Aku Terjerat Cinta Satu Malam

Aku Terjerat Cinta Satu Malam
khawatir


__ADS_3

Lucy telah meninggalkan Andara Grup. Sementara Fira saat ini menyerahkan berkas laporan keuangan kepada HRD.


Ia segera menuju lantai atas. Mendatangi ruangan CEO. Masuk ke dalam lift, Fira sudah berpikiran yang aneh-aneh.


Menurutnya Lucy sering sekali datang ke kantornya. Jika tidak ada apa-apa, mengapa Lucy harus datang kepada suaminya hingva kedua kalinya.


Sia-sia sudah peringatan yang diberikan oleh Fira pada suaminya itu. Lagi-lagi Fira kecewa pada sikap suaminya yang menerima dan masih berhubungan dengan mantan kekasihnya.


Fira mengintip dari jendela. Dan Batista masih sibuk dengan pekerjaan. Ia terlihat serius namun dengan santai membaca berkas yang ada di mejanya.


Fira enggan untuk masuk ke ruangan suaminya. Khawatir akan menganggu kinerja suaminya. Fira Andriani melangkahkan kakinya untuk turun meninggalkan ruangan Batista.


Tak lama terdengar suara daun pintu yang terbuka. Fira langsung menoleh ke belakang, namun bukan sosok Batista yang dia lihat. Melainkan Bagas, sekretaris Batista rupanya dari tadi berada didalam ruangan.


Meski Fira tak melihat Bagas dalam ruangan itu karena tertutup oleh pintu. Hanya suaminya yang terlihat dari sedikit celah kaca jendelanya.

__ADS_1


"Ada ap bu Fira?" tanya Bagas penasaran melihat tingkah istri bosnya yang mau pergi begitu saja.


"Hehe tidak ada apa-apa. Saya mau kembali lagi bekerja," kekeh Fira yang ketahuan kehadirannya.


"Apa tidak mau masuk ke ruangan pak Batista?" kata Bagas lagi.


"Tidak! sepertinya dia sedang sibuk. Jadi saya tidak mau menganggunya," ujar Fira.


Fira meninggalkan Bagas dan memberikan tanda kepada Bagas, ia menunjuk bibirnya sebagai tanda agar Bagas tutup mulut tentang kehadirannya hari ini. Bagas mengangguk kecil mengiyakan keinginan Fira.


Jika ia bertingkah kekanakkan seperti waktu itu, bisa-bisa Batista langsung tahu bahwa ia sedang cemburu akan kehadiran Lucy.


Fira memikirkan apa yang harus dia perbuat hari ini. Sebenarnya dia malas mau menemui suaminya itu, apalagi sampai sekarang tidak ada kabar dari Batista.


Batista tidak jujur padanya akan dikunjungi Lucy hari ini. "Masa aku harus beri pelajaran dia lagi sih," batinnya.

__ADS_1


Pikiran Fira blank. Ia tak mampu berbuat hari ini. Namun ia harus bersikap biasa saja jika nanti dijemput oleh suaminya.


"Aku akan menanyakannya di rumah. Agar tidak semakin penasaran. padahal dia sudah berjanji tidak akan bertemu wanita itu. Tapi apa yang membuat wanita itu terus menyambangi suamiku" tanyanya keheranan.


Manajernya m, Wiwik mengejutkan Fira yang saat ini sedang asik melamun memikirkan hubungan suaminy dengan wanita blasteran itu.


"Apa ada yang kurang tadi kata HRD? semua berkas sudah kau berikan," ucap Wiwik memecahkan lamuninan Fira.


"Semua sudah lengkap bu. Nantinya berkas itu akan dikaji kembali. Jadi akan diserahkan lagi ke kita kalau ada yang kurang atau perlu revisi," jelas Fira.


Wiwik mengangguk dan meninggalkan Fira. Tepat masuk pulul 17.00WIB, waktunya pulang. Fira sengaja berdiam diri diatas kursinya menunggu kedatangan suaminya. Namun hingga lima belas menit berlalu, Batista tak kunjung juga menjemputnya.


Fira langsung turun kebawah untuk menuju parkiran. Saat memasuki mobil, supirnya, Beni mengatakan akan mengantarkan Fira lebih dulu karena Batista masih sibuk dengan tumpukan pekerjaannya yang harus diselesaikan hari ini.


Fira setuju dan Beni langsung mengantarkannya pulang. Namun ditengah perjalanan Fira khawatir bahwa suaminya itu bukan bekerja, melainkan akan berduaan dengan mantan kekasihnya.

__ADS_1


Sudah ditengah perjalanan, ia memerintahkan Beni untuk kembali ke Kantor. Beni merasa kaget karena sebentar lagi harusnya tiba di Rumah. Terpaksa ia memutar stirnya dan balik arah ke kantor Batista.


__ADS_2