Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu

Aku Istrimu Bukan Pengasuh Ibumu
Mira


__ADS_3

Hana pulang kerja dengan diantar Dion dan Manda. Karena Manda mendapat mandat dari Keenan kalau hari ini dia harus mengantar Hana pulang ke rumah dengan selamat. Sampai besok Hana sudah bisa di jaga dan diantar jemput oleh Mira.


Hana sampai di rumahnya seperti biasa dengan Dion dan Manda yang berniat mampir sebentar di sana. Namun ada pemandangan yang berbeda di sana yaitu ada sebuah mobil sedan putih yang terparkir cantik di depan rumahnya.


Hana merasa bingung dengan apa yang dia lihat. Dia segera masuk ke dalam rumah dan melihat siapa yang datang. Sedangkan Manda dan Dion saling berpandangan dan menghela nafasnya bersamaan. Karena mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ini pasti ulah Keenan.


Saat masuk ke dalam rumah, Hana melihat Bi Sum sedang ngobrol dengan wanita muda yang tidak dia kenal.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam. Eh, non Hana sudah datang. " Bi Sum merasa terkejut dengan kedatangan Hana yang tiba-tiba.


Bi Sum dan gadis muda itu langsung berdiri dan menyambut kedatangan Hana, Manda dan Dion dibelakangnya.


"Siapa dia, Bi? " tanya Hana yang sejak tadi penasaran dengan gadis muda itu.


"Kenalkan nona, saya Mira. Mulai saat ini, saya yang akan menjadi sopir dan mengantar anda kemanapun anda pergi. Sesuai perintah tuan muda Keenan. "


Mendengar perkenalan panjang dari Mira membuat Hana seketika langsung melongo. Benarkah yang dia dengar itu. Keenan benar-benar melakukan apa yang dia katakan.


Sedangkan Manda dan Dion yang mendengar perkenalan Mira hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya. Ternyata Keenan benar-benar melakukan keinginannya untuk menjaga Hana. Benar-benar pria itu terlalu berlebihan sangat berlebihan dalam melakukan sesuatu untuk Hana.


Mereka semua akhirnya duduk bersama, Hana masih ingin tahu apa sebenarnya yang ada dalam pikiran Keenan.


"Aku tidak habis pikir kenapa mas Ken bersikap sejauh ini kepadaku. " gerutu Hana kepada siapa saja yang mendengarnya.


"Karena kakakku sangat mencintaimu mbk. Dia rela melakukan apapun asalkan mbak Hana mau membalas cintanya. Aku harap kelak jika sudah waktunya, mbak Hana bisa memberi jawaban yang di inginkan kakakku, dan tidak mengecewakannya." jawab Manda sesuai kenyataan yang dia tahu.


Mendengar ucapan Manda seketika tubuh Hana membeku. Benarkah? Benarkah semua yang dia dengar dari mulut Keenan dan Manda barusan. Keenan benar-benar mencintainya dan melakukan apa pun untuknya.


"Dan dia adalah Mira salah satu bodyguard kepercayaan kakak. Tidak sembarangan kakak mengutus Mira jika bukan untuk orang yang sangat penting, mbak. Jadi saat Mira sudah diutus menjaga mbak Hana, berarti mbak adalah orang yang penting bagi kakak. " jelas Manda lagi mengatakan keberadaan Mira saat ini.


Hana mendesah setelah mendengarkan semua penjelasan dari Manda. Yang jadi masalah saat ini adalah dimana Mira akan tidur.


"Baiklah, terserahlah apa yang kau katakan. Aku senang-senang saja banyak teman di rumah ini. Tapi... dimana Mira akan tidur disini. " kembali Hana menghela nafasnya.


"Jangan khawatir nona, Tuan Ken sudah menyiapkan semuanya. " kata Mira


"Maksudmu... " tanya Hana tak mengerti.


"Tuan Ken sudah menyediakan tempat tidur untuk saya di kamar Bi Sum. Tadi Bi Sum sudah mengatakan kepada saya, dan saya sudah mengeceknya." ucap Mira lagi.

__ADS_1


Hana segera bangkit dari duduknya dan langsung berjalan ke kamar Bi Sum yang berada di belakang kamarnya. Saat dia sudah membuka pintunya ternyata benar, di sana sudah ada dua tempat tidur. Satu tempat tidur pemilik rumah kontrakan dan satu lagi tempat tidur baru yang hanya cukup untuk satu orang, dan sebuah lemari kecil.


Hana segera kembali ke tempat duduknya setelah memastikan kalau Mira bisa tidur dengan layak di rumah ini.


