Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
teringat dia


__ADS_3

Bagas baru saja keluar dari apartemen lama milik Batista. Seluruh barang yang bisa digunakan untuk komunikasi telah ia singkirkan sebelumnya. Bagas membaringkan Lucy diatas ranjang yang telah dibersihkannya lebih dulu.


Tangan dan kaki Lucy dibiarkan terbuka. Termasuk mulutnya telah terlepas dari tempelan lakban. Bagas telah memberikan peringatan pada Lucy agar tidak bertindak diluar nalarnya.


Apartemen itu juga dikunci oleh Bagas dari luar. Kunci dengan sandi otomatis telah dimatikan. Sehingga Lucy tidak dapat membuka apartemen dari dalam.


Tidak lupa, Bagas juga telah menyiapkan makanan di dalam kulkas apartemen agar ia tak kelaparan. Hingga dua kali Bagas bolak-balik keluar dari apartemen untuk memastikan kondisi telah aman.


"Pak! Apartemen sudah terkunci dengan baik. Saya pamit pulang" Bagas mengirimkan isi pesan tersebut kepada Batista agar diketahui kalau pekerjaannya telah selesai.


Batista pulang ke rumah tepat waktu. Fira dari dalam rumah telah menyambut kepulangannya. Meski pekerjaannya yang banyak belum selesai akibat kehadiran Lucy yang tidak terduga.


Tapi Batista meninggalkan semua pekerjaannya, dan kembali ke rumah sesuai dengan permintaan sang istri.


Fira sudah berdiri di depan pintu. Batista yang melihat istrinya langsung tersenyum. Ia dengan cepat keluar dari mobil dan menghampiri Fira. Memeluknya dan mencium keningnya.


Tidak lupa Batista juga mencium perut Fira dan mengelus perut tersebut. "Tumben pulang tepat waktu sayang? gitu dong tiap hari! jadi aku tidak perlu menunggumu hingga ketiduran," ucap Fira yang senang dengan kedatangan suaminya.


"Kan kau ingin aku pulang tepat waktu! katanya kesepian," goda Batista sambil menyolek bokong Fira saat berjalan masuk ke dalam rumah.


"Ih mulai deh kode-kodenya! aku kesepian bukan maksud lain loh! Tapi beneran kesepian," balas Fira dengan ekspresi datarnya.


"Ah masa sihhh. Kalau kesepian ya nggak mungkin dong! kan ada ibu," Batista semakin menggoda istrinya dengan maksud agar istrinya memberikan jatahnya.


Sebelum masuk ke rumah tadi, dia telah membaca pesan Bagas dan segera menghapusnya. Ia khawatir pesan itu dibaca oleh Fira, sehingga lebih baik menghapusnya saja.


Selanjutnya apa tindakan yang akan diberikannnya pada Lucy akan dipikirkannya kembali besok. Sekarang dia akan fokus pada keluarganya.


Batista dan Fira masuk ke dalam kamarnya. Sebelum menaiki tangga, ia juga sudah menyapa mertuanya yang sedang asik menonton sinetron favoritnya.


Belum juga berganti baju, Batista mulai menggoda Fira. Dengan sengaja Batista membuka seluruh bajunya didepan Fira. Bukannya berganti pakaian di dalam ruang ganti baju, dia sengaja menggoda istrinya yang kesepian tadi.


"Mas apaan sih! Kok buka baju disini!" keluh Fira yang terbaring diatas kasurnya sedang melihat pemandangan indah dari tubuh suaminya tersebut.


Fira juga tidak akan menolak jika suaminya mengajaknya untuk melakukan hal itu disore ini.

__ADS_1


"Kau ini! malu-malu tapi mau kan," ledek Batista yang berjalan menghampiri Fira tanpa sehelai benangpun.


Dia langsung naik ke atas ranjang dan segera memeluk erat Fira. Fira terkekeh melihat tingkah laku suaminya sore ini. Baru kali ini, Batista bertingkah konyol tanpa persiapan apapun.


"Sayang nggak kedinginan apa," ledek Fira sambil menyubit pinggang Batista. Fira masih terkekeh karena Batista terus menggodanya. Bahkan ia tak mau menyelimuti tubuhnya yang sedang telanjang bulat.


"Kan kau bisa menghangatkanku!" bisik Batista.


Giliran Fira yang mulai menggoda Batista. Ia dengan sengaja mencium bibir milik suaminya. ********** lebih dalam hingga meraba area sensitif suaminya.


Seketika Batista menghindar. Ia langsung teringat pada perlakuan Lucy tadi siang.


"Sial! Mengapa aku jadi teringat dia!" batinnya.


Fira terkejut ketika tangan Fira ditangkis oleh suaminya. "Loh mas kenapa? Kok aku nggak boleh pegang," tanya Fira merasa curiga pada suaminya. Baru kali ini Batista menghindari sentuhannya.


