
"Mas, lalu bagaimana dengan mbak Ema? " tanya Fia sebelum Indra pergi.
"Ema akan menjadi urusanku, kau tenanglah Sekali lagi. Maafkan aku Fia karena sudah merusakmu. "
Fia tertunduk. Dia masih enggan untuk memaafkan Indra sebelum Indra benar-benar menikahinya. Dia tidak ingin menjadi seorang pelakor, tapi ini adalah sebuah kesalahan yang di perbuat Indra. Dan dia harus mempertanggung jawabkannya.
"Baiklah jika kau belum bisa memaafkan aku. Tenanglah, aku akan tetap bertanggung jawab kepadamu, Fia. " ujar Indra mantap sebelum meninggalkan kamar Fia.
Fia menatap punggung Indra saat dia pergi meninggalkan kamarnya. Dia sungguh tidak percaya kalau semua ini akan menimpa dirinya. Apa yang harus Fia lakukan setelah ini? Bagaimana dia harus bersikap terutama pada Ema?
"Sudahlah, aku akan tidur. Masalah ini akan menjadi urusan mas Indra dan Ibunya. Karena disini aku lah yang menjadi korban. " gumam Fia lalu dia segera membaringkan tubuhnya.
Indra segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket semua. Saat dia sampai di kamarnya telihat Ema yang sedang menangis di sofa kamar. Indra acuh dan segera menuju ke kamar mandi. Setelah beberapa saat, dia keluar lagi dan melihat Ema masih di posisi yang sama.
"Kau kenapa? " tanyanya acuh sambil memakai pakaian yang akan dia kenakan.
"Mas apa benar semalam kau sudah melakukannya kepada Fia? Dan bukan Fia yang menggodamu sehingga kalian berbuat seperti itu." tanya Ema pada akhirnya.
"Seperti yang kau tau Ema aku memang sudah melakukannya kepada Fia. Dan semalam aku melakukannya karena mabuk, dan aku mengira kalau Fia adalah Hana. " jawab Indra apa adanya, dia tidak tahu kalau perasaan Ema sangat sakit saat ini.
Ema tidak bisa berkata apa-apa lagi. Lagi-lagi Hana, karena wanita itu rumah tangganya dengan Indra jadi seperti ini.Memangnya apa yang sudah Hana lakukan kepada Indra dan Ibunya selama ini. Kenapa mereka berdua sangat menyukai Hana, dan sangat merasa kehilangan. Saat Hana pergi dari hidup mereka.
Dan setelah ini bagaimana nasibnya di rumah ini setelah Indra menikah dengan Fia. Melihat tadi kekesalan dan kemarahan di wajah ibu mertuanya gara-gara dia tidak menyetujui pernikahan Indra dengan Fia. Dan lagi ternyata ibu mertuanya itu ternyata masih tidak menyukainya, dia hanya pura-pura baik kepadanya. Ema benar-benar bingung harus bersikap.
__ADS_1
Dilihatnya Indra sudah duduk di sampingnya, entah apa yang akan dia katakan kepada nya sekarang. Indra masih terdiam menatap Ema dengan tatapan yang entahlah.
"Mas, apa kau benar-benar akan menikahi Fia. " tanya Ema pada akhirnya.
"Iya, aku akan menikahinya. Karena aku harus mempertanggung jawabkan perbuatanku kepadanya yang sudah merenggut kesuciannya. " jawab Indra pasti.
"Lalu bagaimana dengan aku. Apa yang akan terjadi padaku. Bagaimana nasib ku. " tanya Ema lagi dengan pertanyaan yang bertubi-tubi dan air mata yang sudah mengalir.
"Terserah kamu. Kamu masih mau tetap tinggal disini sebagai istriku, dan istri pertamaku atau kau ingin kita berpisah. Semua itu terserah padamu. Tapi yang pasti setelah ini aku harus menikahi Fia. karena aku harus bertanggung jawab dan mematuhi perintah ibu. " kata Indra.
Ema menunduk mendengarkan jawaban dari Indra. Sungguh dia tidak menyangka kalau harus di madu. Apakah seperti ini perasaan Hana saat mendengar Indra akan menikah lagi?
