Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Kalap


__ADS_3

"Bakso."


Mendengar nama sebuah makanan yang biasa ditemui dipinggir jalan itu membuat Keenan jadi ketar ketir sendiri. Pasalnya, dia tidak pernah makan makanan yang menjadi favorit seluruh warga indonesia itu di tempat sembarangan. Tapi bumil satu ini pasti permintaannya aneh. Ya, Selalu aneh menurutnya. Jika dia mengajaknya makan direstoran takutnya Hana tidak suka dan dia akan tersinggung.


"Ka... kamu pengen makan bakso di mana? " tanya Keenan kemudian setelah berfikir agak lama.


Hana menoleh kepada Keenan, dilihatnya wajah pria itu sedikit khawatir. Hana tau kekhawatiran di wajah pria disampingnya ini. Dia pasti takut kalau dirinya akan mengajak makan bakso di pinggir jalan. Hana jadi tersenyum geli dan sedikit terhibur melihat reaksi Keenan saat ini.


"Jalan di depan belok kanan mas. Didepan alun-alun kota ada warung bakso yang sangat enak dan aku jamin semuanya bersih dan higienis." Jawab Hana. Dia tidak mungkin membawanya makan di pinggir jalan sembarangan lagi, karena takut Keenan akan ilfeel kepadanya.


"Baiklah, aku percaya padamu. " Keenan akhirnya bisa menyunggingkan senyumnya setelah mendengar kata bersih dan higienis.


Hana juga merasa senang setelah melihat ketegangan di wajah Keenan menghilang.


Akhirnya mereka sampai di sebuah warung bakso yang lumayan besar dan lumayan ramai. Keenan segera membukakan pintu untuk Hana dan mereka segera masuk memesan dua mangkok bakso yang menjadi keinginan Hana. Setelah terhidang Hana segera melahap bakso yang sudah menggugah seleranya, sedangkan Keenan hanya memperhatikan saja apa yang dilakukan Hana.


"Kenapa tidak di makan mas. Apa kau tidak menyukai baksonya? " tanya Hana saat melihat bakso Keenan tidak tersentuh.


"Aku masih ingin melihatmu makan, Hana. " kata Keenan sambil tersenyum.


Hana juga membalas senyuman Keenan dengan hangat. Dia lalu menyendokkan sebuah pentol kecil dan menyuapkannya ke mulut Keenan.


"Coba ini.. Aaaa. " kata Hana sambil ikut membuka mulutnya sama seperti saat menyuapi bayi.


Dan dengan patuh Keenan menerima suapan dari Hana dengan membuka mulutnya.


"Apakah enak? "


Keenan mengangguk. "Enak sekali. " kata Keenan sambil mengunyah pentol bakso di mulutnya.


Hana merasa geli dengan tingkah Keenan saat ini. Dia seperti bayi besar yang ingin disuapi ibunya ternyata.


"Aku tidak habis pikir jika menikah denganmu nanti mas. " ujar Hana setelah berhasil medaratkan sebuah pentol bakso ke mulut Keenan.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Apa ada yang salah. " tanya Keenan tak mengerti.


Hana menggeleng sambil tersenyum geli. "Aku pasti akan memiliki tiga bayi yang harus aku suapi. Bayiku, Rubby dan dirimu yang akan menjadi bayi besarku. "


Mendengar ucapan Hana barusan membuat wajah Keenan yang putih bersih jadi memerah. Saat dia mengatakan bayi besar. Apakah benar dirinya seperti bayi besar? ah, sudahlah.


Dan akhirnya bayi besar itu mau makan setelah disuapi ibunya. Keenan tidak peduli dia menjadi perhatian beberapa pasang mata yang ada di sana. Karena baginya selama mereka tidak mengusik nya, tidak akan jadi masalah.


"Ayo kita pulang, aku ingin segera istirahat setelah lelah hati dan pikiran hari ini. " ujar Hana yang segera menarik tangan Keenan.


Dan dengan patuh Keenan menurut, mengikuti Hana keluar dari sana.


"Tunggu aku belum bayar makanan kita. "


"Sudah mas. Aku sudah membayarnya. Sekarang ayo kita pulang aku sangat lelah. "


"Kapan kau membayarnya? " tanya Keenan saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Mereka pun akhirnya segera menuju apartemen yang akan menjadi tempat Hana sementara sampai anak yang berada di dalam kandungan Hana lahir. Tak ada pembicaraan berarti di dalam mobil itu, karena Hana ternyata langsung terlelap sesaat setelah mereka berada dalam perjalanan.


