Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
liburan terakhir


__ADS_3

Batista terus menggoda Fira meski gairahnya sudah memuncak. Ia kemudian melucuti baju istrinya hanya dengan sekali tarik. Malam itu semakin panas, Fira sudah tak kuat menahan gairahnya karena mendapat godaan terus menerus.


"Ayo sayang mulai," bisik Fira, agar Batista segera menyentuhnya melakukan hubungan intim.


Namun Batista sengaja mengulur waktu, ia terus menggairahkan istrinya. Leher belakang Fira menjadi sasaran, ia mencium leher belakang itu sangat dalam hingga menyisakan bekas merah kecupan Batista.


"Sayang!" rintih Fira lagi karena geli pada tubuhnya kian memuncak.


"Sabar sayang," lirih Batista pelan didaun telinga Fira hingga ia tak bisa menahan nafsunya.


Batista meraih dalaman milik Fira menarik hingga melepaskannya. Dalaman itu tampak basah karena area sensitif Fira terus mengeluarkan cairan karena gairahnya yang kian meningkat.


Batista juga melepaskan bra milik Fira, kemudian *******-***** dada istrinya. Fira membalas perbuatan suaminya.


"Kau sengaja ya mengulur waktu!" ucap Fira kesal membuat Batista tersenyum. Kali ini Fira mengambil posisinya, menghempaskan tubuh Batista ke bawah, ia memimpin posisi berada diatas tubuh gagah suaminya itu.


Fira membuka baju Batista. Satu- persatu, kancing pada kemeja itu ia buka dengan seksi perlahan demi perlahan. Fira yang berada diatas Batista tanpa mengenakan sehelai benangpun begitu menggiurkan bagi Batista, membuat Batista memelototi tubuhnya hingga menelan air liurnya.


"Jangan lama-lama bukanya," bisik Batista.


Akhirnya Fira berhasil membuka kancing terakhir kemeja hitam milik suaminya, melemparkan baju itu ke lantai. Kemudian Fira melanjutkannya kebagian bawah.


Membuka celana jeans hingga dalaman suaminya. Semuanya ia lemparkan ke lantai. Fira sengaja memegang area sensitif milik suaminya. Batista tersentak kaget, karena Fira tiba-tiba saja melakukannya.


"Sayang ngagetin!" ketus Batista.


Hihihi


Fira tertawa kecil, dendamnya terbalaskan. Sekarang gilirannya untuk menggoda suaminya hingga tak berdaya. Fira menciumi seluruh tubuh suaminya yang sangat gagah. ******* bibirnya yang tebal.


Kemudian mereka berdua menyatu, hanyut dalam buaian malam itu. Malam yang panas, hingga keringat keduanya bercucuran. Goyangan maut Fira membuat Batista tidak berdaya hingga sekujur tubuhnya melemas.


*****


Pagi itu Batista bangun agak kesiangan. Melihat istrinya yang begitu pulas, ia tak tega untuk membangunkannya. Batista mengecup bibir Fira dengan pelan, bergegas mandi.


Baru saja keluar dari kamar mandi, hanya menutup area sensitifnya dengan handuk kecil, Fira yang diatas ranjang menatapnya dengan tajam. Tatapan godaan dari Fira yang membuat senyum simpul pada wajah Batista.


"Jangan mancing-mancing deh! Buruan sana mandi! Udah jam sembilan loh, pasti ibu nungguin tuh di kamarnya," titah Batista agar segera dilaksanakan oleh Fira.


Hari ini hari terakhir bagi mereka berlibur di Bali. Karena Senny tahu kalau Fira dan Batista pulang sangat larut, ia juga tak berani membangunkan anak dan mantunya.


Ia bahkan menyantap sarapannya lebih dulu yang diantarkan oleh para pelayan ke kamarnya. Sampai jam sembilan menunggu, Fira dan Batista tak kunjung memanggilnya.


Fira mulai beranjak dari kasurnya, begitu lelahnya tadi malam membuat tidurnya sangat pulas. Sedangkan Batista menyantap sarapannya lebih dulu, sarapan yang diantarkan seorang pelayan yang membangunkan Fira saat Batista mandi tadi.


Didepan suaminya, Fira membuka bajunya. Tanpa rasa malu, ia sengaja menggoda Batista pagi itu. Tapi Batista tidak tergiur, dengan cueknya ia terus menyantap makanannya.


"Mas!" rengek Fira.


"Mas lagi makan dulu. Mending mandi sekarang, kita mau berangkat jalan-jalan," Batista mengingatkan kembali istrinya agar bergerak cepat sebelum matahari terik.

