
Batista merayu istrinya agar mendapatkan jatahnya malam ini. Cukuplah waktu selama seminggu penuh untuk berpuasa. Kini ia harus memenuhi hasratnya bahkan bertemu bayi kecilnya.
"Sayang aku kangen banget nih!" bisik Fira yang mengetahui kalau suaminya itu menginginkan sesuatu darinya. Belum juga ia berganti baju. Masih mengenakan setelan kerjanya dari pagi tadi.
"Aku juga kangen. Tapi kamu bau!! mandi dulu sana," kata Fira dengan menunjukkan wajah masamnya.
"Ihhhhh udah malam banget. Aku mageran banget," ucap Batista memelas agar keinginannya dipenuhi.
Batista merayu terus istrinya. Bermanja-manja ria seperti bayi kecil. Dia memeluk erat Fira seolah-olah tak mau melepaskan istri cantiknya itu.
"Pleasee!! kamu tuh sayang nggak sih sama aku? Masa aku ajakin itu aja kamu nolak," rayu Batista terus sambil mencubit hidung mungil Fira karena gemes.
"Ya sayang dong! kalau nggak sayang mana mungkin aku ngandung anakmu!" ketus Fira dengan tatapan tajamnya.
Fira sebenarnya sudah sangat mengantuk. Seharian dia menunggu suaminya. Tapi mau tidak mau dia harus menerima ajakan suaminya itu.
Tidak ada alasan baginya untuk menolak. "Kamu tuh ya!! perayu handal! kalau keinginannya nggak dipenuhi pasti nggak bakal berenti ngegoda aku," Fira menyubit dada bidang suaminya itu.
"Tapi ingat apa kata dokter!! keluarin diluar! kasian dede bayinya," tegas Fira mengingatkan suaminya.
Batista mengangguk dan tersenyum lebar. Keinginannya malam ini akan terpenuhi. Ia akan menjenguk bayi mungilnya yang ada didalam sana.
Batista mencumbu istrinya. Semakin hari aura Fira semakin terlihat seksi dan cantik karena kehamilannya. Hal itu membuat Batista terus-terusan jatuh cinta pada istrinya.
Tak lupa Batista langsung menyanggul rambut istrinya. Seperti kebiasaan baginya sebelum melakukan hubungan intim.
Gerah saja rasanya ketika melihat rambut istrinya terurai saat melakukan hubungan intim meskipun Fira sangat cantik dan terlihat sederhana jika rambutnya terurai.
Fira terbaring sejak tadi. Batista juga sudah memilihkan lingerie untuknya berwarna biru langit. Ruangan kamar sengaja diredupkan oleh Batista agar membuat suasana tenang dan hangat.
Meski dia baru pulang bekerja, saat berhubungan intim ia tetap ingin menggunakan fantasi sexnya sehingga terlihat perfect dan sesuai keinginannya.
__ADS_1
Karena Fira sudah mengingatkannya untuk tidak membuang benihnya didalam rahim, ia juga sengaja menggunakan pelindung agar tidak kerepotan.
Dengan gaya santainya Fira yang sudah mengenakan lingerienya menunggu kedatangan suaminya itu. Batista hanya bermodalnya boxer mewahnya.
Tubuhnya yang atletis dan dadanya yang bidang memang menggiurkan bagi Fira. Saat itu pukul 01.00 malam, Fira dan Batista malah sibuk dengan dunianya.
Disaat orang-orang pada tidur, mereka malah asik berfantasi dengan hubungan intim suami istri. Batista mulai menggoda istrinya. Mencumbunya. Mencium leher hingga pahanya. Bahkan meraba tubuh mungil itu.
Gairah Fira meningkat. Ia membalas perlakuan suaminya itu. Fira memeluk suaminya dari belakang dan mencium belakang lehernya. Lalu tiba-tiba Batista mengangkat tubuh mungil Fira dan membaringkannya tepat didepannya.
Ia ******* mulut Fira dengan lembut dan lama. Fira terhanyut dalam ciuman suaminya itu. Dan keduanya menyatu dalam hubungan suami istri.
Fira yang awalnya menolak ajakan suaminya kini lebih bersemangat dari suaminya hingga ia berkeringat meskipun AC menyala dan memberika suasana yang sejuk.
