
"Surpriseeeeeee!!"
Teriakan seorang wanita di depan pintu yang membuat Batista buyar seketika akan pekerjaannya. Wanita yang tidak dia inginkan kini hadir lagi.
Perempuan laknat yang berencana merusak rumah tangga Batista dan Fira. Yaitu perempuan blasteran Jerman-Indo. Lucy satu-satunya mantan kekasih Batista.
Bak disambar petir disiang bolong, Batista sangat tidak ingin bertemu dengan Lucy ditengah-tengah kebahagiaan keluarga kecilnya. Sebentar lagi ia akan menjadi seorang papa. Tapi perempuan laknat itu terus mencoba memisahkannya dengan istrinya sendiri.
Padahal belum pernah sekalipun Batista menikmati tubuh perempuan blasteran ini. Tapi entah mengapa ia seolah-olah terikat dan akan terus dihantui olehnya.
"Loh!! Kok diam sayang?" ucap Lucy sambil menghampiri Batista.
Kedatangan Lucy memang tidak terduga. Entah mengapa dia sudah berada di Indonesia, padahal baru seminggu lalu dia masih di Jerman. Bahkan dia belum berencana pulang karena pekerjaannya yang belum selesai.
Jadwal pulangnya pun ia rencanakan pada bulan depan, dan itu kesempatan bagi Batista agar tak bertemu dengan wanita licik itu. Wanita yang menyimpan file foto toplesnya, meski Batista tidak pernah tahu untuk apa Lucy mengambil foto dengan adegan seperti itu.
"Ada apalagi kau kesini?" tanya Batista dengan dingin.
"Aku merindukanmu! pesanku juga tidak kau balas," jawab Lucy dengan senyumnya yang merekah.
Kali ini apalagi rencana licik yang akan Lucy sampaikan. Belum juga terpikirkan oleh Batista, tapi Batista berniat meminta agar Lucy segera menghapus foto-foto toples miliknya.
"Sudah berapa kali ku ingatkan kalau aku sudah beristri! aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!"
Batista berpura-pura membalik berkas yang ia pegang di meja kerjanya seolah-olah dia sangat sibuk dan tidak mengharapkan kedatangan perempuan licik seperti Lucy.
"Oh ya! hapus segera fotoku dari ponselmu! Kalau tidak? kau tidak akan selamat hari ini," ancam Batista.
"Apa ? tidak selamat? aku tidak takut dengan ancaman recehmu!" tegas Lucy.
Lucy tiba-tiba mendekati tubuh Batista. Ia memutar kursi Batista sehingga wajahnya bertatap-tatapan. Tiba-tiba ia berjalan kecil dan duduk dipangkuan Batista.
Sudah keterlaluan tingkah Lucy. Batista langsung mendorong tubuh jenjang yang seksi itu dari pangkuannya. Kemudian Batista berdiri.
"Tidak sudi aku berdekatan denganmu lagi," kali ini Batista mulai bersikap tegas pada Lucy agar tidak dimanfaatkan lagi.
Batista mengecam semua tindakan Lucy dan tidak akan membiarkan perempuan itu berbuat semena-mena pada dirinya.
"Apa iyah?" tanya Lucy sambil mengangkat alisnya sebelah. Kemudian kembali mendekati tubuh Batista dan membelai dadanya.
__ADS_1
"Apa kau sudah lupa? kita sudah pernah bermalam bersama," Lucy bahkan mencoba mencium bibir Batista, beruntung Batista segera menjauh dan bibir Lucy tidak menyentuh bibir Batista.
Lucy sekarang mulai menunjukkan sisi gelapnya. Dia sudah berani terang-terangan mendekati Batista dan ingin merenggut dari dekapan istrinya.
"Apa kau melupakan momen dimana kita sama-sama telanjang? apa kau ingat perlakuanmu malam itu. Padahal kau menikmatinya kan?," Lucy seakan-akan memanipulasi kejadian untuk mengingatkan Batista dengan pikiran kotornya.
"Aku tidak pernah menyentuh tubuh kotormu itu! entah sudah berapa pria yang kau tiduri," kecam Batista dengan nada sinisnya.
HAHAHHAHA...
Lucy tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Batista. "Jangan sok suci kau!" Kemudian Lucy memaksa Batista untuk menciumnya dengan kasar.
Belum sempat mengelak, Batista kali ini terkena ciuman maut dari Lucy.
Batista kemudian mendorong tubuh Lucy dengan kasar. "Perempuan laknat! keluar kau dari sini," kecam Batista lagi.
Ia semakin tidak terima karena merasa dilecehkan oleh perempuan seperti Lucy. Bibir Lucy dulu juga pernah ia rasakan saat berpacaran, hanya saja mereka berkomitmen untuk tidur bersama sebelum menikah.