__ADS_1


"Iya! Iya!" keluh Fira sambil berjalan ke kamar mandi tanpa menutup tubuhnya dengan handuk.


Tak berselang lama, Fira keluar dari kamar mandi, dengan aroma sabun yang memikat. Harum semerbak dari tubuh Fira membuat Batista menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tumben wangi banget! Bener-bener kalau istriku mau menggoda nih!" gumamnya. Tapi ia sedang tidak mau melanjutkan hubungan ranjangnya.


Dia fokuskan agar segera ke lobi Villa, disana supir travel mereka telah menunggu sejak jam tujuh pagi.


"Ayo cepat sayang!" perintah Batista agar Fira tidak semakin lelet.


"Kasian supirnya sudah nunggu dari tadi! Jangankan supir, ibu juga pasti nunggu tuh! Kau juga belum sarapan," kata Batista mengingatkan.


"Iya mas, ini sudah beres. Aku makan roti saja deh, biar cepat!" balas Fira.


Fira mengambil dua helai roti dan mengoleskan selai strobedi diatasnya. Tak lupa juga ia meneguk satu gelas susu hamil yang sudah diseduh Batista setelah selesai menikmati sarapannya, agar stamina Fira tetap terjaga.


"Yuk mas!" teriak Fira dengan semangat sambil menggandeng lengan suaminya.


Batista menarik daun pintu kamar mereka, memberi kode pada Fira agar memanggil ibunya.


"Bu! Fira didepan pintu! Ayo kita berangkat," teriak Fira sambil mengetok pintu kamar sang ibu.


Senny keluar dari kamarnya, dan senyum-senyum pada Fira. "Duh! Yang tadi malam abis dugem bangun kesiangan," sindir Senny sambil tertawa.


"Ah ibu!! Jadi malu," balas Fira sambil merangkul Senny agar segera berjalan. Mereka bertiga berjalan menuju lobi villa.


Supir travel sudah menunggu di lobi villa, melihat sosok Batista yang baru saja tiba di lobi, ia langsung keluar membukakan mobil tersebut.


Beberapa tempat sudah menjadi incaran untuk mereka berlibur. Terakhir sebelum pulang ke Jakarta, tentunya Batista, Fira dan Senny akan makan malam di pantai Jimbaran. Pantai yang sangat terkenal dengan kuliner seafood yang segar.


Melihat kondisi Fira yang sedang hamil muda, Batista memilihkan paket yang tidak ekstrem. Ia membayar untuk paket Jet Ski, Sea walker, dan Banana Boat.


Batista memesan untuk tiga orang. Ia bersama istrinya menaiki jet ski berdua, sedangkan mertuanya sendiri. Keseruan saat itu, berjalan-jalan menggunakan jet ski diatas air dengan ombak yang tinggi. Mereka menikmati liburannya.


Dilanjutkan dengan sea walker, mereka bertiga dibawa menggunakan perahu, sampai ke tengah laut yang tenang. Tempat dimana banyak patung-patung yang sengaja dijatuhkan didalam air.


"Mas! Serius ini nggak apa-apa? Fira masuk ke dalam air? Aman?" tanya Fira panik, karena belum pernah merasakan sensasi menyelam didalam air.


"Iya nak! Ibu juga takut," lanjut Senny yang memang dirinya tak bisa berenang.


Pemandu sea walker langsung menjawab pertanyaan ibu dan anak tersebut. "Tenang saja bu! Aman! Kita juga masuk ke dalam kok," ujar pemandu menenangkan Fira dan Senny.


Batista hanya tersenyum melihat ketakutan antara ibu dan anak tersebut.


Pemandu sea walker memasangkan helm oksigen berkaca bening, agar mereka bisa melihat dengan jelas saat berada dibawah air.


Pertama-tama Batista yang dibawa menyelam ke dasar laut. Ia begitu takjub bisa berjalan didasar laut, dengan memakai helm yang dialiri oksigen murni.


Kemudian dilanjutkan dengan Fira meski memiliki rasa takut, tapi ia mulai menyurusi jalanan didasar laut. Karena rasa takutnya, bahkan ia tak bisa fokus melihat apa saja yang ada didalam laut. Yang ia perhatikan hanya ikan yang bergerak serta rumput yang bergoyang.


Terakhir pemandu membawa Senny ke dasar laut. Setelah melihat dengan kepala sendiri, rasa takut Senny menghilang. Ia berjalan menyusuri dasar laut dengan tenang.

__ADS_1


Mereka bertiga bisa melihat seisi laut. Ikan-ikan yang berenang, patung-patung yang sengaja dipajang, bahkan jalanan dasar laut yang sengaja dipasang menggunakan kayu agar mereka berjalan sesuai jalurnya.


