Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
menyatu


__ADS_3

Fira mempersiapkan kopernya dan akan memboyongnya untuk kembali ke kediaman suaminya. Tanpa memberi kabar pada suaminya kalau ia akan kembali.


"Ibu! aku akan kembali ke rumah mas Batista!" ucap Fira. Ia masih mengunyah makan malam buatan sang ibu. Makanan rumahan favoritnya. Ia tak ingin makan diluar ataupun makan saat tiba di rumah nanti.


"Iya nduk. Bagus itu. Apa masalahmu sudah selesai," tanya Senny yang berada didepan Fira sambil menyendoki makanannya.


"Belum bu! Tapi aku menemui perempuan itu. Mantan kekasih mas Batista. Tidak tahu malu, berani sekali dia muncul kembali padahal dulu sudah menyelingkuhi mas," cerita Fira menggebu-gebu.


"Apa tidak apa-apa ibu sendiri lagi tinggal di rumah ini? atau ibu mau ikut bersamaku, biar ibu tidak kesepian," ajak Fira.


Senny menggelengkan kepalanya. Ia menolak untuk tinggal bersama putri semata wayangnya itu. Sambil menyelesaikan makan malamnya, Senny mengingatkan Fira untuk mengecek kembali barang bawaannya agar tidak ada yang tertinggal.


Baru saja Fira merapihkan baju-bajunya, terdengar suara ketukan pintu. Senny berjalan menuju depan rumahnya dan menarik daun pintu untuk memastikan tamu yang datang.


Hari ini sudah cukup malam, pukul 21.00 tepatnya, Fira sengaja memilih waktu ini untuk pulang ke rumahnya agar tak ribut dengan suaminya.


Hal tak terduga terjadi, ketika Senny menarik knop pintu, Batista tepat berada didepan wajahnya. Senny tersenyum melihat kehadiran menantunya.


Batista mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan mertuanya itu. Senny meraih tangan itu, dengan sigap Batista mencium punggung tangan mertuanya.


"Bu apa Fira ada di kamarnya?" tanya Batista tanpa basa-basi sambil berjalan kearah kamar Fira.


"Kebetulan sekali nak, Fira juga sedang bersiap-siap akan pulang. Dia masih merapihkan bajunya," ucap Senny membuat Batista terkejut hingga membuka mulutnya.


Ia tak menyangka istrinya sudah membuat keputusan akan kembali bersamanya. Firasatnya mengatakan bahwa Fira akan memberinya kesempatan kedua setelah kejadian siang ini.


Batista juga merasa tak bersalah, ia hanya terjebak diantara mantan kekasihnya itu. "Fira aku datang menjemputmu," ujar Batista yang sudah tiba dibelakang Fira yang tengah berkemas.


Fira terkejut dengan kehadiran suaminya dan menoleh kebelakang dengan tatapan datar. Posisi Fira saat ini sedang membelakangi pintu kamar sehingga ia tak tahu dengan kehadiran suaminya.

__ADS_1


Sengaja tidak memberi kabar, ternyata malah ia yang dikagetkan dengan kedatangan Batista.


"Kau sedang bersiap untuk pulang kan?" tanya Batista mengagetkan lamunan Fira.


"Iya aku pulang. Kenapa kau kesini? aku padahal tidak memberikan kabar," ucap Fira sinis karena masih tersisa rasa kesal pada suaminya. Batista selama ini tidak tegas terhadap perlakuan Lucy Davide. Sehingga ia berhasil dimanfaatkan.


Itulah yang membuat Fira kesal pada suaminya. Ia tak ingin ribut didepan ibunya dan memperpanjang masalah. Fira berjalan keluar dan mendorong kopernya. Batista mengikuti dari belakang tanpa bertanya lalu mengambil alih koper itu untuk dibawanya.


"Ibu aku pulang dulu bersama mas Batista," pamit Fira dan mencium punggung tangan Senny.


Senny tersenyum melihat anak dan menantunya kembali akur. "sudah jangan ribut lagi, selesaikan permasalahan kalian dengan kepala dingin atau dengan cara memberikan cucu pada ibu" Senny memperingatkan Fira dan Batista.


Fira menatap tajam ibunya. Anak? bukan itu yang ia mau sekarang. Pernikahannya sedang terancam karena sedang dipermainkan oleh seorang wanita.


