tolong menolong. Jadi aku melakukan ini karena jiwa kemanusiaan yang aku miliki. Aku hanya perlu membayarnya dengan hidup lebih baik lagi, dan membesarkan kedua anakmu dengan baik. Masalah Galen, serahkan dia kepadaku. Karena aku akan membesarkannya dengan baik. " uajr Keenan.
"Yah, tentu saja. Aku percayakan Galen kepadamu. Aku tau kau pasti akan menjadi ayah yang baik untuk Galen dan jadikan dia menjadi pria bertanggung jawab sepertimu. Namun ijinkan aku menemui Galen sewaktu-waktu, saat aku merindukannya. " pinta Indra.
"Iya, tentu saja. " jawab Keenan santai.
Dia menuju box bayi dan memotret bayi kecil itu.
__ADS_1
"Aku akan menunjukkan ini kepada Istriku. Dia pasti senang. Aku akan pulang, dan kau sekarang beristirahatlah dengan tenang. Tidak perlu memikirkan Ema, dia dalam pantauan perawat dan dokter. " ujar Keenan.
Keenan berbincang sejenak dengan perawat yang menjaga bayi itu. Kemudian segera berpamitan kepada Indra karena dia harus segera pulang. Hana pasti sedang menunggunya. Ahhh, dia merindukan istri cantiknya itu.
Setelah tak melihat bayangan Keenan, Indra kembali melihat bayi mungilnya yang berada didalam inkubator. Dia lalu kembali ke ruang perawatan untuk beristirahat dengan Alvian, yang sejak tadi terlelap di kursi tunggu ruang operasi.
"Kasihan sekali anak ini. " gumam Indra lalu menyelimuti tubuh Alvian.
Dia sendiri segera berbaring di sofa yang ada di kamar itu. Tubuhnya harus beristirahat untuk mengisi daya tubuhnya agar besok dia bisa menghadapi kenyataan. Entah itu sebuah kenyataan pahit atau kenyataan indah. Indra harus selalu siap untuk berjuang.
°
Keenan sampai si rumah tepat tengah malam. Tubuhnya terasa sangat lelah. Dia akan langsung menuju ke kamarnya. Namun pemandangan dari arah dapur dengan lampu yang menyala menghentikan langkahnya.
Dilihatnya istrinya itu sedang membuka lemari es dan melihat-lihat isi di dalamnya. Keenan segera menemui istrinya itu, yang sepertinya tidsk menyadari kedatangannya. Dengan perlahan Keenan melingkarkan tangannya di perut sang istri.
Hana yang tidak menyadari kedatangan Keenan pun merasa terkejut karena ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Namun saat mencium aroma tubuh sang suami, Hana langsung merasa lega.
"Iya, operasinya baru selesai. " ujar Keenan sambil menelusupkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
"Lalu bagaimana operasinya,apa berhasil?" tanya Hana. "Ih, Geli, mas. " Hana mencoba memberontak namun Keenan semakin menenggelamkan wajahnya dan menciumi leher Hana.
"Mas, udah dong. Aku lapar ini." gerutu Hana.
Keenan langsung melepaskan ciumannya dsn membalikkan tubuh istrinya.
"Kamu lapar? " tanya Keenan sambil menatap wajah istrinya
Hana mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"Apa tadi belum makan? "
"Sudah tadi makan malam sama anak-anak. Tapi sekarang lapar lagi. " kata Hana sambil mengerucutkan bibirnya.
Keenan yang gemaspun memberikan sebuah kecupan di bibir istrinya.
"Mas, ih. " kesal Hana sambil mengerucutkan bibirnya lagi.
Melihat itu Keenan tergelak, karena melihat istrinya yang terlihat sangat lucu.
"Baiklah, kamu tunggu disini sebentar. Biar aku masakkan nasi goreng untuk kita berdua. " Keenan mendudukkan istrinya di kursi meja makan. Sedangkan dia melihat sisa nasi yang ada.
"Lumayan untuk mengganjal perut. " gumam Keenan.
Dia segera membuat nasi goreng dengan cepat, hanya butuh waktubkurang dari sepuluh menit dia sudah menyediakan sepiring nasi goreng dengan dua telur mata sapi diatasnya.
" Kita makan sepiring berdua saja ya. " kata Keenan.
Hana mengangguk dan segera menyendokkan makanan ke mulut nya. Matanya terbelalak saat merasakan suapan nasi itu . Lalu tersenyum setelah berhasil menelannya.
"Mas, ini enak sekali. Ternyata kau pandai masak. Tau gitu kamu saja yang masak, mas. " kata Hana sambil menyuapkan sesendok nasi lagi.
Keenan hanya tersenyum menanggapi ocehan istrinya itu. Dia lalu menceritakan aoa yang terjadi di rumah sakit itu. Tentang bayi Indra yang berhasil di keluarkan, dan operasi Ema juga berhasil. Hanya tinggal melihat masa observasinya saja.
Hana bersyukur mendengar hal itu. Karena bagaimanapun, Indra juga ayah Galen. Jadi sedikit banyak dia juga bersimpati kepada pasangan yang sudah menyakitinya dulu.
Kini Hana hanya bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang pernah dia alami. Andai dulu di tidak berpisah dengan Indra, maka tidak mungkin dia bisa bertemu Keenan dan hidup bahagia dengannya seperti saat ini.
Ya, memang ada hikmah di setiap kejadian. Tergantung bagaimana kita menyikapinya dan mengambil pelajaran yang kita dapatkan. Bukankankah pengalaman adalah guru yang sangat bsrharga dalam hidup.
__ADS_1
Semoga setelah ini Indra dan Ema bisa mendapatkan kebahagiaannya setelah apa yang sudah mereka alami.
Note : kl ada typo komen di kolom komentar ya. nanti othor perbaiki. Othor nulisnya setengah merem ini.