Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
bumil dugem


__ADS_3

Fira mengganti bajunya dengan pakaian dress sexy berwarna hitam. Baju yang ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Baju yang modis tapi mewah. Ia kegirangan setelah suaminya mau diajak untuk ke beach club.


Club yang berada dipinggiran pantai, sudah tidak sabar dia ingin masuk kesana. Berjoget ria didalam club tanpa memikirkan orang lain.


"Mas buruan ganti baju," ucap Fira karena tidak ingin suaminya ke beach club memakai baju yang sudah seharian ia gunakan selama berlibur.


"Iya!"


Batista mengambil sebuah celana jeans panjang serta kemeja hitam berlengan panjang. Bajunya kini cocok dengan dress hitam yang sexy milik Fira.


"Mas ayo buruan berangkat," ajak Fira dengan antusiasmenya.


"Sabar sayang,"


Batista berjalan ke arah Fira. Keduanya sangat serasi dengan pakaiannya. Fira yang sudah memakai riasan diwajahnya tampak glamor tapi sangat elegan.


Sedangkan Batista terlihat begitu tampan dan sangat keren. Batista menggandeng lengan Fira, dan berjalan keluar pintu.


"Izin ibu dulu gih! Takutnya ibu nyariin tengah malam," pinta Batista.


"Siap Bos!" tegas Fira.


Fira melangkah ke samping mengetuk pintu dengan pelan. Batista menunggunya didepan pintu kamar mereka.


"Ibu!! Ibuu!!" teriak Fira.


Mendengar teriakan Fira, Senny membuka daun pintu kamarnya. "Ada apa toh nduk malam-malam? Loh kau mau kemana?" tanya Senny memandangi putrinya yang sangat sexy malam ini.


Lekuk tubuh Fira sangat bagus, terlihat semok ditengah hamil mudanya. Bokongnya sangat berisi begitu pula buah dadanya. Namun perutnya masih terlihat sangat datar karena belum membuncit.


Wajar saja usia kandungannya masih tiga bulan, belum menunjukkan tanda-tanda kebuncitan kehamilannya.


"Fira mau dugem bu," bisik Fira malu-malu. Selama ini yang Senny tahu kalau anaknya adalah perempuan baik-baik. Tidak pernah menginjakkan kakinya ditempat jedug-jedug yang kebanyakan anak muda datangi.


"Apa?" tanya Senny terkejut mendengar bisikan Fira.


"Fira mau dugem bu," lirihnya pelan karena malu pada suaminya melihat respon Senny yang masih terkejut dengan perkataan putrinya.


"Kau kan sedang hamil nduk. Ngapain dugem-dugem segala! Bahaya loh buat bayimu," larang Senny sambil mengingatkan putrinya dengan kehamilan mudanya saat itu.

__ADS_1


"Fira sama mas kok bu! Clubnya dekat, kita bisa jalan kaki kesana. Kan masih disekitar sini," jelas Fira menyakinkan sang ibu.


"Jangan nduk! Nggak baik bumil dugem malam-malam gini. berkeliaran tengah malam, joget-jogetan nggak jelas," ketus Senny memberikan larangan pada Fira.


"Ibu izinin dong! Sekali ini saja! Fira sangat ingin masuk kesana. Mumpung kita masih di Bali. Masuk ke club adalah hal biasa bagi orang-orang disini bu," tutur Fira agar Senny mengizinkannya keluar.


Senny terdiam, melirik Batista yang tak jauh dari posisinya. Ketika Senny menatap, Batista menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada mertuanya agar Senny mengizinkan.


"Baiklah ibu izinkan! Yang jelas kau jangan jauh-jauh dari suamimu ya," Senny mengingatkan Fira.


"Iya bu," kata Fira dengan polos.


Senny masuk ke dalam kamarnya, kembali berisitirahat. Sedangkan Fira dan Batista keluar dari Villa. Fira senggaja menggunakan heels lima centinya agar tidak terjatuh. Karena ia harus menjaga kondisi bayinya. Ia terus menggandeng lengan suaminya.


Batista terus menggandengnya dengan erat, karena tidak ingin Fira terjatuh seperti tadi pagi.


"Kalau sudah di dalam club, nanti dancenya jangan jauh-jauh ya sayang. Cukup didekat kursi saja, karena kau kalau dipanggil tidak akan kedengaran karena suara musik DJ sangat kencang!" jelas Batista.


"Iya sayang!!"


Fira yang baru pertama kali masuk ke beach club di Bali sangat penasaran seperti apa dalam club tersebut. Baru kali ini ia berkesempatan untuk berjoget ria didalam club meski kondisinya tengah hamil.