Tapi sepertinya waktu itu Hana terlihat sangat kuat. Bahkan dia menenemuinya dengan kepala yang tegak seolah tidak merasakan kesakitan itu. Bahkan dialah yang sudah menyiapkan acara pernikahannya, tanpa mengikut sertakan Indra. Kini Ema baru menyadari kalau Hana benar-benar wanita yang sangat hebat, karena bisa melalui ini semua tanpa tangis. Bahkan yang paling menyesal saat ini adalah Indra karena sudah kehilangan Hana dari hidupnya.
"Pikirkan baik-baik keputusanmu Ema. Ingin tetap menjadi istriku atau berpisah denganku. Namun jika kau ingin berpisah, aku tidak bisa memberimu harta gono gini kepadamu. Karena aku hanya memiliki dua restoran saja saat ini, setelah diambil alih Hana satu. Dan selama menikah denganmu, aku masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan atau bertambahnya harta. Jadi tidak apa-apa jika kau meninggalkan aku. Karena aku tidak harus memberimu apa-apa. Lagi pula aku hanya menikahimu secara siri dan belum aku daftarkan pernikahan kita. Jadi akan lebih mudah menceraikanmu. " Setelah mengatakan semua itu, Indra segera keluar dari kamar dan menemui Ibunya yang sedang nonton televisi, tanpa memperdulikan perasaan Ema.
Mendengar apa yang dikatakan Indra, Ema tercengang tak percaya. Karena apa yang dikatakan Indra semua benar Dia dan Indra hanya menikah secara siri. Dia seolah lupa menanyakan apakah pernikahan mereka sudah di daftar kan ke Kantor Urusan Agama apa belum. Dan inilah hasilnya, Indra bisa semena-mena kepadanya.
Sedangakan di luar kamar Gayatri langsung memberondong Indra dengan beberaap pertanyaan.
"Bagaimana Fia? apa dia sudah tidur? "
"Aku rasa sudah. Semalam dia tidak tidur sama sekali, dan mungkin sekarang kelelahan. "
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Ema. Apa yang akan kau lakukan padanya? "
"Aku sudah mengatakan padanya, bu. Jika dia ingin tetap menjadi istriku silahkan. Jika ingin berpisah denganku juga silahkan. Dan jangan pernah menuntut harta gono gini. "
Pembicaraan kedua ibu dan anak itu masih berlanjut. Bu Gayatri yang keadaannya jauh lebih baik karena Fia yang sudah membantunya melakukan yang terbaik kepadanya. Lebih menyetujui pernikahan Indra dengan Fia. Karena Fia anak yang baik, dan memiliki sifat yang sebelas dua belas dengan Hana. Namun bedanya, jika Fia gadis yang masih polos, tapi Hana adalah gadis pemberani dengan wajah penuh ketegasan dan tidak suka dibantah. Mungkin ini adalah Jalan Tuhan yang membuat Fia menjadi menantunya. Walau caranya tak terduga.
"Segeralah kau temui pak RT dan pak Ustadz. Suruh mereka kerumah nanti sore dan empat orang tetangga kanan kiri dan depan rumah untuk menjadi saksi pernikahan kalian. Lebih cepat lebih baik, sebelum Fia nanti hamil. " titah bu Gayatri kepada anaknya
"Iya bu. "
"Dan juga siapkan beberapa nasi kotak dari restomu untuk diberikan kepada para tamu nanti dan kepada tetangga yang lainnya.
"Iya, bu.
Indra tidak menyangka ternyata mempersiapkan pernikahan itu sangat ribet. Dia jadi teringat tentang Hana yang mempersiapkan pernikahannya dengan Ema waktu itu. Pasti dia juga terluka, tapi Hana sangat bisa menutupi semua lukanya dengan baik sehingga tidak ada yang tahu bagaimana perasaannya. Kini rasa bersalah kepada itupun semakin merajai hatinya. Dia sangat melukai wanita itu sampai titik terendah, tapi dia masih belum sadar juga.
Dan tingkahnya kemarin, semakin membuat Hana membencinya dan tidak mau mengatakan kalau anak itu anak siapa. Kata perawat, usia kandungan Hana sudah mencapai empat bulan. Dimana waktu itu adalah saat-saat dia dan Hana sedang melakukan sidang cerai. Dan itu artinya...
"Bu.. Ngomong-ngomong soal kehamilan, ada yang ingin aku katakan. "
"Ada apa, katakanlah. "
"Saat ini ternyata Hana sedang Hamil. "
__ADS_1
"Apa... "