
"Iya! Aku nggak bisa minum satupun gelas alkohol sayang. Kalau aku minum satu saja, udah langsung teler," akunya pada Fira.
HAHAHAHAHHA
Suara gelak tawa Fira memenuhi sekitar. Ia sangat terkekeh mendengar pengakuan suaminya tersebut.
Merasa tidak percaya, ada laki-laki yang tidak sanggup untuk menegak satu gelas pun alkohol. "Jadi mas waktu itu mabuk berat karena minum satu gelas doang?" Fira masih merasa tidak yakin pada pernyataan suaminya tadi.
"Iya sayang! Itu juga karena salah ambil minum. Padahal aku sudah punya soda, tapi malah tertukar sama milik temanku saat di bar. Setelah tahu itu alkohol, aku langsung buru-buru ke kamar padahal kepala udah pusing. Untung saja aku nggak pingsan dijalan," ungkap Batista.
"Tapi kenapa sampai kamar mas nggak pingsan? Malah mencumbuku?" tanyanya penasaran.
Mengenang masalalu mereka yang belum pernah mereka ungkapkan justru membuat lucu. Fira tak menyangka kejadian sebenarnya hanya karena hal sepele.
Awal pertemuan dengan suaminya yang tak disangka-sangka. Fira bahkan tak mengetahui kalau Batista adalah laki-laki kaya raya bahkan bisa menikahinya adalah sebuah mimpi. Tetapi dengan mudahnya ia menerima cumbuan hingga melakukan hubungan intim dengan Batista saat itu.
"Aku juga bingung saat itu. Aku kira semuanya mimpi. Aku nggak menyangka perempuan yang ku anggap dalam mimpiku ternyata nyata! Makanya setelah kejadian itu aku langsung chekout dari hotel seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Karena aku kira kamu adalah mimpi," cerita Batista dengan rasa bersalahnya.
"Oh jadi gitu ceritanya. Pantas saja ketika aku cari tentangmu. Resepsionis juga tak mengetahuinya. Dan bilang kau langsung pergi pagi itu," ucap Fira sambil mengangguk-angguk.
"Iya sayang. So sorry! Itu semua karena aku nggak tahu. Tapi untungnya aku bertemu denganmu beberapa kali, jadi aku mengingatnya semua," balas Batista sambil mengecup bibir sang istri.
"Nah semua sudah aku ceritakan! Jadi jangan suruh aku lagi untuk meminum alkohol ya,"
Batista kembali memperingatkan istrinya. Karena ia tak mau ada kesalahan-kesalahan lainnya terulang hingga mengancam rumah tangga mereka.
"Iyah mas! Aku mengerti. Bagaimana sekarang kalau kita dugem lagi?" pinta Fira dengan semangat karena perutnya sudah terisi dan semangatnya kembali berkobar.
"Emangnya nggak capek? Mending pulang aja yuk! Besok kan kita harus berangkat pagi loh,"
"Please mas! Janji dua lagu lagi deh. Nggak lama kan, ayo temani," pinta Fira memelas.
"Oke cukup dua lagu! Tidak lebih," kecam Batista sambil berdiri dan masuk lagi ke bagian dalam club.
Fira kembali bergoyang, menikmati lantunan musik yang semakin malam malah semakin heboh. Bahkan orang-orang yang menari didalamnya semakin bertambah berdesak-desakan.
__ADS_1
Fira menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan seksi. Meletakkan tangannya di dada sang suami dan bergoyang-goyang didepan suaminya. Ia tak merasa malu, bahkan sangat merasa istimewa bisa menari didepan suaminya sendiri.
Batista mengalungkan tangannya dipinggang belakang Fira. Agar Fira tak terlepas dari pandangannya, karena pengunjung club terus berdesak-desakan. Sambil bergoyang cukup pelan, menganyunkan kakinya ke kanan dan ke kirim hingga melompat-lompat pelan.
Lalu Fira ******* bibir suaminya dengan lembut, di dalam club yang begitu ramai. Tidak ada yang terkejut, semua malah cuek. Membuat Batista membalas ciuman hangat dari istrinya, ******* lebih dalam. Ciuman hangat yang cukup lama sambil menggoyangkan tubuh mereka menari kecil.
Fira mau melepaskan ciuman itu, tetapi ditahan oleh suaminya. Menahan tubuh Fira menjauh dengan tangannya yang berada dibelakang tubuh Fira.
Ciuman itu berlanjut kembali, bertukar air liur meningkatkan gairah mereka. Batista memegang bokong istrinya yang sangat berisi dan semok. Meremasnya dengan pelan, ia cuek saja dengan sekitar.
"Mas ini di club," teriak Fira mengingatkan suaminya. Membuat Batista terhenti seketika, menghentikan aksinya untuk menyentuh istrinya. Ia takut gairahnya kian memuncak tetapi tak bisa menyalurkannya dengan berhubungan intim di club.