Berkat suaminya yang kaya raya dan perhatian, ia bisa menikmati suasana dugem di club Bali. Selama ini suasana dugem hanya ia ketahui melalui film-film yang ditontonnya di dalam bioskop.


Beach club yang mereka pilih tak jauh dari Vila. Hanya melewati beberapa hotel dan toko. Tidak perlu memakan waktu yang lama, baru 10 menit mereka berjalan sudah sampai di salah satu Beach Club di Legian, Kuta.


"Mas yang ini aja dekat!" rengek Fira yang merasa lelah meski hanya berjalan selama sepuluh menit.


Batista menyetujui, langsung membawa Fira masuk kedalam beach club tersebut. Baru masuk dari depan pintu, Fira sudah terpukau dengan isi club yang tampak mewah dan berkelas.


Meski baru jam sepuluh malam, tetapi orang-orang yang berada didalam sudah sangat ramai.


"Oh gini rasanya!! Keren juga," teriak Fira karena didalam club begitu berisik.


Batista tidak mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya. Tapi ia hanya melihat wajah Fira yang begitu bahagia, kemudian dia tersenyum.


Batista menarik lengan istrinya, memilih kursi yang berada didepan meja bar. Satu soda Batista pesan, sedangkan untuk istrinya hanya lemon squash agar menyegarkan dan menghilangkan dahaganya.


"Kau mau makan tidak?" teriak Batista menawarkan istrinya jika kelaparan.

__ADS_1


Namun Fira menolaknya. Ia sudah tak sabar untuk berjoget mengikuti lantunan musik. Suara jedag-jedug, musik membuatnya sangat bersemangat.


"Mas! Fira mau dance didepan," kata Fira didekat daun telinga Barista agar terdengar ucapannya.


Belum dijawab oleh suaminya, Fira sudah berjalan duluan. Batista mengejar Fira dan menarik tangannya.


"Jangan jauh-jauh! Disini saja. Jogetnya berdua sama aku! Khawatir nanti ada cowok-cowok yang gangguin!" tegas Batista dengan keras.


"Oke!"


Fira mulai berjoget dengan lantunan musik yang asik. Sang DJ juga berteriak untuk memeriahkan seisi club dan mengajak para pengunjung untuk berjoget sesuai ayunan musik.


Suara jedag-jedug sangat memeriahkan seisi club. Banyak yang berjoget saat itu, ada yang berpasangan, sendiri, bahkan bersama kumpulan teman-temannya.


Fira berjoget didepan suaminya. Jogetan yang sangat seksi dan asik, sementara Batista hanya berdiri, menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan pelan.


Sambil memperhatikan Fira dan sekitarnya agar tidak ada orang yang mendekat dan menyenggol Fira.


Musik pertama membuat Fira cukup berkeringat. Ditambah dengan adanya lampu yang kedap-kedip membuat suasana semakin meriah dan heboh.


Beberapa orang bahkan dengan nekad menari sangat heboh. "Wowwwww!! Gila seru banget ternyata!" teriak Fira.


Batista hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya hari ini. Ia tidak menyangka Fira akan seheboh ini saat memasuki beach club.


"Sudah habis dua lagu! Belum capek juga?" tanya Batista keheranan.


"Belum mas," jawab Fira berteriak.


Batista menarik lengan Fira, menjauh dari kerumunan orang-orang.


"Kenapa sih mas? Aku lagi asik joget!" ucap Fira dengan sinisnya. Suaminya itu malah memberhentikan jogetannya.


"Sini dulu istirahat! Jangan terlalu lama berdiri! Ingat anakmu," jawab Batista kembali ke depan meja bar.


Ia mengajak Fira untuk meneguk minumannya. Beristirahat sejenak agar tidak terlalu lelah.


"Mending kita merendam kaki di infinity poolnya saja," usul Batista agar istrinya mengikuti.


Kali ini Fira menyetujui keinginan suaminya, karena ia merasa cukup lelah juga setelah asik-asik berjoget dengan heels lima centinya.

__ADS_1


Beach club itu sangat populer. Selain menyajikan menu istimewa khas Bali, disediakan pula infinity pool bagi yang ingin berendam atau hanya bermain air. Club itupun berada di pinggiran pantai, sangat indah menyaksikan pantai di malam hari.


Fira dan Batista duduk dipinggiran infinity pool. Memandangi lautan terbuka didepn mereka. "Mas sering-sering ajak aku kesini," pinta Fira yang tak ingin melupakan momen liburannya hari ini.


__ADS_2