Apalagi awalnya Batista yang memulai untuk menggoda sang istri.


"Geli tahuuu!! Kau terlalu terburu-buru! baru saja kita mulai, santai saja," ucap Batista mengalihkan pikiran istrinya. Batista mengetahui kalau Fira baru saja mencurigainya karena ia reflek menghindar dari sentuhan Fira.


Fira mulai fokus melanjutkan aksinya untuk menggoda sang suami. Batista kembali ******* bibir tipis milik Fira.


Batista mulai melucuti seluruh baju yang dipakai oleh Fira. Posisi mereka kini sama. Sama-sama telanjang bulat.


Batista pun semakin dominan, ia mencium tubuh mungil Fira dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Menggodanya terus hingga meningkatkan gairah Fira.


Kali ini Batista membiarkan rambut Fira terurai. Agar terlihat lebih cantik dan menawan. "Mas sore-sore gini kita lakukan?" canda Fira yang sebenarnya ingin menggoda suaminya itu.


"Nggak jadi deh! Malam nanti aja," ledek Batista. Keduanya malah terkekeh karena saling bercanda. Tetapi mereka terus melanjutkan aksinya untuk berhubungan intim.


Fira dan Batista semakin terhanyut dalam buaian godaan sore itu. Keduanya menyatu dalam hubungan intim yang semakin panas. Batista menjaga gerakannya agar tak menyakiti buah hatinya.


Ia bahkan lebih berhati-hati mengingat kehamilan muda Fira saat ini.


Setelah selesai, keduanya terbaring lemas. Aktivitas intim mereka terus berlanjut di kamar mandi. Saat bermandikan busa dengan air hangat, Batista terus menggoda Fira.

__ADS_1


Sayangnya Fira terus menolak karena sudah terlalu lelah. Ia takut akan menyakiti anak mereka nanti.


"Sayang udahan ya! Ingat apa kata dokter loh," Fira mengingatkan Batista sehingga Batista lebih memilih untuk memeluk Fira didalam Bathup.


Fira pun bersandar pada dada bidang suaminya itu. Mereka lebih memilih menikmati mandian air hangat daripada harus melanjutkan hubungan intimnya.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" tanya Fira penasaran membuat Batista kembali mengingat kejadian siang tadi hingga membuka kedua matanya yang dari tadi tertutup menikmati pemandian di dalam bathup.


"Semuanya baik! Tapi masih banyak pekerjaan yang belum selesai," jawab Batista santai dan kembali menutup matanya.


"Mas bagaimana bagian divisi keuangan? aku rindu dengan pekerjaanku," ucap Fira yang terus bersandar pada suaminya.


"Pekerjaan mereka lancar saja meski tanpamu. Mereka juga merekrut orang baru untuk menggantikanmu," jawab Batista.


"Secepat itu? Apa mereka bertanya alasanku mengajukan resign," Fira terus bertanya penasaran.


"Tidak! Dalam surat resign, Bagas hanya menuliskan dengan alasan pribadi saja," jawabnya.


"Berarti mereka tidak tahu kalau aku hamil?" lanjut Fira.


"Mungkin saja! sudah tidak perlu dipikirkan. Nikmati saja kehamilanmu," tegas Batista.


Usai mandi, Fira dan Batista turun kebawah untuk menikmati makan malam mereka. Baru saja duduk dikursi makan, tiba-tiba Batista menerima pesan masuk.


"Aku tunggu sekarang di apartemenmu!" pesan yang muncul dilayar ponselnya langsung ia buka. Nomor yang tercantum juga angka yang aneh. Bukan nomor telepon seperti biasa yang orang-orang gunakan.


Batista merasa bingung siapa yang mengirimkan pesan tersebut. Sebab Bagas sudah memastikan bahwa seluruh alat komunikasi telah disingkirkan dari dalam apartemennya.


Dengan cepat Batista mengirimkan pesan pada Bagas. "Cek sekarang ke apartemen"


Batista semakin tidak tenang untuk melanjutkan makan malamnya. Apakah Lucy yang baru saja mengirimkannya pesan atau orang lain yang mengetahui keberadaan Lucy?


"Sayang ada apa?" tanya Fira yang melihat Batista sangat fokus pada layar ponselnya.


"Tidak! sepertinya ada masalah pekerjaan! Bagas baru saja mengirimkan pesan padaku," jawab Batista yang berusaha menyembunyikan pesan tadi.

__ADS_1


"Letakkan dulu ponsenya! hayuk kita makan," ajak Fira yang berusaha membuat suaminya itu fokus pada makan malamnya.


Sementara Fira dan Senny sedang asik menikmati makan malamnya, Batista semakin tidak fokus dan tidak berselera makan. Ia sedang menunggu balasan pesan dari Bagas.


__ADS_2