Sesampainya di apartemen. Keenan langsung menghubungi Mira untuk turun kebawah, membawakan barang bawaan mereka. Keenan tidak membangunkan Hana karena dia melihat wajah lelah kekasihnya itu. Setelah melihat Mira, dia lalu memberikan kunci mobilnya untuk mengambil barang-barang di bagasi. Sedangkan Keenan sendiri langsung mengangkat tubuh Hana yang terlelap. Dan tidak bangun sedikitpun saat Keenan menggendong tubuhnya.


Sesampainya di apartemen, Keenan segera membaringkan Hana di kamar utama miliknya. Dia lalu menata pakaian Hana ke dalam lemari. Beberapa pakaian Hana yabg terlihat lusuh tidak dia masukkan ke dalam lemari dan dia masukkan ke dalam sebuah box.


"Aku rasa besok, kau akan meminta Mira membelikan pakaian rumahan untuk Hana. Pakaian-pakaian ini sudah tidak layak, dan hannya akan mengingatkan luka masa lalunya saja. " gumam Keenan.


Dia lalu mendekati Hana yang sudah terlelap lalu menyelimutinya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Setelah itu, dia memberikan sebuah kecupan singkat dikeningnya.


"Tidurlah, semoga mimpi indah dan semua masalah hari ini bisa kau lupakan dengan mimpi Indahmu. Kelak aku janji, kau tidak akan pernah mengalami hal seperti ini lagi. Tidak akan aku biarkan orang semena-mena kepadamu. " ujar Keenan sebelum beranjak meninggalkan kamar Hana.


Diluar kamar, Keenan menemui Bi Sum dan Mira yang masih menunggu tuan mereka memberikan perintah.


"Bi, saya minta bibi selalu memberikan makanan yang bergizi untuk Hana, jangan lupa buatkan susu tiap pagi dan malam hari sebelum tidur. Saya akan mengirim uang belanja kepada bibi seperti biasa. "

__ADS_1


"Baik tuan. "


"Dan kau Mira, Jika besok keadaan Hana belum membaik, larang dia untuk bekerja. Namun jika dia tetap memaksa, kau harus siap siaga dengan apa yang akan terjadi padanya."


"Siap, tuan. "


"Oh, ya, besok kau belanjakan pakaian rumahan untuk Hana. Seperti yang bisa dia pakai dirumah setiap hari. Besok aku akan mentrasfer uangnya ke rekening mu. "


"Baik,tuan. "


"Ya, sudah kalau begitu. Aku pulang dulu. Jaga Hana baik-baik. "


Setelah berpamitan dengan kedua orang kepercayaannya, Keenan segera meninggalkan apartemennya untuk kembali ke rumah utama dan menceritakan kepada kedua orang tuanya tentang apa yang terjadi kepada dirinya dan Hana tadi


sore.


°


°


°


Indra


Setelah pulang dari rumah Hana, Indra tidak langsung pulang ke rumah. Dia malah belok ke klub malam untuk menghilangkan beban berat yang dia alami setelah Hana menolaknya mentah-mentah. Bahkan dia enggan menatap wajahnya.


Indra menghabiskan malam ini dengan minun-minum hingga dia mabuk. Sebelum kehilangan kesadaran Indra segera pulang dengan langkah sempoyongan.


Sesampainya di rumah, Indra melihat keadaan rumahnya dalam keadaan gelap, hanya ada lampu dapur yang menyala untuk memberikan cahaya remang ke seluruh ruangan di sekitarnya. Sekilas samar-samar Indra melihat bayangan seorang wanita yang berjalan dari dapur ke kamar tamu.


Sontak saja wajah Indra langsung berbinar. Dia mengira sosok wanita itu adalah Hana, wanita yang sangat dia cintai dan rindukan. Indra langsung mengikuti sosok wanita itu sampai ke kamarnya. Dan membalikkan tubuh wanita yang dia kira Hana itu dengan kasar dan langsung menyerangnya dengan brutal.


Wanita itu mencoba memberontak sekuat tenaga, namun sekuat apapun tenaga wanita tetap saja kalah dengan kekuatan pria. Apalagi Indra dalam keadaan mabuk, maka kekuatannya semakin berkali-kali lipat. Tubuh yang memberontak itu pun perlahan melemah dibawah kungkungan Indra yang sudah kalap.

__ADS_1


__ADS_2