Pemandu memberikan makanan ikan yang dimasukkan kedalam plastik. Pakan ikan diberikan kepada mereka bertiga.


"Wow!! Cantik sekali," gumam Fira saat memberikan makanan ikan, seketika semua ikan berkumpul didepan wajahnya memperebutkan pakan ikan tersebut.


Fira menjadi terpukau dengan keindahan dasar laut, ia tak lagi takut seperti saat pertama kali menginjakkan kakinya didasar laut meski didampingi oleh pemandu tersebut.


Selesai menyusuri jalan, mereka bertiga dibawa lagi keatas laut.


"Ibu!! Bagus banget ternyata isi dasar laut. Walaupun airnya nggak sejernih itu. Mungkin karena kacanya jadi keliatan agak buram," puji Fira dengan semangatnya.


"Iya ya! Bagus banget loh! Rasa takut ibu saja jadi hilang!" katanya.


Beruntung Batista yang membawa kamera gopro sempat mengabadikan momen mereka saat di dasar laut. Hasil dokumentasi itu akan disimpannya nanti, untuk ditonton kembali.


Terakhir, mereka bertiga menikmati keseruan banana boat. Batista meminta agar pemandu tidak menjatuhkan mereka didalam air, karena Fira sedang hamil. Jadi mereka hanya berkeliling diatas laut saja dengan terik matahari yang begitu menyengat menjelang sore hari.


"Nggak kerasa ya! Udah sore aja!" kata Fira yang menyesali hari itu akan segera berakhir.


"Iya sayang! nanti kita kesini lagi deh!" janji Batista pada istrinya agar bisa menikmati water sport dilain waktu.


Setelah dari Tanjung Benoa, mereka bertiga langsung diantarkan ke Pantai Jimbaran. Menikmati suasana laut di Jimbaran sebelum menikmati makan malamnya.


Senny hanya duduk memperhatikan Batista dan Fira yang sedang bermain dipinggiran pantai. Rasa bahagianya tak terbendung. Ia tak menyangka bisa menikmati semua ini berkat menantunya.


Masa tua yang dinikmatinya bahkan tak pernah ada dalam impiannya. Sambil memperhatikan laut, Senny menyeruput kelapa muda yang telah ia pesan tadi.


Rasa air kelapa yang segar langsung menghilangkan dahaganya.


"Buuu!! Sini!" teriak Fira memberhentikan lamunan Senny.


Senny berlari menghampiri putrinya, karena Fira ditemani sang mertua. Giliran Batista yang beristirahat memandangi pemandangan laut di sore hari. Mereka juga menyaksikan sunset yang begitu indah.


Matahari terbenam, hari menjadi gelap. Batista mengajak Fira dan mertuanya masuk ke salah satu restoran terkenal disana. Pelayan menyodorkan buku menu untuk dipesan.


Batista memesankan satu porsi kepiting, udang, cumi goreng, hingga cah kangkung. Tak lupa ia juga memesankan minuman soda dan lemon tea.


"Fira udah nggak sabar mau nyobain makanannya," kekeh Fira sambil memainkan sendok didepannya.


"Enak-enak nih disini makanannya! Aku sudah pernah coba, saat ada rapat disini," ungkap Batista.


Makanan disajikan para pelayan. Makanan itu sangat menggiurkan, sebelum menyantapnya saja Fira sudah mengiler hingga menelan air liurnya.


"Ayo makan!!" kata Fira dengan semangat mengambil satu ekor kepiting.


Ia penasaran karena tidak pernah memakan kepiting sebelumnya. Batista membantu untuk membukakan cangkang dengan alat pencapit yang disediakan oleh pelayan.


Cangkang itu langsung terbuka, daging tebal kepiting siap disantap oleh Fira. Menikmati Kepiting dengan saus istimewa khas resto itu, membuat nasinya habis seketika.


"Enak!" katanya sambil mengangkat jempolnya.

__ADS_1


Batista dan Senny hanya bisa tersenyum sambil menyantap makanannya. Baru saja Fira selesai makan hingga meneguk minuman digelasnya sampai habis. Tiba-tiba perutnya terasa mual dan memuntahkan makanannya tadi. Para pengunjung terkejut dan memperhatikan Fira.


Padahal saat itu ada pengamen elit menggunakan alat musik saksofone dan gitar yang sedang asik menyanyikan lagu untuk pengunjung disana. Bahkan para pengunjung menikmati lantunan lagu tersebut. Tapi pengamen itu terhenti karena mendengar muntahan Fira.


__ADS_2