Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Pindah


__ADS_3

"Jika itu berhubungan dengan Hana itu akan menjadi urusanku sekarang. Karena Hana adalah kekasihku, dia hamil anakku dan kelak aku akan menikah dengannya dan menjadi suaminya. apa kau paham. " ucap Keenan dengan menunjuk wajah Indra.


"Dan kau, kau hanya mantan suaminya. Mantan suami yang sudah tidak diinginkan oleh Hana. Jadi lebih baik kau menyingkirlah dari hidupnya. Jangan mengganggu hidup Hana lagi biarkan dia bahagia. Bukankah kau sudah memiliki istri lagi. Jadi sebaiknya kau urus saja istrimu itu. "


Indra terdiam mendengar semua ucapan Keenan. Dia tidak tahu seperti apa pria di hadapannya ini, yang begitu tegas dan tak tergoyahkan. Apakah dia sudah salah pilih lawan?


"Sudah mas. Tenangkan dirimu. " Hana mengusap lembut lengan Keenan untuk menenangkannya.


"Dan kau, mas Indra. Aku kira semua sudah jelas bukan. Hubungan kita sudah selesai bukan. Jadi aku harap ini terakhir kalinya kau mengganggu hidupku dan memberikan fitnah keji kepadaku. Jika tidak, aku tidak akan segan-segan melaporkanmu ke polisi. Dengan pasal tindakan tidak menyenangkan. " ujar Hana dengan memberikan tatapan tajam kepada Indra.


"Tapi, Hana. Anak itu... "


"Kau tidak perlu tahu anak siapa ini. Yang jelas dia adalah anakku. Sekarang pergilah dan jangan pernah mengusik hidupku lagi. " ujar Hana dengan menujuk pintu kepada Indra.


Indra tertunduk lesu kehadirannya tidak diinginkan lagi oleh Hana, bahkan sekarang dia sudah mengusirnya. Dengan langkah gontai Indra pergi keluar meninggalkan rumah Hana. Dia segera menuju mobilnya dan segera pergi dari sana. Ada harapan kalau Hana akan memanggilnya dan memeluknya dari belakang lalu memintanya untuk tetap tinggal. Namun itu hanyalah angan dan hayalan Indra saja, yang hanya berputar di kepala nya. Nyatanya, Hana tidak pernah melakukannya.


"Apa kau tidak apa-apa, Hana? " Tanya Keenan setelah kepergian Indra.


Hana hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia langsung terduduk dengan lemah di sofa, sambil memijit pelipisnya.


"Sekarangkaua ikut denganku ya, Mulai sekarang kau akan tinggal di apartemen ku. Bersama bi Sum dan Mira. "


Hana menggeleng lemah.


"Aku tidak ingin merepotkanmu mas, Aku sudah menyusahkanmu. Dan aku sudah mempertaruhkan nama baikmu untuk melindungiku dengan mengakui anak ini sebagai anakmu. " ujar Hana dengan setetes air mata yang jatuh.


"Tidak Hana, aku tidak apa-apa. Lagi pula, kelak anak itu juga akan menjadi anak ku. Kau jangan berkata seperti itu. Menurut lah denganku, kau akan tinggal di apartemen ku ya. Disana kau akan aman, tetangga tidak akan terlalu perduli dengan kehidupan tetangga lainnya. Tidak akan ada yang akan merecoki hidupmu lagi. " Keenan meyakinkan Hana lagi agar mau pindah dari rumah kontrakannya.


"Lagi pula, setelah kejadian ini warga disini pasti akan memandangmu dengan sebelah mata. Aku takut kau merasa tidak nyaman dan akan mempengaruhi kondisi janinmu Hana. "

__ADS_1


Hana terdiam, dia memandang Mira dan Bi Sum yang berada tak jauh darinya dengan tatapan iba. Entahlah, kenapa keadaannya kali ini terlihat semakin menyedihkan. Dan pada akhirnya Hana mengangguk, dia mau Keenan membawanya pergi dari sana.


"Baiklah, bawa aku pergi. Jauhkan aku dari pandangan semua orang. " katanya setelah lama berfikir.


Senyum di wajah Keenan langsung mengembang, dia tidak menyangka kalau Hana akan setuju dengan usulnya. Dengan semangat dia segera bangkit dan meminta Bi Sum dan Mira untuk segera berkemas.