"Baiklah Mira, kau boleh melakukan tugasmu sesuai perintah Mas Ken. Aku tidak akan menghalangimu dan mempersulitmu Mira. "


"Terima kasih, nona. "


Manda dan Dion saling berpandangan dan tersenyum.


"Nona... makan malamnya sudah siap. " panggil Bi Sum dari arah dapur.


"Ayo, Man, Dion kita makan malam. Dan kau juga Mira. "


"Tidak nona, saya makan nanti saja. " tolak Mira.


Hana langsung menoleh ke arah Mira, yang menolaknya.


"Mira, disini bukan rumah mas Keenan, jadi jangan samakan antara di sini dan disana. Kalau di rumah ini kita semua keluarga. Okey. Tidak ada penolakan. Ayo. "


Mira melihat kesemua orang dan mereka semua menganggukkan kepalanya. Setelah mendapat persetujuan dari semua orang akhirnya Mira mau diajak makan malam bersama mereka.


"Tidak apa-apa Bi. Ini saja sudah menggugah selera. Benar kan mas. " Manda


"Iya, Bi. nggak usah merasa sungkan, kayak sama siapa saja. "


Mereka akhirnya makan malam dengan tenang, dengan menu seadaanya. Setelah makan, Dion dan Manda segera berpamitan kepada Hana untuk segera pulang agar tidak kemalaman.


Setelah kepergian Dion dan Manda, Hana mengatakan kepada Bi Sum dan Mira kalau dia ingin membersihkan diri dan langsung beristirahat. Bi Sum dan Mira mengangguk mengerti karena mereka tahu, pastilah Hana merasa lelah setelah bekerja seharian.


Di kamarnya, setelah Hana mandi dia segera berbaring. Dia benar-benar merasa lelah hari ini. Apalagi pertemuannya dengan Keenan pagi ini, membuat kerja jantungnya bekerja berkali-kali lipat.


Saat dia sedang berbaring dan memainkan ponselnya, tiba-tiba ada sebuah. panggilan masuk dengan nama pemanggil Papa Rubby.


"Baru saja dipikirkan, eh dia langusung nongol. " gumam Hana sambil tersenyum.


Tak ingin Keenan atau Rubby menunggu terlalu lama, akhirnya Hana segera menggeser tombol hijau. Terlihatlah wajah menggemaskan Rubby memenuhi layar pomselnya.


"Tante... tante Hana... " panggil Rubby dari seberang telpon.


Hana tersenyum lebar saat melihat wajah gadis kecil itu yang sangat menggemaskan baginya.

__ADS_1


"Hallo, sayang. Ada apa? ini sudah malam kenapa Rubby belum tidur? "


"Lubby pengen ngoblol sama tante Hana. " Jawabnya masih dengan senyuman yang sangat menggemaskan.


"Pengen ngobrol apa sih sayang. Kok sepertinya serius sekali. "


"Lubby kangen sama tante. Bolehkah besok Lubby main ke tempat kelja tante? " tanya dengan wajah dibuat sedih.


"Benarkah, kenapa tidak menunggu akhir pekan saja main ke rumah tante. Besok tante ada sidang yang harus tante hadiri. Jadi mungkin tante tidak akan ada di kantor."


"Yaaah...." Keluhnya sedikit kecewa.


"Akhir pekan saja ya sayang." Hana menenangkan gadis kecilnya itu dan mendapat anggukan terpaksa darinya.


"Anak pintar."


"Tante, papa mau bicala. "


Setelah mengatakan itu layar ponsel Hana kini dipenuhi wajah Keenan yang sedang berbaring dengan senyuman penuh dibibirnya. Sontak saja hal itu membuat Hana salah tingkah.


"Apa kabar Hana. "


"Baik, mas. " jawab Hana singkat.


"Baguslah. Apakah Mira sudah berada di rumahmu. "


Hana menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Mulai sekarang dia yang akan menjaga dimanapun kamu berada.


Senyuman itu tak lekang dari wajah Keenan saat memandangi Hana dilayar Telpon.


"Mas, sudah dulu ya. Aku mau istirahat. Sampaikan salamku pada Rubby. "


"Baiklah Hana, selamat tidur selamat beristirahat. Good night. "


Panggilan terputus.


Hana memegangi dadanya yang merasakan debaran jantung yang luar biasa. Dia tidak menyangka, jantungnya bisa bekerja secepat ini.


"Apakah terjadi sesuatu padaku? Aku bahkan tidak pernah merasakan perasaan ini, dulu saat mas Indra mendekatiku. "

__ADS_1


__ADS_2