Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
ke bar


__ADS_3

Fira Andriani tak percaya begitu saja dengan pengakuan suaminya tentang Lucy. Tapi dia tak mau ambil pusing, ia membiarkan dan seolah-olah kejadian itu tak pernah ada.


Percuma dan sia-sia jika ia terus curiga pada suaminya. Semakin hari hubungan Fira dan suaminya semakin renggang. Kesempatan itu diambil oleh mantan kekasih Batista.


Dia tak pernah nyerah walau Batista terus menolaknya. Semakin sering pula Lucy datang ke kantor Batista hanya untuk basa-basi.


Seolah-olah Batista merasa dihantui dan membuatnya tak nyaman. Akibat kedatangan Lucy yang semakin sering membuat Fira marah besar.


Bahkan kemesraan antara Fira dan Batista berkurang. Tak ada lagi peluk memeluk saat tidur, kegiatan ranjang bahkan tak pernah lagi terjadi.


Fira merasa jengkel melihat kedatangan Lucy yang semakin sering ke kantornya. Tiap hari Fira selalu mengecek kedatangan Lucy bahkan mendengar kedatangannya dari Bagas.


Fira sudah bersekongkol dengan Bagas agar terus mengveritahukan padanya tentang kehadiran Lucy. Hingga suatu waktu Fira semakin gerah dengan kehadiran Lucy yang terus mengusik rumah tangganya.


Ia berencana untuk menjambak-jambak rambut wanita blasteran itu ketika datang lagi mengunjungi suaminya.

__ADS_1


Alasan Lucy beragam saat mengunjungi Batista. Mulai dari makan bersama, ngobrol santai karena kesepian, hingga bosan berada di apartemennya sehingga memilih untuk ke kantor Batista.


Lucy yang bekerja dibalik layar memang memiliki kekayaan. Bahkan ia terus menghasilkan uang dari perusahaan yang dikelola adiknya hingga hasil desain bajunya yang dijual mahal untuk brand-brand besar.


Jadi tak heran jika melihat ia setiap harinya bersantai dan menganggu mantan kekasihnya. Hari yang ditunggu Fira tiba. Hari ini dia sengaja menunggu kehadiran bule cantik itu.


Sambil fokus bekerja, dia meminta sekretaris suaminya agar memberi kabar padanya jika Lucy datang ke kantornya.


Namun hingga jam pulang kerja tidak ada kabar dari Bagas. Alhasil rencananya sia-sia. Padahal ia sudah siap mau ngajak ribut itu perempuan blasteran Jerman-Indo.


Akhirnya dengan rasa kesal dia masuk ke dalam mobil. Rupanya Batista sudah menunggu di dalam mobil. Tuduhan Fira selama ini membuat Batista jengkel.


Keduanya saling berdiam diri marahan tak mau bicara. Bahkan suasana hangat diatas ranjang enggan diajak oleh suaminya. Batista gengsi untuk berbaikan dengan Fira, karena Fira memberikan tuduhan yang menurutnya tak masuk akal.


Batista marah besar. Meski setiap hari Lucy datang ke Kantornya. Tapi dia tak pernah meladeni kehadiran Lucy.

__ADS_1


Meski Lucy berhasil masuk ke ruangannya, namun Batista bak manekin saat Lucy mengajaknya bicara dan ngobrol. Diam tanpa suara.


Akhirnya hal itu membuat Lucy kesal dan meninggalkan ruangan tersebut. Batista sangat rindu dengan istrinya. Biasanya mereka memiliki hubungan yang hangat dan mesra, kini hubungan itu renggang.


Sehingga Batista lebih memilih banyak waktu di kantor dan pulang larut malam untuk menghindari istrinya. Begitu pula Fira, mengetahui suaminya lembur biasanya ia akan menunggu Batista hingga pulang.


Sekarang dia merasa bodo amat dan sering tidur duluan. Suaminya pulang pun ia tak peduli. Hingga hari libur tiba, Fira dan Batista sibuk dengan ponsel masing-masing.


Batista bosan dan kesal. Ia pun menerima ajakan teman pebisnisnga untuk pergi ke bar. Batista pergi meninggalkan Fira tanpa sepatah katapun.


Ia bergaya layaknya anak muda. Kegantengannya terpancar kuat dengan pakaian yang begitu modis. Ia baru saja menunjukkan pada Fira dengan pakaiannya bahwa ia siap menggoda para perempuan diluar sana.


Fira sempat melihat Batista saat duduk di ruang tamu. Ia penasaran apa yang akan dilakukan suaminya itu. Fira juga melirik gaya Batista dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Dengan cueknya Batista melewati Fira dan mengambil kunci mobilnya. Dia pergi seorang diri tampa distirin oleh Beni.

__ADS_1


__ADS_2