Ia melepaskan kedua tangannya dari bokong Fira, meletakkannya kembali dibelakang pinggang istrinya. Kemudian melepaskan ciuman itu dengan pelan, kembali menari mengikuti lantunan musik yang dimainkan DJ.
"Kentang banget sih," keluh Batista sambil tersenyum pada istrinya.
Fira tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah suaminya yang gagal mendapatkan jatahnya malam ini. "Dasar suamiku! Nggak lihat tempat," batinnya.
Setelah dugem menikmati dua putaran musik, Batista menarik lengan istrinya yang masih menari-nari saat masuk musik ketiga.
"Kenapa mas?" teriak Fira kebingungan. Di baru saja melupakan janjinya untuk pulang ke villa.
"Tadi kan janjinya cuma dua lagu! Selepas itu kita pulang. Sekarang sudah masuk tiga lagu," tegas Batista tak mau lagi dibantah oleh istrinya.
"Oh iya! Aku lupa," kekeh Fira.
"Mas! Aku ingin ke kamar mandi dulu," ucapnya.
"Oke aku temani,"
Batista menyusuri ruangan lagi, tak melepaskan tangan Fira, ia membawa ke toilet dan menunggu didepan kamar mandi wanita.
Namun Batista terkaget, disepanjang lorong kamar mandi, ia melihat para pasangan dengan tak tahu malunya sedang bercumbu.
Mereka dengan cuek saja saling mencumbu pasangannya. Batista penasaran dengan dalam kamar mandi pria, ia mengecek sebentar. Benar saja dugaannya, disana banyak pria dengan pasangannya masuk ke dalam toilet pria.
__ADS_1
"Astaga! Tidak tahu tempat sekali," lirih Batista.
Ia tak menyangka, ada saja pasangan yang melakukan hubungan *** didalam kamar mandi club. Membuatnya terpingkal-pingkal karena mereka tak tahu menempatkan dirinya.
Fira keluar menemui Batista. Dengan cepat Batista menggenggam kembali tangan mungil istrinya dan keluar dari club. Setelah berhasil keluar ia merasa lega.
"Fiuuuh," gumamnya membuang nafas beratnya.
"Jangan kesini lagi deh sayang! Apalagi kalau kau sendiri!" kecam Batista mengingatkan.
"Tapi kalau berdua sama kau boleh kan. Tentu aku ingin kesini lagi mas! Seru banget," balas Fira.
"Iya kalau sama aku nggak apa-apa! Tapi harus sama aku," tegasnya kembali.
Batista dan Fira berjalan kaki menuju villa mereka. Selama sepuluh menit menyusuri jalanan Legian, masih banyak turis asing yang berkeliaran disepanjang jalan.
"Mas heran deh. Ada saja pasangan yang berhubungan intim didalam kamar mandi club," ucap Batista polos yang masih kebingungan.
"Oh tadi juga aku lihat mas! Masa perempuan sama perempuan ciuman di toilet perempuan. Aku saja kaget makanya cepat-cepat pergi dari sana," ungkap Fira melihat kejadian tidak terduga di dalam kamar mandi.
"Mereka juga cuek saja banyak orang yang lalu-lalang. Pokoknya mereka asik saling mencumbu," cerita Fira membuat Batista menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Itulah mas makanya nggak mau kau sendiri ke club! Banyak hal-hal senonoh seperti itu, ntah mereka saling kenal atau malah baru kenal. Lebih baik kita menghindari daripada terjebak," jelas Batista.
Ternyata mereka sudah sampai di vila, Batista dan Fira langsung masuk ke kamarnya.
Belum juga Fira melepaskan heelsnya, Batista sudah menciumnya sambil menutup daun pintu yang tak jauh dari posisinya. Hasratnya tadi yang tidak bisa tersalurkan, kini dibalasnya didalam kamar.
Ia mencium istrinya, ********** dengan hangat sambil *******-***** buah dada Fira yang semakin montok karena kehamilannya.
Perlahan Fira membuka heelsnya agar bisa mengarah ke tempat tidur. Ia membuka dengan tangannya, dan membuangnya ke arah pintu. Begitupula dengan Batista, ia seakan tak peduli dengan sekitarnya.
Sepatunya dihempaskan begitu saja sambil menikmati ciuman tersebut. Setelah melepaskan sepatunya. Ia menghempaskan tubuh Fira keatas ranjang dengan pelan. Dan duduk didepan Fira.
Kemudian mencium pelan dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Fira menikmati satu-persatu sentuhan Batista.
__ADS_1
"Nggak jadi gagal malam ini," batin Batista senang akhirnya mendapatkan jatahnya malam ini.
Batista berada diatas tubuh Fira, mencium leher Fira hingga ke area daun telinga istrinya, membuat Fira merinding, bulu kuduknya sampai berdiri karena kegelian. Gairah mereka kian memuncak tak tertahankan.