
Hari terakhir liburan, Fira dan Batista bersantai di rumah. Usai pulang dari Dufan, Batista justru mengeluarkan jurus diam seribu bahasa.
Ia tak mau mengajak ngobrol sang istri karena terlanjur kecewa terhadap perlakuannya yang menghajar Batista habis-habisan dengan permainan wahana Dufan hingga membuatnya mual muntah.
Tak ada gelak tawa, bahkan candaan bersama Fira sejak malam itu. Batista juga tak mau memeluk istrinya sepanjang malam. Dia memunggungi wajah Fira Andriani sepanjang malam selama mereka tidur.
Bisanya Fira tak lepas dari dekapan Batista saat tidur. Kemesraan yang terjalin hilang sudah sepanjang malam semenjak tragedi Dufan.
Menurut Batista, hari itu adalah hari terakhir ia mengunjungi taman bermain. Malunya bukan kepalang akibat permainan Fira yang mengajaknya menaiki wahana-wahana ekstrem.
Sementara Fira telah membujuk Batista mati-matian agar memaafkannya. Berbagai cara ia lakukan namun tak mendapat respon dari suami tampannya itu.
Akhirnya Fira pasrah hingga menunggu amarah suaminya mereda. Hari minggu, sejak pagi Fira sudah memasak untuk sang suami yang sudah sibuk berolahraga jogging di komplek perumahan.
Ia dibantu oleh ketiga pembantunya untuk menyiapkan sarapan. Tapi tak ada satupun makanan yang layak dan terasa enak dilidahnya. Gagal lagi masakan Fira.
Padahal ia sengaja sibuk pagi-pagi memasak untuk disajikan pada suaminya agar mau memaafkannya.
__ADS_1
Batista sengaja tak mengajak Fira jogging bersama karena masih marah besar padanya. Fira pun merasa kesal karena amarah suaminya lebih parah dari pada yang dia lakukan. Sifatnya lebih kekanakan dibanding dirinya.
"Bi! sajikan saja makanan masakan yang ada. Saya sudah malas mau mencoba masakan apa lagi. Semuanya gagal, biarin mas Batista masak makanan bibi saja," ucap Fira pada bi Inah.
Bi Inah mengangguk dan dengan cepat menyajikan sarapan yang dimasaknya bersama dua pembantu lainnya yaitu Leni dan Tari.
Berbagai sarapn roti dan makanan berat ala western sudah siap. Tak lupa juga jus dan smoothies disajikan karena Batista lebih menyukai minuman segar dan sehat.
Fira segera mandi dan memakai baju yang rapih. Ia menunggu kepulangan Batista selesai berolahraga. Karena amukan Batista sejak malam, Fira tak bisa merencanakan liburan mereka hari ini.
Terpaksa ia harus rela di rumah sambil meminta maaf pada suaminya itu. Batista tampak segar selesai berolahraga.
Raut muka marah terus terpancar dari wajah Batista. Tapi ia menggandeng tangan Fira dan mengajaknya ke meja makan. Tidak ada basa-basi, mereka berdua langsung menyantap sarapan yang tersaji di meja makan.
Selesai makan Batista mengajak Fira ke kamar. Ia menarik jari-jari mungil Fira. Fira hanya diam dan mengikuti kemauan suaminya. Batista mendudukan tubuh Fira diatas ranjang.
"Kau tunggu disini! aku akan mandi dulu," ucap Batista.
__ADS_1
Fira hanya mengangguk mengiyakan kemauan suaminya. Ia masih bertanya-tanya apa yang akan dilakukan suaminya itu.
Batista mandi dan membersihkan diri agar tak ada bau keringat yang tersisa. Tak memakan waktu yang lama, Batista segera mengenakan pakaiannya.
Ini waktunya balas dendam!! batin Batista.
Ia ingin memberikan efek jera pada istrinya. Agar tak semena-mena dan bersifat kekanakan.
Batista pergi ke ruangan khusus yang tersedia berbagai baju, tas, sepatu hingga aksesoris miliknya dan Fira.
Ia memilih sebuah lingerie untuk dikenakan istrinya. Lingerie yang dipilihnya berwarna hitam. Satu set lingerie dengan ****** ***** berbentuk gstring yang tersambung dengan branya. Serta dilengkapi penutup pakain dalamnya bermodel kimono.
Lingerie itu sangat sexy dan meningkatkan gairahnya. Ia melempar lingerie itu kepada Fira agar ia segera mengganti bajunya.
"Ganti bajumu sekarang!!" tegas Batista.
Fira kebingungan, sebab masih disiang bolong Batista sudah menyuruhnya untuk menggunakan lingerie.
__ADS_1
"Siang-siang begini," tanya Fira yang kebingungan dengan tingkah suaminya.
Batista tak banyak bicara dan hanya menganggukan kepalanya.