"Ayo, aku bantu kau berkemas Hana."


"Tidak, jangan mas. Kau duduk saja. Biar Mira yang membantuku. "


"Baiklah kalau begitu. "


Keenan meminta Mira untuk membantu Hana berkemas, Dia sendiri melihat-lihat barang apa saja yang harus dia bawa dari rumah ini. Tapi sepertinya tidak ada karena semua barang di sini adalah milik pemilik kontrakan kecuali tempat tidur untuk Mira yang dia siapkan.


Dilihatnya Bi Sum Yang sudah selesai berkemas, mulai membersihkan dapur dan semua yang berantakan. Ya meninggalakn rumah ini memang harus sudah dalam keadaan bersih. Seperti semula. Tidak ada yang boleh terlewat.


Mira yang sudah selesai membantu Hana segera keluar dengan tas yang berisi beberapa berkas milik Hana dan pakaian. Hanya sedikit ternyata. Setelah itu dia masuk ke dalam kamarnya untuk membereskan semua barangnya.


"Kau tau apartemenku kan? " tanya Keenan kepada Mira.


"Iya tuan. "


"Kalau begitu kau pergi bersama Bi Sum dulu ya, bersihkan apartemen ku, walau aku tau apartemen ku selalu bersih. Dan ini kau bawa. Ajak bi Sum makan malam. Aku akan mengajak Hana jalan-jalan dulu untuk menghiburnya"


"Baik, Tuan. Terima kasih. Akan saya lakukan. Dan tolong jaga mbak Hana. "


"Iya tentu saja. Saya pergi dulu. "


Keenan segera masuk ke dalam mobil dimana disana sudah ada Hana yang sedang menunggunya. Dia memandang wajah Hana yang terlihat sendu itu sekilas, lalu segera menjalankan mobil itu ke rumah pemilik kontrakan yang alamatnya sudah dikantongi Keenan. Karena bagaimanapun, Hana harus mengembalikan kunci kontrakan dan berpamitan kepada pemilik kontrakan serta menjelaskan apa yang terjadi.

__ADS_1


Tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di rumah pemilik kontrakan.Hana segera mengetuk pintu rumah dengan Keenan yang selalu setia dibelakang Hana. Tak lama pintu rumha terbuka. Dan terlihat wajah teduh seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu rumah untuk mereka.


"Assalamu'alaikum bu. " Sapa Hana.


"Wa'alaikum salam. mbak Hana ya. Ada apa ya mbak. Kok malam-malam begini. " tanya pemilik kontrakan tak mengerti.


Setelah mempersilahkan tamunya duduk, dia hendak beranjak untuk menyiapkan minuman untuknya. Namun segera Hana larang.


"Tidak usah, bu. Saya kemari hanya untuk mengantarkan kunci rumah. "


"Lho, kenapa mbak? "


Hana dan Keenan menceritakan apa yang terjadi pada Hana sore tadi. Dengan tidak ada yang ditutup-tutupi. Agar Ibu kontrakan bisa mengerti. Pemilik kontrakan itupun terkejut, mendengar semua itu. Dia tidak menyangka kalau mantan suami Hana tega melemparkan fitnah keji itu kepada mantan istrinya hanya untuk kembali kepadanya.


"Jadi, mbak Hana sekarang sedang hami? "


Hana mengangguk sebagai jawaban.


"Lalu anak itu, berarti anak??? " ibu itu menggantung kalimatnya.


"Ya, begitulah bu. Saya berhasil hamil setelah berpisah dengannya. Mungkin ini jalan yang diberikan Tuhan kepada saya, agar lebih ikhlas lagi menerima takdir. " Kata Hana sambil tertunduk.


"Bersabarlah mbak Hana mungkin dengan diberi ujian dan cobaan begini, akan menaikkan derajat mbak Hana di mata Tuhan. " ujar Ibu itu memberikan suport kepada Hana.


"Aamin...Terima kasih , bu."


Mereka akhirnya segera kembali setelah mengembalikan kunci itu kepada pemilik rumah dan menuju apartemen Keenan.


"Apa kau menginginkan seuatu, Hana? " tanya Keenan saat mereka sudah di dalam mobil.

__ADS_1


"Kenapa, aku tiba-tiba pengen makan bakso ya, mas. "


__ADS_2