Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
takut tersebar


__ADS_3

"Bagaimana Batista! Apa kau menyukai foto mesra kita malam itu?" tulis Lucy dalam pesan yang diterima oleh Batista.


Ada lima foto mesra yang diterima oleh Batista dengan pose yang berbeda. Foto saat Lucy memeluk Batista hanya memakai bra sedangkan Batista terlihat telanjang dada.


Kemudian Foto Lucy ketika mencium bibir Batista dengan keadaan tidur, kemudian tiga foto dengan pose Lucy yang bersandar, mencium pipi, serta mencium leher milik Batista. Batista sangat takut foto-foto itu tersebar.


"Apa-apaan ini? kenapa kau berfoto seperti itu! sudah jelas terlihat dalam foto kalau aku sedang tertidur dan tidak sadar pada hari itu" Batista membalas pesan Lucy.


Nomor telepon Lucy telah lama dihapusnya. Sejak kejadian mereka putus, nomor itu tak lagi tersimpan dalam kontak di ponsel Batista. Dan nomor yang digunakan Lucy masih nomor yang lama.


"Aku masih menyimpan fotonya dengan aman! Selama satu bulan aku sibuk harus ke Jerman untuk mengurus pekerjaanku. Makanya aku tidak menemuimu. Tunggu sampai aku pulang ke Indo!" balas Lucy lagi.


Batista agak sedikit lega karena Lucy masih berada di Jerman dan tidak bisa menganggunya. Tapi foto-foto itu membuatnya khawatir.


Jika Lucy nekad mengirim pada istrinya yang tengah hamil muda, bisa-bisa istrinya akan stres dan berdampak pada kehamilannya saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan untuk meminta Lucy menghapus foto-foto gila ini," batinnya.


Batista menjadi uring-uringan. Lucy benar-benar gila. Setelah Lucy memfitnah Niko, apalagi yang akan ia lakukan pada Batista. Bagaimana jika Lucy tahu kalau Fira sedang mengandung anak Batista. Apakah ia akan murka dan malah mengirimkan foto itu pada Fira?


Seharian itulah yang dipikirkan oleh Batista. Ia menjadi tak konsentrasi untuk bekerja. Kerjaannya menjadi tak selesai. Saat itu ingin rasanya Batista mengenyahkan Lucy dari kehidupannya agar tak pernah muncul kembali.


Bagas masuk ke dalam ruangan Batista dan mengabarkan untuk mengikuti rapat selanjutnya. Sebelum memulai rapat, Batista mengambil ponselnya dan menghapus seluruh isi pesan yang dia terima dari Lucy.


"Dasar perempuan jahat dan licik! nggak cukup dia sudah membuat aku sengsara saat menjadi pacarnya dulu. Sekarang malah kembali untuk mengusik rumah tanggaku," kesal Batista.

__ADS_1


Batista berjalan beriringan dengan Bagas dan memasuki ruang rapat. Sengaja ia mematikan ponselnya agar tidak ada yang menghancurkan moodnya yang sedang tidak baik-baik saja.


Sebulan penuh Lucy berada di Jerman. Pekerjaannya sebagai desainer internasional membuatnya makin sibuk dengan event yang digelar saat ini. Jerman Fashion Week membuat dia harus fokus dari pekerjaannya.


Selama bekerja, Batista tak luput pergi dari pikirannya. Ia terus memikirkan Batista dan bagaimana bisa menjadi wanita milim Batista seutuhnya.


Atau bisa saja Batista ingin menjadikannya istri keduanya, tentu saja Lucy tak akan menolaknya. Keinginannya bersama Batista semakin memuncak.


Rasa rindu yang menyelimutinya kadang tak bisa terbendung. Rasa rindu itu terobati ketika ia melihat foto-foto mesranya bersama Batista. oleh karena itu, hari ini Lucy mengirimkan foto toples itu pada Batista untuk mendapat kabar dari Batista sendiri.


Begitu rindunya ia sampai mengusik Batista dengan foto seperti itu. "Kenapa kau tidak mengerti! aku begitu rindu padamu. Tapi kau malah bersikap acuh," desah Lucy yang sedang menggambar desain baju terbarunya untuk persiapan Jerman Fashion week saat itu.