Tubuh Batista lemas dan ia berbaring sebelum membersihkan tubuhnya. Sedangkan Fira langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya karena matanya sudah terasa berat karena rasa kantuk menyelimutinya.
Belum ada lima menit terbaring, Fira sudah tertidur pulas. Setelah sang istri pulas, Batista langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Sebelum tidur ia tidak lupa mencium kening Fira meskipun dia tahu Fira tak akan menyadarinya.
Seperti biasa Batista berangkan bekerja seorang diri disupiri oleh Beni. Jadwalnya sudah padat sejak pagi. Ia mengadakan rapat dengan anak perusahaannya.
Hari-harinya disibukkan dengan pekerjaan. Tapi tak lupa sesekali ia mengabari istrinya agar tak merasa kesepian.
Sedangkan Fira bersama ibunya dari pagi juga sudah pergi berbelanja ke mall. Shopping ala-ala perempuan masa kini. Fira ingin membeli baju untuk sang ibu karena sudah lama berada di rumahnya dan hanya melihat baju usangnya saja yang dipakai.
Fira tak ambil pusing dengan uangnya saat ini. Kartu kredit tanpa limit yang diberikan oleh suaminya bisa memenuhi apapun keinginannya.
"Nduk apa kamu tidak kebanyakan berbelanja? nanti suamimu marah nduk," ucap Senny karena sejak dulu ia tak pernah membuang-uang seperti anaknya saat ini. Malah ia harus bekerja banting tulang agar kebutuhannya terpenuhi.
"Sudah bu nggak masalah. Mas Batista malah senang kalau aku buang-buang uangnya," kekeh Fira yang sedang membayar belanjaannya dikasir.
__ADS_1
Selanjutnya Fira membawa sang ibu ke salon untuk perawatan diri. Hal yang tak pernah sebelumnya dilakukan oleh Senny karena ia merasa sayang pada duitnya jika digunakan untuk hal tidak penting.
Fira sudah memilih paket spa untuk dia bersama ibunya. Pelayanan khusus VIP yang saat ini mereka dapatkan. Fira menikmati masa kehamilan mudanya tanp bekerja keras dan hanya menikmati hasil kerjakeras suaminya.
"Nduk enak juga ya perawatan seperti ini," kata Senny yang menikmati pelayanan VIP di salon paling besar dan mewah di Jakarta.
"Iya bu! kita harus sering-sering kesini. Cocok bangetlah buat ibu," balas Fira.
Fira membuka ponselnya dan membaca pesan dari suaminya. "Sayang kamu lagi ngapain? sudah jadi perawatannya sama ibu? "
Fira membalas pesan suaminya itu. "Aku masih perawatan mas kayanya pulang sore"
Batista membuka ponselnya karena mendengar notifikasi. Meski sedang rapat iya tetap membalas pesan Fira.
Saat itu jadwalnya juga sudah diberikan oleh sekretarisnya, Bagas. Dalam jadwal tertera bahwa ia juga akan pulang larut malam karena ada pertemuan penting yang tidak bisa dicancel. Pertemuan dengan produksi tekstil yang bekerjasama dengan perusahaannya.
Jadi ia juga memint Fira tak perlu khawatir dan santai saja dengan waktunya untuk merawat diri.
"Iya sayang santai saja! Oh ya aku bakal pulang malam lagi malam ini. Karena rapat sampai malam" balas Batista kemudian menyimpan kembali ponselnya.
Baru saja ia menyimpan ponselnya diatas meja, tiba-tiba suara notifikasi yang tidak henti-henti sangat menganggu dalam ruangan itu.
Beberapa koleganya melirik Batista karen terganggu dengan notikasi yang cukup banyak.
"Mengapa Fira membalas pesanku sangat banyak," batinnya sebelum mengambil ponsel tersebut.
Karena yang lain merasa terganggu, Batista langsung mematikan ponsel tanpa melihat notifikasi itu dan melanjutkan rapatnya.
Selesai rapat baru dinyalakan kembali ponselnya. Ternyata notifikasi yang ia terima bukan dari sang istri tetapi nomor yang tidak dikenalnya.
Foto-foto ia terima dan kemudian membukanya. Betapa terkejutnya Batista melihat foto di layar ponselnya. Foto toplesnya bersama Lucy saat ia tertidur satu malam di apart milik Lucy.
__ADS_1