Sementara Batista tersipu malu mendengarkan perkataan mertuanya. "Rencananya sih gitu bu," celetuk Batista membuat Fira menepuk bahu suaminya karena kesal.


Batista kembali mencium punggung tangan mertuanya.


Di kamar Fira memunggungi Batista seakan masih kesal pada suaminya itu. Batista yang merasa sudah tak ada masalah dan ingin berbaikan dengan istrinya. Ia memeluk Fira dari belakang.


"Sudah lama nih," bisik Batista dengan lembut dibelakang daun telinga Fira. Fira membalikkan badannya. Menatap wajah suaminya yang memelas meminta jatah malam ini.


Hampir dua minggu mereka tidak melakukan hubungan intim suami istri akibat persoalan yang dianggapnya perselingkuhan.


Tubuh Fira yang seksi dengan balutan lingerienya meningkatkan gairah Batista. Laki-laki mana yang mampu menahan hasrat hingga dua minggu.


Fira terdiam dan bingung. Jika ia menolak keinginannya sama saja akan memperkeruh hubungan suami istri mereka. Jika ia menerimanya, malah akan teringat dengan Lucy yang telah tidur berdua dengan suaminya.


Akhirnya dia pasrah ketika dari tadi Batista mencoba menggerayangi tubuh mungilnya. Dia biarkan Batista menyentuhnya tanpa pembalasan darinya.

__ADS_1


Biasanya Fira bersemangat untuk malam-malam seperti ini, dia juga sering mempersiapkan tubuhnya agar lebih segar dan menggoda suaminya.


Tidak untuk malam ini, padahal dia hanya menggunakan lingerie yang ada di lemari tanpa pilihan suaminya. Namun itu malah meningkatkan gairah suaminya.


Batista dari tadi asik sendiri untuk mencumbu istrinya meski Fira terdiam kaku. "Apa kau begini kemarin saat tidur dengannya," ucap Fira menghentikan aksi Batista seketika.


"Kenapa masih membahasnya lagi? kan dia bilang membawaku kesana karena tak tahu alamat rumah kita," ujar Batista yang masih menyimpan rahasia tentang keadaannya yang saat terbangun hanya bermodalkan ****** ***** saja.


"Kau membuatku kehilangan nafsu saja!" ketus Batista melanjutkan.


Fira membalas ucapan Batista "Aku rasa masih ada yang mengganjal. Apa dia sengaja berbohong atau kau masih menyimpan rahasia padaku"


Fira masih penasaran dan mengungkitnya. Dia belum sepenuhnya memaafkan suaminya itu. "Sudahlah tak perlu dipikirkan lagi," tegas Batista.


Karena kesal akhirnya Batista membuka paksa lingerie yang dikenakan istrinya. Kalau dengan cara halus dan baik-baik tidak bisa, lebih baik dengan cara kasar.


Fira tak bisa menolak kemauan suaminya itu. Batista menelanjangi Fira dengan kasar dan membuat istrinya itu terdiam.


Dia mencium sekujur tubuh mungil istrinya dari mulai wajah hingga ujung kakinya. "Ssttt ikuti saja alurnya," paksa Batista dalam bisikannya.


Kemudian Batista mendekat pada wajah istrinya dan mengambil karet diatas nakas lalu mengikatkan rambut sang istri.


Ia mulai menggoda Fira meski Fira tanpak tak meladeninya. Ia ******* bibir tipis milik istrinya yang saat ini berwarna pink meski ia tidak menggunakan lipstik. Fira hanya mengoleskan pelembab bibir agar bibirnya tak kering.


Bibir cantiknya itu cukup menggairahkan, perlahan Batista mengecup dengan pelan. Tak ada balasan, hingga akhirnya ia ******* bibir istrinya dengan kasar membuat Fira semakin tergoda.


Kemudian Fira mulai membalas ******* dan membuatnya semakin mendalam. Mereka terhanyut dalam gairah ciuman pada malam itu.


Fira mulai bergerak dan mengambil posisi diatas Batista. Mencium dada bidang milik suaminya hingga menyentuh daerah sensitifnya.

__ADS_1


Fira mulai melupakan permasalahan mereka. Dan mulai sibuk menyatu dalam hubungan paling intim. Hubungan suami istri memang salah satu paling ampuh untuk melakukan pendekatan kembali.


Rasa marah, kecewa dan jengkelnya Fira hilang seketika. Ia menikmati malamnya bersama sang suami.


__ADS_2