Hembusan nafas berat tanda rasa keluhnya karena teralu lama memendam perasaan rindu pada Batista. Sayangnya kini cinta itu tidak berbalas.


Dulu ketika Batista begitu mencintainya, Lucy malah menyia-nyiakannya. Sekarang Lucy yang mengejar-ngejar Batista.


Meski harus meninggalkan Batista, Lucy terpaksa mengerjakan projectnya saat ini. Karena project ini sudah disetujui sejak tahun lalu. Masih butuh satu bulan lagi tinggal di Jerman untuknya menyelesaikan pekerjaannya hingga fashion week itu berlangsung.


"Tunggu aku sayang! aku akan segera menemuimu," gumamnya.


Perasaan Fira tiba-tiba kalut. Tanpa sebab apapun, mungkinkan instingnya sebagai perempuan sedang ia rasakan. Perasaan curiga kembali menghantuinya. Tiba-tiba perasaan tidak enak ia rasakan padahal saat ini ia sedang menikmati massage dari pelayan di salonnya.


"Mas kamu dimana?" Fira mengirimkan pesan itu pada suaminya. Tapi tidak ada tanda penerima pesan. Kemudian ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Batista. Sayang, telepon itu tidak aktif dan membuat Fira semakin gusar.


"Bu kenapa ya perasaan aku tiba-tiba nggak enak," keluh Fira pada ibunya.

__ADS_1


"Nggak enak kenapa nduk? kamu pusing? mual? pengen muntah? atau apa nduk? kamu ingin ke rumah sakit," tanya Senny semakin khawatir terhadap kehamilan anaknya.


"Bukan itu bu! feeling aku beda gitu bu. Kayanya ada masalah deh sama mas Batista" lirih Fira yang semakin khawatir.


Feeling seorang istri sangat kuat. Ketika terjadi sesuatu pada suaminya, ia pun akan merasakannya. Sama halnya yang dirasakan Fira saat ini.


Dia kembali mencoba menelepon Batista. Tapi tetap telepon tidak tidak aktif. "Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif! silahkan coba beberapa saat lagi," suara dari ujung telepon membuat Fira semakin kesal.


"Sudahlah nduk. Suamimu itu sedang sibuk kerja. Tadi juga kan dia bilang akan lembur dan pulang larut. Tidak perlu dipikirman hal-hal yang tidak penting," kata Senny dengan tenang.


Fira mengangguk menuruti perkataan ibunya. Ia segera menyimpan ponselnya kembali dan menikmati perawatan yang sekarang sedang dilakukan.


"Nduk setelah ini kita kemana lagi? lama juga ya perawatan disini. Sampai seharian, tapi badan ibu jadi enakan dan ringan," ucap Senny membuat senyum simpul pada wajah Fira.


Begitu bahagianya Fira melihat ibunya yang senang menikmati hari tuanya tanpa perlu bekerja keras lagi.


"Ibu tenang aja ya! pokoknya Fira akan bahagiain ibu! ibu nggak usah capek-capek lagi. Semua keinginan ibu akan Fira penuhi," balas Fira.


Senny mengangguk bahagia. Tidak sia-sia i membesarkan putrinya seorang diri meski harus bekerja banting tulang. "Pak anakmu sudah dewasa dan akan memiliki anak," batin Senny seolah-olah ia berkata pada suaminya sendiri.


Batista seharian mematikan ponselnya usai menerima pesan yang tak menyenangkan dari Lucy. karena kepikiran bahkan ia melupakan istrinya. Hingga larut malam dia menyelesaikan rapatnya, Batista baru ingat untuk menyalakan ponselnya.


Suara notifikasi beberapa pesan masuk dia terima. Pesan itu hanya dari istrinya, Batista merasa lega karena tidak ada pesan dari mantan kekasihnya lagi.


Batista membalas pesan Fira dan mengatakan "Aku mau pulang sayang! seharian rapat dan ponselku mati"

__ADS_1


Baru saja ia masuk ke dalam mobil dan menyandarkan kepalanya tiba-tiba notikasi masuk.


"Aku merindukanmu! sangat merindukanmu" pesan dari nomor yang belum disave oleh Batista dan ternyata dia adalah Lucy.


__ADS_2