Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
Bertanya langsung


__ADS_3

Setibanya di pakiran, Fira berlari kecil menuju Lift. Kantor mulai kosong, hanya ada beberapa security yang menjaga dibeberapa tempat.


Fira melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift menuju lantai paling atas yaitu ruangan CEO. Sedari tadi, Sekretarisnya Batista, Bagas duduk didepan ruangannya.


Menunggu hingga Batista usai bekerja. Akhirnya Fira sampai di lantai atas dan langsung menanyakan pada Bagas.


Bagas langsung menunjuk ruangan yang hanya ada Batista sedang serius menyelesaikan pekerjaannya.


"Kenapa tidak pulang bu? tadi pak Batista sudah menghubungi pak Beni agar mengantarkan ibu pulang ke rumah," jelas Bagas.


"Sstttt jangan berisik! aku mau menunggu suamiku disini," ucap Fira yang masih penasaran kalau ada yang ditunggu suaminya yang sedang memaksakan diri bekerja hingga malam.


Bagas mempersilahkan Fira duduk disebelahnya menunggu hingga Batista selesai bekerja. Fira yang curiga sejak siang tadi berpikir kalau suaminya akan janjian dengan mantan kekasihnya di ruangan ini lagi.


Hingga dua jam Fira dan Bagas menunggu di depan ruangan Batista. Tidak ada tanda-tanda kedatangan siapapun. Kecurigaan Fira terbantahkan.


Suara daun pintu terbuka mulai terdengar oleh Bagas dan Fira. Dengan sigap Bagas bergerak mendekati pintu kerja Batista.

__ADS_1


Keluarlah sosok pria tampan yang tetap dengan dandanan rapihnya meski telah bekerja seharian.


Dia terkejut melihat istrinya yang mulai mengantuk berada didepan ruangannya.


"Kau belum pulang? kenapa tidak masuk saja kedalam?" tanya Batista.


Fira menggelengkan kepalanya. Ia mengatakan tak mau menganggu pekerjaan suaminya.


"Dari tadi kau sangat konsentrasi dengan pekerjaanmu. Jadi aku tidak berani masuk dan menganggumu," kata Fira sambil menyunggingkan senyum manisnya.


Batista menggandeng tangan istrinya dan segera mengajaknya untuk pulang.


Batista melirik istrinya yang tampak banyak pikiran. Seketika ia mengelus kepala Fira yang membuat Fira terkejut.


"Kenapa? Apa kau capek?" tanya Batista lagi.


Fira menggelengkan kepalanya. "Aku cuma rindu," ucap Fira mengalihkan perhatian suaminya.

__ADS_1


Namun baru saja duduk tenang di kursi belakang mobilnya Fira membisikkan sesuatu ke telinga Batista.


"Sebenarnya ada apa wanita itu terus datang kesini," bisik Fira yang malu pada Beni kalau ketahuan sedang mencemburui suaminya itu.


Batista melirik Fira. Melihat wajahnya yang muram membuat Batista tersenyum kekeh.


"Tidak ada apa-apa sayang. Dia sendiri yang datang kesini. Dia itu investor di perusahaan kita, jadi aku tidak bisa menolak kehadirannya," jelas Batista yang khawatir istrinya marah karena ia mengingkari janjinya agar tak bertemu Lucy lagi.


Fira masih penasaran. Ia ingin mencecar berbagai pertanyaan pada suaminya itu. Namun merasa tak enak dengan adanya Beni. Sementara Bagas tak berada dimobil yang sama dengan mereka, ia telah disuruh pulang sendiri karena tugasnya sudah selesai hari ini.


"Aku masih banyak pertanyaan! nanti akan ku lanjut lagi di rumah," kata Fira lugas.


Batista hanya menganggukan kepalanya menyetujui perkataan istrinya.


Setibanya di rumah. Fira tak membiarkan Batista untuk beristirahat. Ia langsung memberikan banyak pertanyaan. Salah satunya yaitu apakah masih ada hubungan antara Batista dan Lucy sehingga Lucy masih seperti mengejar-ngerjarnya.


Batista terang-terangan mengatakan tak ada hubungan apapun dengan Lucy. Hanya Lucy saja yang mulai mendekatinya kembali meski ia tahu Batista dan Fira sudah menikah.

__ADS_1


"Sudahlah! aku tidak ingin membicarakannya lagi. Yang pasti aku tidak ada hubungan dengan wanita itu. Hanya sebatas hubungan kerja. Dia berinvestasi di perusahaan kita tanpa aku tahu kalau perusahaan itu miliknya," cerita Batista yang ingin menyakinkan istrinya.


__ADS_2