PLAAAAAKK!!!
Suara tamparan yang cukup keras. Tangan keras milik Batista mendarat dipipi lembut Lucy. Pipinya baru saja memerah. Bekas tamparan itu terlihat begitu jelas karena kulit Lucy yang putih bening.
Apakah Lucy sudah dilupakan oleh Batista? Selama ini Lucy terlalu percaya diri, kalau Batista masih sangat mencintainya dan tidak pernah melupakannya. Bahkan sekarang dia sudah merendahkan dirinya sendiri dengan bertingkah seperti sekarang.
Bagas.....!!!! Bagass...!!!!
Teriakan Batista memanggil asistennya membuyarkan lamunan Lucy. Lucy terlihat kacau sekarang, tapi karena dia sudah terlanjur basah. Dia tak akan berhenti menggoda suami Fira tersebut.
Bagas tak juga muncul. Entah kemana Bagas saat ini, sehingga Lucy dengan mudahnya masuk ke ruangannya.
Lucy kembali mendekati Batista. "Jangan kira aku akan takut denganmu. Malah aku semakin jatuh cinta padamu," bisik Lucy yang saat itu sudah berada di samping Batista.
"Kau ini! Tidak ada takutnya!" tegas Batista sambil menunjuk-nujuk wajah cantik Lucy.
"Aku sekarang tidak akan membiarkanmu bertindak aneh-aneh!"
Lucy membuka ponselnya dan menunjukkan fotonya paling erotis. Foto dimana Lucy dengan telanjang duduk diatas tubuh Batista. Benar-benar tanpa mengenakan sehelai benangpun.
Batista shock dan terkejut melihat keberanian Lucy berfoto seperti itu. Foto layaknya sedang berhubungan intim.
__ADS_1
"Dasar perempuan gila!" Batista mendorong tubuh Lucy hingga terbentur di dinding kantornya.
Hahahahahaaaa...!!!!
Lucy kembali memunculkan gelak tawanya hingga membuat Batista semakin jijik. Sifat asli Lucy sudah muncul.
Ia secara terang-terangan mengancam Batista.
"Sakiti saja aku terus! dorong dan tampar aku! kalau kau terus melakukan itu, foto ini akan aku kirimkan ke istrimu," ancaman Lucy membuat Batista tidak berkutik.
Ia kembali mengingat Fira yang saat ini sedang fokus pada kehamilannya. Hamil muda yang masih rentan keguguran.
Batista juga tidak mau membuat istrinya stress karena akan berdampak buruk pada kehamilannya.
"Kau ini benar-benar sudah gila!" ketus Batista yang kini lebih memilih duduk tenang dikursinya dan berpikir dengan kepala dingin.
Apa yang harus ia perbuat agar perempuan ini menjauh darinya. Sepertinya rencana dari Niko akan menjadi solusi terbaik baginya.
Atau dia akan menculik Lucy, mengambil ponsel dan membuangnya. Serta mengancam Lucy agar tidak lagi mendekatinya?
"Ingat sayang! Foto itu akan tersebar ke istrimu bahkan ke seluruh karyawanmu kalau kau terus menolakku," ancam Lucy lagi.
Lucy duduk dipangkuan Batista dan mencium bibir tebal miliknya. Batista tak bergerak. Dengan pasrahnya ia menerima ciuman Lucy. Bahkan Lucy ********** lebih dalam dan tidak mendapat penolakan dari Batista.
Dunia sudah semakin gila, begitupun dengan Lucy. Sefrustasi itu dia ingin mendapatkan cinta Batista kembali hingga mengancam Batista agar terus berada didekatnya.
"Bodohnya aku ! Sampai aku takut dengan wanita laknat ini," batin Batista.
Bagaimana kali ini ia akan lolos. Sayangnya Bagas yang ia andalkan untuk mengusir perempuan licik seperti Lucy tak kunjung datang.
Batista memang sengaja tidak mempersiapkan security disekitar ruangannya. karena ia ingin kantornya lebih sunyi dan tenang.
Dia hanya mengandalkan Bagas, asistennya untuk mengurus segala keperluan pekerjaannya. Tapi Bagas malah menghilang disaat Lucy datang.
Lucy melepaskan bibir mungilnya dari bibir Batista. Kemudian ia membuka kancing kemeja Batista.
"Apa yang kau lakukan? singkirkan tangan kotormu itu," ucap Batista dengan lantang dan menangkis tangan Lucy yang berada dibagian dadanya.
Lucy kemudian menghiraukan Batista. Ia malah melayangkan tangannya didaerah sensitif milik Batista.
__ADS_1
"Perempuan gila ini! Ini kantorku! mengapa kau mesum dan segila ini," Batista berkata lagi dan melempar tangan Lucy dari area sensitif miliknya.